Berita

Desember 2011 

Wagub Jabar Menanam Bambu Bahan Angklung

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/ 18 Desember 2011 

CECEP S.A/”PRLM”
WAKIL Gubernur Jabar, Dede Yusuf, menanam bibit pohon bambu untuk Angklung di rest area Urug Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya, Minggu (18/12).*

TASIKMALAYA, (PRLM) .- Masyarakat masih kurang peduli untuk   menanam pohon bambu, sehingga penggunaan bambu masih sebatas untuk kebutuhan rumah tangga saja. Padahal bambu mempunyai nilai multiguna, seperti untuk menyerap air, penahan longsor alami, karena kebanyakan tumbuh di lereng-lereng bukit atau gunung.

Wagub Jabar, Dede Yusuf mengatakan hal itu pada acara penanaman bambu untuk bahan angklung di tempat peristirahatan (rest area) Urug Kec. Kawalu kota Tasikmalaya, Minggu (18/12).

Menurut Dede Yusuf, bambu di Jabar ada 73 jenis, namun demikian bambu tak pernah ditanam langsung oleh masyarakat, dan tak pernah dibudidayakan. “Padahal kegunaannya sungguh luar biasa untuk angklung, calung, alat rumah tangga, dll. Untuk itu, saya mengajak warga Tasikmalaya untuk menanam bambu. Yang paling penting menjaga kelestariannya. Di Sumatera Selatan dan Kalimantan saja mereka mengimpor bibit bambu dari Malaysia dan Jogyakarta, hanya untuk menanam bambu. Bambu itu mereka tanam di antara areal kelapa sawit untuk menampung air,” katanya. (A-14/A-88)***

Februari 2012 

Musik bambu iringi TOMPI, JUDIKA, dan GLEN FREDLY di UPI Bandung

Oleh Tiara Syahra

Sumber: http://bisnis-jabar.com/ 13 Februari  2012 

BANDUNG (bisnis-jabar) : Mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung akan menggelar konser bertajuk Sadabamboo Soulnation di El Dorado, Jalan Setiabudi Bandung pada Minggu 22 Februari mendatang.

Acara ini merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Seni Musik dengan tema yang berbeda setiap tahunnya.

Bendra Angrenaswara, panitia acara itu, mengatakan gelaran tahun ini akan menghadirkan kolaborasi instrument musik bambu seperti angklung, karinding, suling , dan lainnya dengan instrument musik modern.

“Konser tahun ini diadakan oleh angkatan 2008, temanya kolaborasi musik bamboo dengan musik modern, seluruh lagu yang dibawakan bintang tamu akan diiringi oleh alat musik bambu seperti angklung dan karinding,”ungkapnya hari ini ketika dihubungi bisnis-jabar.com, hari ini.

Bendra menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan sejak November 2011. Mereka akan menunjukkan kebolehan mereka memainkan alat musik bambu dan berkolaborasi dengan musik orkestra yang akan mengiringi para bintang tamu seperti Tompi, Judika, Glen Fredly, Risa Saraswati dan masih banyak lagi.

Menurut Bendra, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan dan mengajak anak muda untuk mencintai musik tradisional Sunda yang ternyata tidak kalah jika dibandingkan dengan musik-musik saat ini. Selain itu juga Sadabamboo Soulsensation ingin memberikan pesan untuk melestarikan lingkungan.

“Alat musik yang dipakai untuk konser ini adalah bamboo yang berasal dari alam, kami juga ingin memberikan pesan agar anak muda mau melestarikan lingkungan,”tambahnya.

Tiket Sadabamboo Soulsensation sendiri mulai dijual hari ini (13/2) di kampus UPI. Harga tiket untuk kelas II berharga Rp35.000, Rp50.000 untuk kelas I, dan Rp75.000 untuk kelas VIP.(yri)

April 2012

Angklung interaktif pikat World Bamboo Congress ke-15 Belgia

Sumber:  http://www.antaranews.com/ 18 April 2012 

London (ANTARA News) – Musik angklung Indonesia yang menghadirkan lagu Indonesia, klasik Eropa dan pop dunia memikat ratusan peserta World Bamboo Congress (WBC) ke-15 yang tampil dalam dua kesempatan, di Antwerpen, Belgia, baru baru ini.

Peserta pameran memperagakan alat musik Angklung Tra-Digi karya putra bangsa di arena pameran Kridaya 2011 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (3/8). Alat musik Angklung Tra-Digi merupakan sebuah alat musik perpaduan antara alat musik tradisional Indonesia Angklung dan teknologi digital, di mana alat musik Angklung dapat bermain sendiri dengan bantuan teknologi komputerisasi. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/11)

Secara spontan, tim angklung juga berkolaborasi dengan personil kelompok musik Take Dake dari Jepang yang memainkan alat musik perkusi dari bamboo, ujar Minister Counsellor KBRI Brusel , Palupi Mustajab kepada ANTARA London, Rabu.

Penampilan tim angklung i-kreasindo dalam WBC ke-15 adalah wujud kerjasama antara KBRI Brussel dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dalam menunjukkan kepada publik Eropa tentang kebudayaan Indonesia terkait dengan penggunaan bambu untuk alat-alat seni yang mengesankan.

Tim angklung i-kreasindo dari Bandung beranggotakan Ika (konduktor), Ade (bass), Angga (rebana), Deki (angklung melodi), dan Dwiyana (angklung rhythm).

Peserta WBC ke-15 semakin terpukau saat berkesempatan untuk memainkan instrumen musik dari bambu yang menjadi bagian Intangible Cultural Heritage of Humanity tersebut.

Mengikuti aba-aba dari konduktor, peserta WBC dengan antusias memainkan angklung dalam berbagai lagu secara interaktif. Ratusan angklung yang dibagikan kepada peserta yang memenuhi lokasi pertunjukan dimainkan bersama dengan iringan rebana dan gitar.

Selain dalam acara WBC ke-15, pertunjukan angklung juga tampil dalam acara jamuan makan malam Dubes Arif Havas Oegroseno dengan organisasi Kiwanis Oostende Noordzee yang diadakan di KBRI Brussel.

Sambutan meriah anggota Kiwanis Oostende Noordzee yang hadir malam itu diberikan kepada tim angklung Indonesia. Kehadiran tim angklung juga dimanfaatkan KBRI Brussel memberikan pelatihan singkat “training for trainers”. (ZG)  Editor: B Kunto Wibisono

Wukir Suryadi, Nyanyian Merdu dari Sebilah Bambu

Sumber: http://malangraya.web.id/  13 Mei 2012 

Wukir Suryadi, seniman yang terkenal dengan permainan bambu wukir-nya kembali tampil di Malang. Pria berambut gondrong ini kemarin memukau ratusan penonton dalam pentas ber tajuk Ethnicphoria, di Graha Cakrawala, UM.

Wukir Suryadi beraksi memainkan musik-musik etnik dengan bambu wukir-nya

Dengan alat musik yang secara fungsional mirip dengan gitar dan sasando itu, musisi asal Malang ter se but menampilkan beberapa kom posisi musik yang pada setiap komposisinya berhasil menyuguhkan musikalitas berbeda. Bahkan, seorang pengunjung sempat merinding ketika mendengarkan salah satu lagunya.

“Ini musik apa ya? Pas malam jumat lagi, keren sih, unik, tapi serem,” ujar Kartika. Dia tertegun me nyaksikan performa Wukir dengan dua bambunya. Sesekali dia mengabadikan momen saat Wukir menggesek alat musik itu.

Bambu wukir memiliki bentuk yang unik, terdapat dua string senar dan iratan bambu. Ada se belas string yang dipasang lengkap dengan alat stemnya. Sementara, string iratan bambu berjumlah sembilan. Untuk menghubungkan ke penguat suara atau amplifier, cukup dipasang kabel yang ujungnya disa tukan dengan string bambu melalui tutup botol. Cara memainkannya pun bisa digesek atau dipetik.

Bersama Rully Sabhara, teman duet nya, pria kelahiran Malang, 27 Desember 1977 itu membawakan beberapa tembang. Di antaranya, Senyawa, Hujan, Sisa, dan Pasca. Suasana menjadi mencekam saat Rully bernyanyi sambil mengenakan topeng dan membawa dupa.

Aksi Wukir kemarin merupakan puncak dari acara Ethnicphoria yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-58 Legato (himpunan mahasiswa jurusan sastra Inggris) UM. (vic/nen/radarmalang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: