Komunitas Cinta Bambu

Bambu untuk Masa Depan
Ir. Pon Sapriamulya Purajatnika, Ketua Komunitas Cinta Bambu

Oleh : JULIE INDAHRINI, SUKOWATI UTAMI, dan SYAMSIDAR SINTANI 

Sumber: http://www.forumkeadilan.com/  NO. 07 TAHUN XXI/04 – 10 JUNI 2012

Ir. Pon Sapriamulya Purajatnika (Farid/FORUM)

Bambu bukan hanya untuk rumah sederhana, kerajinan, atau alat musik. Bambu ternyata mampu menjadi bagian dari konstruksi bangunan modern. Bambu juga banyak memberikan manfaat lain. Harus didukung regulasi pemerintah.

Sebuah maket tergeletak di lantai dua sebuah bangunan di Jalan Sarijadi Raya Bandung, Jawa Barat yang dijadikan kantor sekaligus sekretariat IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jawa Barat. Maket itu unik dan masih berbentuk rangka. “Ini adalah design untuk bangunan yang bisa digunakan untuk hall futsal. Rangka-rangka ini menggunakan bambu,” ujar Ir. Pon Sapriamulya Purajatnika membuka obrolan dengan tim FORUM.

Apa bambu kuat untuk menjadi penopang bangunan, tanya FORUM. Pon tersenyum sebelum memberikan penjelasan. Bambu di Indonesia sejatinya sudah dikenal sebagai salah satu bahan untuk mendirikan bangunan. “Tetapi biasanya memang rumah sederhana seperti yang kita lihat di perkampungan. Dalam perkembangannya, bambu ternyata sangat memungkinkan digunakan untuk dimanfaatkan dalam konstruksi bangunan modern,” ujar Pon yang menjadi sedikit arsitek yang memperkenalkan bambu dalam konstruksi.

Pon mengakui, masih banyak pertanyaan seputar penggunaan bambu dalam konstruksi. “Terutama mereka bertanya, bagaimana kekuatannya?” ujar Pon. Menurutnya, bambu jika menjalani treatment sebelum digunakan dalam konstruksi mampu menopang bangunan dan bisa bertahan lama. “Bahkan bisa mencapai 60 tahun,” tambahnya lagi. Keistimewaan lainnya dari bambu adalah kelenturannya. Dengan begitu, bambu mudah dibentuk dan dikondisikan dengan konstruksi yang diinginkan.

Ketertarikan Pon pada bambu bermula ketika ia tengah mengerjakan sebuah proyek di Kendari. Bambu, kata Pon, adalah tumbuhan yang mudah tumbuh. “Hampir seluruh wilayah di Indonesia sangat memungkinkan untuk ditanami bambu. Hanya Kalimantan yang tanahnya agak berkapur, meski begitu bambu masih bisa tumbuh meskipun tak sebagus wilayah lain.”

Saat ini di dunia, terang Pon, China dan Jepang masih menguasai. Dua Negara itu, terutama China telah mampu membuat rekayasa genetika untuk mengembangkan bambu yang lebih kuat untuk kebutuhan konstruksi. “China boleh disebut negara penghasil bambu dan Jepang bisa dibilang negara penghasil kerajinan bambu tapi yang punya bambu adalah Indonesia. Jumlah bambu di Indonesia ada 165 jenis, dari 2040 jenis bambu yang ada di dunia. Di Indonesia pohon bambu yang sebesar jarum sampai sebesar paha orang dewasa pun ada potensinya, mulai dari obat-obatan, untuk konstruksi, interior semuanya ada.”

Selain untuk konstruksi, bambu juga bisa memberikan banyak manfaat lainnya. Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, Jawa Barat ini, bambu memiliki multi fungsi pemanfaatan sebagai bahan makanan untuk manusia (Rebung), binatang (pucuk daun muda), kebutuhan rumah tangga dan aneka kerajinan dengan berbagai tujuan penggunaan mulai dari cinderamata, mebel, tas, topi, kotak serba guna hingga alat musik serta konstruksi untuk pembuatan jembatan, aneka sekat, konstruksi rumah meliputi tiang, dinding, atap. Kebutuhan adat istiadat bambu digunakan dalam upacara adat hindu dan budha di antaranya untuk upacara kremasi jenazah. “Bahkan riset pun bisa membuktikan bahwa bambu juga bisa digunakan sebagai bahan tekstile,” ungkapnya.

Menanam bambu juga mendukung pelestarian lingkungan. Menurut Pon, bambu itu sangat ramah lingkungan. Dalam pertumbuhannya bambu dapat membuat lingkungan menjadi asri, kemudian dapat meresap air tanah dengan baik dan kuat. Menurut beberapa penelitian, sekitar seratus dapuran bambu, perbandingannya paling sedikitnya satu mata air. Itulah mengapa tanaman bambu dikatakan memiliki nilai konservasi tinggi karena mampu memberi perkuatan permukaan tanah, melalui kemampuan mempengaruhi retensi air dalam lapisan topsoi

Makin menekuni bambu, Pon semakin mencintai bambu. Potensi bambu yang luar biasa membuat berbagai komunitas pencinta bambu tumbuh subur di berbagai kalangan. “Namun itu semua masih terpecah-pecah, ada komunitas yang mengkhususkan pada seniman yang menggunakan bambu, pengrajin, lalu arsitek dan seterusnya.”

Dengan latar belakang itulah Pon merangkul berbagai profesi yang menggeluti bambu. Dan lahirlah Komunitas Pencinta Bambu pada 9 Oktober 2010. “Pendirinya ada 54 orang sedangkan pengurusnya ada sekitar 12 orang. Anggotanya datang dari barbagai keahlian bukan hanya arsitek saja tapi juga ada arsitek landscape, design interior, ada aktivis lingkungan, ada seniman dan pengrajin, bahkan ekonom,” kata Pon panjang lebar.

Komunitas Cinta Bambu memiliki cita-cita besar yakni ingin menjadi pusat informasi. “Kami memang bukan komunitas riset, tapi hasil-hasil riset yang terbaru tentang bambu akan kami tampilkan. Masyarakat harus terbuka pemikirannya bahwa bambu memang teruji bermanfaat.

Sebagai arsitek, Pon tentu memiliki harapan besar, bambu akan digunakan secara maksimal di masa mendatang. “Secara teknis penggunaan bambu untuk konstruksi, 40 persen lebih murah dibandingkan dengan batu bata. Bahkan dua tahun lalu Menteri Perumahan Rakyat pernah menganjurkan pembangunan rumah menggunakan bambu menjadi program perumahan rakyat. Namun terbentur dengan bahan-bahan untuk pembangunannya. Kita tidak punya data tentang jumlah bambu yang akan diperlukan dalam program pembangunan perumahan rakyat. Nah, untuk itu saya sedang mengidentifikasi berapa banyak potensi bambu paling tidak di Pulau Jawa.”

Menyadari keterbatasan yang menjadi penghalang, Pon pun melakukan budidaya bambu. “Saya pribadi masuk ke ranah pertanian untuk membuat kawasan budidaya. Padahal saya berharap ada yang memotori hal ini seperti IPB, bukan praktisi arsitek seperti saya. Supaya program berjalan lebih maksimal begitu pun hasilnya. Tetapi karena belum ada respon, saya memilih untuk bergerak sendiri.”

Untuk memenuhi kebutuhan bambu, dibutuhkan lahan yang luas dan ditanami secara serempak. Untuk itu Pon menggunakan konsep mandiri. “Saya harap bisa berjalan. Kendala bagi petani sendiri sebenarnya banyak lahan yang tidak produktif yang mereka sendiri tidak paham untuk mengolahnya. Di situ kita mengumpulkan teman-teman yang punya perhatian terhadap lingkungan juga kemajuan ekonomi dan bambu, untuk ikut berpartisipasi dalam program budidaya ini,” lanjutnya.

Pon bersyukur, pemikirannya mendapat sambutan hangat. Sudah banyak petani Jawa Barat terutama daerah Tasikmalaya, yang ikut serta dalam budidaya bambu. Padahal, menanam bambu sangat mudah. Pon memaparkan, bambu merupakan tanaman yang dapat ditanam pada tanah kering/basah, tidak membutuhkan perawatan khusus, investasi kecil, kemampuan toleransi terhadap lingkungan tinggi

Pon bersyukur, langkah kecilnya mendapat apresiasi. Meski apresiasi baru datang dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ke depannya, Pon sangat berharap pemerintah menyiapkan regulasi yang komprehensif. “Potensi yang ada di Indonesia itu secepatnya harus dilindungi seperti angklung yang sudah dilindungi oleh UNESCO. Bambu ini juga harus punya regulasi karena potensinya luar biasa. Perlu ada undang-undangnya. Misalnya untuk konstruksi ada peraturan yang khusus mengaturnya.”

Jika itu berjalan, Pon yakin, program-program perumahan nasional bisa berjalan. Yang berikutnya adalah program perumahan nasional, “Sekarang pembangunan perumahan rakyat seakan terhalangi oleh mahalnya bahan bangunan. Akibatnya masyarakat tidak mampu membeli. Jika regulasi sudah jelas rumah-rumah sederhana itu bisa dibangun dengan metode ini. Namun itu semua harus didukung oleh budidaya.”

*****

Lahir di Tasikmalaya, pada 26 Oktober 1961. Berdekatan dengan kelahirannya, sang ayah yang sebelumnya bekerja sebagai Kepala Stasiun memasuki masa pensiun. “Keluarga kami memilih pulang ke Kampung halaman ayah di Margasari, Kabupaten Tasikmalaya jauh di kaki Gunung Galunggung.” Bungsu dari sembilan bersaudara ini mengaku hidupnya jauh dari limpahan materi. Hidup terbatas dari uang pensiun sang ayah membuat Pon hidup dengan kesederhanaan.

“Saya sangat dekat dengan alam. Sehari-hari saya memelihara kelinci dan kambing. Jika teman-teman saya asyik bermain, saya yang masih duduk kelas IV Sekolah Dasar justru menjaga ternak,” ujarnya.

Tinggal di kampung yang penuh dengan keterbatasan, tidak membuat Pon menerima kondisi itu. Ia selalu mencari sesuatu yang berbeda. Sebuah radio kecil miliknya memberikan wawasan yang luar biasa. “Saya mendengar kata arsitek dalam siaran radio yang saya dengarkan. Saya yang ketika itu masih duduk di bangku SMP pun bertekad harus menjadi arsitek,” ujarnya. Pon pun memilih meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. “Ibu saya ‘mengusir’ agar saya bisa hidup mandiri,” sergahnya.

Lulus SMA, Pon tetap pada cita-citanya, menjadi arsitek. Secara bersamaan, Pon diterima di dua perguruan tinggi ternama di kota Bandung, yakni Universitas Parahiyangan dan Institut Teknologi Bandung. Dengan berbagai pertimbangan, Pon justru memilih Unpar sebagai tempat menimba ilmu.

Menjalani profesi sebagai arsitek yang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil benar-benar memberikan kebahagiaan bagi Pon. Perjalanan panjang karier telah dilalui Pon, dan begitu banyak gedung dan rumah yang dibangun lewat rancangannya. Pon yang selalu membangun mesjid di daerah yang ia datangi seusai menyelesaikan proyek, memilih untuk berkonsentrasi mengembangkan arsitektur menggunakan bambu. “Karena saya yakin, bambu bisa memberikan harapan yang besar bagi pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.

Bio Data
Nama lengkap : Ir. Pon Sapriamulya Purajatnika, IAI
Tempat / tanggal lahir : Tasikmalaya, 29 Oktober 1961
Jenis kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Keahlian : Arsitek

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL
Tahun 1987 : Lulus Sarjana ( S1 ) Pada Fakultas Teknik
Arsitektur Universitas Parahiyangan Bandung.

PENGALAMAN KERJA
1984 : Site Manager pada Pelaksanaan Hotel Anggrek di Bandung
1984 – 1986 : Asisten Perencana dan Perencana PT. Habitat 76 Bandung (Konsultan )
1987 – 1988 : Sebagai Arsitek Freelance
1988 – 1990 : Direktur PT. ARSIPERFEKTA, Bandung ( Konsultan )
1991 s/d sekarang : Direktur Utama PT. NIKONA ( Konsultan )
Organisasi Profesi
1991 s/d Sekarang : Anggota Profesional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
2002 s/d Sekarang : Sekretaris Jenderal Masyarakat Konsultansi Indonesia (MKI)
2002 s/d 2005 : Bidang Pengabdian Profesi & Hubungan Masyarakat Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) Jawa Barat.
2002 s/d 2005 : Koordinator Komite Bidang V : Pendidikan, Kesehatan dan Kependudukan INKINDO Jawa Barat.
2003 s/d 2008 : Ketua Bidang Perusahaan di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ( LPJK ) Daerah Jawa Barat.
2005 s/d 2008 : Ketua I Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) Jawa Barat Masa Bakti 2005 – 2008.
2008 s/d 2011 : Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) Jawa Barat Masa Bakti 2008 – 2011.
2011 s/d 2014 : Ketua Kehormatan Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) Jawa Barat Masa Bakti 2011 – 2014

Komunitas Cinta Bambu

Link Komunitas Cinta Bambu di facebook : http://www.facebook.com/KomunitasCintaBambu

Pustaka Bambu

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber: http://media.kompasiana.com/ 20 January 2011 

e-book BAMBU .. yang didedikasikan pada BAMBU & bisa menyimpan dokumen apapun dalam bentuk digital .. semoga memberikan manfaat bagi masyarakat BAMBU.

pustaka tentang bambu dalam format digital, kontribusi aktif masyarakat bambu dinantikan …
silahkan KlikDisini: http://tinyurl.com/BambooFile

Pembibitan Bambu dengan Cara Stek

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber:  http://green.kompasiana.com/ 21 January 2011 

Menanam bambu dengan cara stek merupakan salah satu metode propagasi bambu yang paling disukai karena cepat, sederhana, ekonomis, dan tidak memerlukan banyak ruang.

Jenis bambu berdinding tebal seperti betung memiliki cabang utama menonjol. Cabang-cabang dapat diekstraksi tanpa merusak rumpun induk dan merupakan bahan tanam yang sangat baik.

Cabang yang sesuai untuk bibit sebaiknya dipotong ketika usia masih relatif muda (1-2 tahun) untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Pemotongan Bambu

* Pilih batang yang memiliki kematangan menengah dan potong dari cabang utama. Buang bagian atas dengan meninggalkan 2-3 node . Potongan bambu ini biasanya sekitar 30cm panjang.

* Atau (untuk memberikan hasil yang lebih cepat) mencelupkan potongan bambu dalam campuran pengatur hormon pertumbuhan atau rooting selama 24 jam, dan tutup ujung dipotong atas dengan lilin untuk mencegah pengeringan.

* Tanam potongan-potongan bambu tersebut secara vertikal (lebih disukai di sudut sedikit), baik di polybag dengan menempatkan sedemikian rupa sehingga rhizomatous satu node berada di bawah permukaan tanah dan setidaknya satu atau dua buku di atas permukaan.

* Letakan polybag dibawah naungan paranet (jaring naungan agro memberikan naungan 75%) dan siram air secukupnya setiap hari.

* Tumbuhnya tunas pertama dan perakaran mungkin akan muncul 3-5 minggu setelah tanam. Namun Anda harus menempatkan bibit tanaman bambu tersebut di polibag selama 6 bulan maksimal 1 tahun sampai sepenuhnya berakar. Tanaman bambu yang baru tersebut akan siap untuk tanam pada musim hujan berikutnya.

Budidaya Bambu Bisa Dilakukan pada Lahan-lahan Marginal dan Tidak Produktif

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber:  http://green.kompasiana.com/ 27 January 2011 

1. Bagi yang ingin mencari bibit bambu dengan kualitas seragam (sistem kultur jaringan) silahkan menghubungi Bamboo Verde, sebuah perusahaan yang khusus bergerak dalam pembuatan bibit bambu.

2. Bagi yang berminat menanam/membudidayakan bambu, populasi per ha bisa anda pakai 500-550 bibit/ha, menggunakan sistem untu walang (jawa), atau zigzag, karena sekaligus akan sangat bermanfaat untuk konservasi air dan tanah diluar sisi ekonomis yang akan diraih.

3. Bagi yang ingin membudidayakan dalam satuan luasan skala luas, pembuatan bibit akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan sistem vegetatif, sehingga akan memiliki waktu yang relatif pendek untuk siap diproduksi. Namun bila ingin dijadikan tabungan plasma nutfah jangka panjang, asal bibit dari generatif akan lebih pas karena umur tanaman mulai dari nol, sehingga akan memiliki masa yang sangat panjang umurnya sebelum mati (30 – 100 th lebih).

Salam sukses: Ir. Andrey Subiantoro
merapiku2911mt[at-sign]gmail.com

Membuka Rumpun Bambu

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber:  http://green.kompasiana.com/04 February 2011 

Rumpun bambu yang dikelola dengan baik akan terlihat terbuka dan sehat sehingga memudahkan kita untuk memilih dan menata mana bambu yang siap dipanen dan mana yang masih muda. Rumpun yang tidak dikelola akan terlihat padat dan semrawut, sulit untuk memilih dan mencapai mana batang yang siap dipanen, dan sering ada batang yang mati atau kering di tengah rumpun. Situasi seperti ini akan menyulitkan kita ketika memanennya.

Langkah pertama dalam mengelola rumpun adalah dengan memotong semua batang yang sudah tua atau mati. Ini memang sulit dilakukan karena letaknya kadang di tengah-tengah rumpun. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memotong satu sisi rumpun hingga ke tengahnya, kemudian memotong batang yang tua atau mati. Potonglah sedekat mungkin dengan permukaan tanah. Ini akan menciptakan bentuk yang memungkinkan kita untuk memanen batang yang tua dari tengah rumpun tanpa merusak tunas baru yang biasanya berada di luar rumpun.

sketsa: permakultur

Tanaman Hias Bambu yang Cantik

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber: http://green.kompasiana.com/07 Maret 2011 

Tanaman yang berasal dari China, serta berjuluk yellow running bamboo ini memiliki warna bulu kuning emas.

Batangnya juga berwarna kuning emas, sehingga bisa memberikan aksen warna pada taman atau pekarangan rumah.

Percabangan tanaman muncul pada ruas-ruas di bagian atas, sehingga batangnya akan terlihat nyata.

Anda bisa menanamnya secara berderet sebagai pagar, pengarah jalan, sisi-sisi dinding, atau penghubung antargedung.

Tinggi tanaman sekitar 4-9 meter, dengan diameter buluh 5-8 cm, panjang 12 cm, serta lebar 2 cm.

© 2011 Bambu Tanaman Hias

Jasa Bambu untuk Lingkungan

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber: http://green.kompasiana.com/04 April 2011 

foto: Dedi

Sejak zaman jepang, hutan bambu sudah dipromosikan di Jawa. Sebab bambu cepat tumbuh. Perkembangannya dapat diamati setiap hari. Dalam seminggu bisa mencapai 4 meter. Bayangkan, sehari semalam tumbuh 60 cm. Saya paling senang melihat rebung bertumbuhan di depan mata. Begitu cepat. Berpacu menyelamatkan dunia. Memberikan yang terbaik, terindah dan terkuat. Rupanya bambu mengerti bahwa sebaik-baik makhluk hidup, adalah yang paling banyak manfaatnya.

Setiap 2.000 batang bambu ternyata bisa meningkatkan debit sumber air sekian liter per detiknya. Jadi berapa rupiah nilai sebatang bambu? Kalau sudah mati, ditebang untuk tangga, paling hanya Rp. 60.000 tiap dua batang. Namun, pada waktu hidup, setiap bambu tidak ternilai harganya.

Itulah fungsi bambu, yang ternyata juga menjadi sumber kehidupan. Bambu memang bukan hanya sumber ekonomi, sumber pangan, sumber ilmu pengetahuan, dan sumber kebudayaan.

© 2011 Eka Budianta

5 Responses to “Komunitas Cinta Bambu”

  1. sugiono Says:

    Dear penggemar bambu…

    Saya minta tolong minta no tlp yg bisa menghubungi penjual bambu.trims

  2. sugiono Says:

    Dear penggemar bambu

    Tolong bisa bantu untuk pembelian bambu Contact personnya,untuk daerah jawa barat.trims

  3. Asep Deni Says:

    bagi yg minat usaha bambu laminasi dan membutuhkan lem perekat yang murah dan handal tahan cuaca dan air silahkan hub.085221785203

  4. maya Says:

    Dear penggemar bambu,
    Saya menanam bambu kuning di halaman depan rumah saya. Yg mau saya tanya, benarkah pohon bambu kuning ini dapat memanggil atau menjadi tempat berkumpulnya ular-ular. Terima kasih.

  5. Purdianto Says:

    Saya mau memulai usaha pengolahan bambu boleh saya minta rujukan dimana dan sama siapa saya harus bertemu dengan pemilik lahan bambu terbesar di jawa barat, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: