Morisco

Biografi Prof. Dr. Ir. Morisco

Sumber: http://www.moriscobamboo.com/ 

Lahir di Solo pada tanggal 8 Februari 1945. Pendidikan mulai SR Negeri 29, kemudian SMP Nasional dan SMA Negeri I, semuanya diselesaikan di kota kelahirannya. Seterusnya ia melanjutkan ke Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mencapai derajad Insinyur, dan derajad Doktor di bidang Teknik Struktur diperoleh dari City University London. Sejak 1975 peneliti menjadi Dosen Tetap pada Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Jabatan yang pernah dipegang adalah Kepala Laboratorium Mekanika Bahan PAU Ilmu Teknik UGM (1987 – 1994), Kepala Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM (1988 – 1994), Dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram NTB (1994 – 2000), kembali menjadi Kepala Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM (2002 – sekarang), Pengelola Program S2 Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM (2003 – 2006). Peneliti merintis berdirinya magister Teknologi Bahan bangunan UGM pada tahun 2004 dan sampai sekarang menjadi pengelola program tersebut.

Penelitian tentang bambu dimulainya pada tahun 1993 dan berlanjut sampai sekarang. Dalam penelitian yang dijalankan, telah berhasil dikembangkan Cara Penyambungan Bambu dengan Pengisi (1993) yang telah dipresentasikan dalam forum Seminar Bambu Internasional (1995), Alat Pengawetan bambu dengan Tekanan (1998) yang memperoleh sertifikat paten pada tahun 2004, Pelat Dinding Beton Pencetak dengan Tulangan Bambu (paten 2005), Bambu Laminasi (2004) dalam bentuk papan yang dapat diaplikasikan untuk dinding, penutup lantai, daun pintu, serta mebel. pengembangan Bambu Laminasi dalam bentuk balok dapat diaplikasikan untuk kusen, batang-batang struktural yang mampu memikul momen, gaya aksial dan lateral. Beberapa paten yang lain juga sudah didaftarkan, kini masih dalam proses pemeriksaan

PENGANTAR

Sumber:http://www.moriscobamboo.com/artikel_02.html   

Kebutuhan kayu perumahan dan mebel semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk. Kayu juga dipakai oleh pemerintah sebagai penghasil devisa. Ditambah dengan merebaknya illegal loging, maka di Indonesia telah terjadi kerusakan hutan yang sangat parah dan mengganggu kelestarian lingkungan hidup. Untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai salah satu komponen lingkungan hidup yang terjamin kelestariannya, maka langkah yang perlu dilakukan adalah menghentikan penebangan kayu hutan dan melakukan reboisasi sampai hutan kembali sehat dan mencapai keseimbangan. Dalam hal ini, tentunya terlebih dahulu perlu dicari bahan lain untuk menggantikan kayu sebagai bahan bangunan maupun mebel.

Bambu mempunyai banyak keunggulan untuk dijadikan pengganti kayu sebagai bahan bangunan serta mebel. Bambu mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Untuk melakukan budidaya bambu, tidak diperlukan investasi yang besar, setelah tanaman sudah mantap, hasilnya dapat diperoleh secara menerus tanpa menanam lagi. Budidaya bambu dapat dilakukan sebarang orang, dengan peralatan sederhana dan tidak memerlukan bekal pengetahuan yang tinggi. Sayangnya pada saat gencar-gencarnya gerakan PKK, bambu tidak boleh tumbuh di halaman dengan alasan untuk kebersihan.

Bambu dapat tumbuh di lahan sangat kering seperti di kepulauan Nusa Tenggara atau di lahan yang banyak disirami air hujan seperti Parahiyangan (Salim, 1994). Bambu mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat, berbeda dengan pohon kayu hutan yang baru siap tebang dengan kualitas baik setelah berumur 40–50 tahun, maka bambu dengan kualitas prima dapat diperoleh hanya pada umur 3 — 5 tahun. Tanaman bambu mempunyai ketahanan yang luar biasa. Rumpun bambu yang telah dibakar, masih dapat tumbuh lagi, bahkan pada saat Hiroshima dijatuhi bom atom sampai rata dengan tanah, bambu adalah satu-satunya jenis tanaman yang masih bertahan hidup.

Bambu mempunyai kekuatan cukup tinggi, kuat tariknya dapat dipersaingkan dengan baja. Sekalipun demikian kekuatan bambu yang tinggi ini belum dimanfaatkan dengan baik karena biasanya batang-batang struktur bambu dirangkaikan dengan pasak atau tali yang kekuatannya rendah.

Bambu berbentuk pipa sehingga momen kelembamannya tinggi, oleh karena itu bambu cukup baik untuk memikul momen lentur. Selain itu bambu mempunyai kelenturan yang tinggi. ditambah dengan sifat bambu yang elastis, struktur bambu mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap angin maupun gempa.

Kegunaan bambu untuk memenuhi hajat hidup manusia sangat banyak sekali, antara lain sebagai bahan bangunan rumah di pedesaan. Biasanya di pedesaan orang masih mempertahankan beberapa rumpun bambu sekedar untuk jaga-jaga sebagai bahan untuk perbaikan rumah bila sewaktu-waktu rusak. Sebagai perabot rumah tangga bambu dijumpai sebagai meja, kursi, dipan, kap lampu, dekorasi, serta peralatan dapur. Selain itu bambu juga dapat dipakai sebagai penyalur air minum ataupun air pengairan, jembatan ringan, bahan kertas, bahan makanan, bahan kerajinan tangan, dan alat musik.

Sekalipun bambu mempunyai banyak keunggulan, namun pemanfaatannya saat ini masih jauh dari optimum, karena pada umumnya pemakaian bambu masih secara tradisional. Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM telah melaksanakan banyak penelitian tentang bambu, banyak paper telah ditulis, namun minat masyarakat masih sangat kurang. Bahkan yang sudah membaca hasil-hasil penelitian itu masih ragu untuk memakainya sebelum melihat contoh-contoh yang riil. Hal ini mendorong kepada penulis untuk menyajikan satu leaflet/katalog yang memperlihatkan gambar-gambar contoh yang menunjukkan aplikasi hasil-hasil penelitian itu.

TEKNIK PENGAWETAN

Sumber: http://www.moriscobamboo.com/artikel_03.html 

Nosle untuk proses pengawetan bambu dengan tekanan.
(Paten Sederhana, 2004)

BAMBU SEBAGAI TULANGAN

Sumber:  http://www.moriscobamboo.com/artikel_04.html 


Dinding pelat beton pracetak dengan tulangan bambu, Paten Sederhana 2005 (Program Relevansi Pendidikan Fakultas Teknik Universias Mataram, 1998)

SAMBUNGAN MORISCO (1994)

Sumber: http://www.moriscobamboo.com/artikel_05.html   

Sambungan tipe ini mengunakan plat buhul baja, baut dan pengisi rongga berupa kayu  atau semen pasir pada joint, telah diuji dilaboratorium dan ditemukan formula kekuatannya.

Kekuatan bambu secara maksimal dapat dimanfaatkan, telah diujicobakan antara lain jembatan dengan bentang 12 meter dari bambu galah, diameter 7 – 8 cm, mampu memikul 3 mobil kijang.

Kuda-kuda dengan bentang 6 meter dari bambu wulung, diameter 7 cm, mampu menahan beban 4 ton.

Desain jembatan bambu (Sponsor PT PP- Mataram

Kuda-kuda bambu “Knock Down”

Sambungan dengan papan dan perekat (Paten Sederhana, 2005)

PORTAL BAMBU TAHAN GEMPA UNTUK SEKOLAH

Sumber:http://www.moriscobamboo.com/artikel_06.html  

Program Hilink-JICA (2006)

TEKNOLOGI BAMBU LAMINASI

Sumber:http://www.moriscobamboo.com/artikel_07.html   

Keterangan gambar : Uji lentur balok laminasi (Hibah penelitian Inovasi Potensial Paten UGM, 2006)

Bambu dengan bentuk aslinya yang berongga, tidak prismatis, serta tampangnya yang tidak berupa lingkaran sempurna cukup sulit untuk dirangkaikan. Namun demikian, teknik perekatan memungkinkan penggabungan antara beberapa elemen dengan tampang empat persegi panjang menjadi satu kesatuan. Dalam hal ini terlebih dahulu bambu dipotong-potong menjadi berbentuk batang prismatis dengan tampang empat persegi panjang. Setelah itu elemen-elemen ini diolesi dengan perekat dan dikempa menjadi papan atau balok. Mengingat gabungan elemen-elemen itu terbentuk dari beberapa lapis, papan dan balok yang dihasilkan disebut dengan papan/balok lapis atau papan/balok laminasi.

Papan laminasi yang memiliki serat sangat indah ini sangat baik sebagai bahan baku untuk pembuatan dinding, penutup lantai, daun pintu serta mebel.

Sedang balok dapat dipakai sebagai komponen konstruksi bangunan, kusen, dll. Mataram, 1998)

SERTIFIKAT HAK PATEN

Sumber: http://www.moriscobamboo.com/artikel_08.html

BERBAGAI PENGEMBANGAN PRODUK

Sumber:http://www.moriscobamboo.com/artikel_09.html   

Penggunaan bambu laminasi dalam berbagai kebutuhan seperti industri mebel menjadi salah satu solusi atas permasalahan semakin langkanya pasokan kayu bagi perajin mebel di tanah air yang permintaannya senantiasa meningkat. Dalam rangkaian penelitian ini telah diaplikasikan pada berbagai bidang antara lain pada bidang konstruksi dan mebel. Khusus untuk pembuatan mebel membutuhkan balok dan papan laminasi.

Mebel berbahan baku bambu laminasi memiliki keunikan tersendiri yang terekspos dari serat dan ruasnya. Alur serat yang simetris menciptakan nuansa seni yang unik pada interior rumah.

Berbagai jenis produk berbahan bambu laminasi, dapat dilihat pada halaman ini.

Keterangan gambar : Jussuf Kalla, Wakil Presiden RI didampingi Prof. Dr. Ir. Morisco tampak mencermati serat bambui laminasi dalam Pameran Teknologi & Industri yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta, 22 September 2006.

PRODUCT GALLERY

Sumber:  http://www.moriscobamboo.com/gallery.html 

 

Bambu Bagi Kesejahteraan dan Kelesatarian Lingkungan 

Sumber: http://ugm.ac.id/ 29 November 2006

Sekalipun bambu memiliki banyak keunggulan, sampai saat ini pemanfaatannya belum optimum, karena pemakaiannya masih menggunakan cara-cara tradisional. Banyak penelitian tentang bambu yang telah dilakukan Jurusan Teknik Sipil FT UGM. Bahkan banyak paper ditulis dan dihasilkan, namun minat masyarakat terhadap bambu masih sangat kurang.

Demikian pernyataan Prof Dr Ir Morisco saat mengucap pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UGM, di Balai Senat, Kamis, (29/11). Pria kelahiran Solo 8 Februari 1945 ini, menyampaikan pidato berjudul “Pemberdayaan Bambu Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Lingkungan”.

“Bahkan yang sudah membaca hasil-hasil penelitian bambu masih ragu untuk memakainya, sebelum melihat contoh-contoh yang riil”, ujar Prof Morisco.

Baginya, penggunaan bambu laminasi untuk berbagai kebutuhan seperti industri mebel, merupakan salah satu solusi atas berbagai permasalahan semakin langkanya pasokan kayu. Hasil penelitian bambu laminasi telah diaplikasikan di berbagai bidang, antara lain bidang konstruksi dan mebel. Khusus untuk pembuatan mebel sangat membutuhkan balok dan papan laminasi.

“Mebel berbahan baku bambu laminasi memiliki keunikan tersendiri, yang terekspos dari serat dan ruasnya. Alur serat yang simetris menciptakan nuansa seni yang unik pada interior rumah,” tambah peraih doktor Bidang Teknik Struktur dari City University London. (Humas UGM)

Pemberdayaan Bambu Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Lingkungam

Oleh: Prof.  Ir. Morisco PhD

Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada

Download file: 1058_pp0911228    

‘Profesor Bambu’ Berpulang 

Sumber: http://ugm.ac.id/ 25 Agustus 2011

YOGYAKARTA – Suasana duka menyelimuti civitas akademika UGM. Salah satu putra terbaiknya telah berpulang. Ia adalah Prof. Ir. Morisco, Ph.D., yang dikenal sebagai salah satu pakar bambu di Indonesia. Guru Besar Fakultas Teknik ini meninggal dalam usia 66 tahun pada hari Rabu, 24 Agustus 2011 pukul 22.15 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, setelah selama 4 minggu dirawat.

Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka cita atas berpulangnya almarhum. Semasa hidupnya, Prof. Morisco banyak melakukan penelitian tentang bambu. Dalam pidato pengukuhan guru besarnya, disampaikannya tentang pemberdayaan bambu untuk kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan. “Untuk mengatasi kebutuhan kayu dan mebel, dibutuhkan bahan lain pengganti kayu. Bambu sebagai pilihan karena mudah ditanam dan memiliki kekuatan yang hampir sama dengan baja,” kata Rektor dalam upacara penyemayaman jenazah di Balairung UGM, Kamis (25/8).

Morisco dilahirkan di Solo, 8 Februari 1945. Pendidikannya dimulai di SR Negeri Purwoprajan Solo (1957), SMP Nasional Solo (1961), dan SMAN 1 Solo (1964). Kemudian, pendidikan sarjana teknik sipil ditempuhnya di UGM hingga lulus pada 1975. Gelar doktor diraih di City University, London, UK, tahun 1986. Selama berkarier, Morisco pernah menjadi Dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram (1988-2000), Pengelola Program S-2 Teknik Sipil UGM (2002-2006), dan terakhir menjabat Kepala Laboratorium Teknik Struktur, Jurusan Teknik Sipil UGM, sejak 2002. Dalam keanggotaan asosiasi profesi, Morisco aktif dalam Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) dan Pecinta Bambu Indonesia (Perbindo).

Penelitian tentang bambu sudah dimulainya pada tahun 1993 dan berhasil memperoleh hak paten. Morisco berhasil mengembangkan cara penyambungan bambu dengan pengisi, alat pengawetan bambu dengan tekanan, pelat dinding beton pracetak dengan tulangan bambu, dan bambu laminasi. Khusus utnuk bambu laminasi, dalam bentuk balok dapat diaplikasikan untuk kusen. “Semoga sumbangsih, keteladan, dan keluhuran almarhum bisa menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Semoga murid-muridnya bisa meneruskan dan menginspirasi keilmuannya secara berkelanjutan,” pungkas Rektor. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: