Berita Arang Bambu

Agustus 2010

Kornita Tekuni Pembuatan Arang Bambu

Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/   12 Agustus 2010 

DRAMAGA – Utusan SMA Sakado Tsukuba Jepang Yoshi Tatemoto kembali berkunjung ke SMA Kornita di lingkungan kampu IPB Dramaga, kemarin. Kedatangan mereka bersama rombongan dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dalam rangka Visit to School, yang juga disponsori PT Super Wahana Techno (SWC) Pristine.

Kepala SMA Kornita Subagio mengatakan, kunjungan ini merupakan lanjutan dari berbagai kegiatan dan program yang dirintis sejak dua tahun lalu.

“Program dan kegiatan tersebut memfokuskan kerjasama di bidang pendidikan lingkungan hidup,” ujarnya.

Dia menuturkan, salah satu program yang merupakan hasil kerjasama Sakado Tsukuba dengan Kornita adalah pembuatan arang dari bahan baku bambu. Diharapkan tenaga baru ini dapat menjadi pengganti kayu bakar maupun arang pada umumnya.

“Selain murah, arang bambu ini tahan lama dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Dalam kunjungan kali ini, puluhan siswa SMA Kornita juga mendapat pengetahuan tentang taman nasional dari perwakilan TNGP. Juga tentang 3R (reduce, reuse, recycle) dan implementasinya, dengan membuat tirai dari bahan plastik bekas, jus antistres serta kain multiguna (furoshiki).

Sementara itu, dari Yoshi Tatemoto, selain memperagakan kaligrafi Jepang, juga menyampaikan kelanjutan kerjasama terutama tentang 3R. Di akhir kunjungan, disepakati pula program Sisters School, yang memberi kesempatan pertukaran bagi siswa dan guru kedua sekolah.(*/rur)

Juni 2011 

Arang Bambu, Peluang bisnis dengan Harga Jual yang luar biasa

Sumber: http://id.shvoong.com/ 21 Juni 2011    

Selama ini potongan-potongan bambu limbah dari kerajinan mebel dan penganyaman gedhed, hanya jadi bahan bakar. Padahal, limbah bambu tersebut punyai nilai ekonomi yang menggiurkan, bila diolah menjadi arang.

Sebuah kelompok kegiatan bernama Omah Areng dusun Kamal Kulon Margomulyo Sayegan Sleman, tergerak mempelopori pengolahan limbah bambu menjadi arang ajaib. Kelompok yang berdiri pada bulan Mei 2009 itu, mampu menangkap peluang arang bambu menjadi bisnis yang berprospek cerah.

Limbah bambu yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, disulap menjadi barang unik sekaligus menarikd an memiliki banyak kegunaan. Arang bambu bisa menetralkan bau ruangan, termasuk kamar mandi.

Menghilangkan bau apek pada lemari pakaian, menetralisir bau pada kulkas, menambah kandugnan mineral paa air, membuat pulen nasi, menyerap bau rokok di dalam ruangan serta mengurangi radiasi pada alat-alat elektronik seperti komputer dan televisi.

“Semua manfaat arang bambu sudah teruji secara ilmiah pada uji laboratorium universitas Gajah Mada,” ungkap Hidayat (30), sekretaris Omah Areng.

Menurut Hidayat, dengan hasil laborat yang menunjukkan arang bambu punya banyak manfaat. Hal tersebut membuat kelompok kegiatannya untuk berani dalam memproduksi serta memasarkan produk berbahan baku limbah kerajinan tersebut.

Apalagi sudah terbukti, arang bambu memiliki kemampuan untuk menjernihkan minyak goreng yang sudah dipakai beberapa kali. Caranya, arang bambu dimasukkan dalam minyak yang akan diguankan untuk menggoreng. Maka minyak akan tahan lama beningnya dan tidak akan buthek.

Membuat arang bambu, pada prinsipnya sama seperti membuat arang kayu. Sedikit pembedanya pada cara agar arang yang dihasilkan mempunyai multiguna.

Ada dua bentuk arang bambu : keping dan bumbung. Untuk bentuk arang keping yang diproduksi Omah Areng, ukuran panjangnya 10 cm, lebar 5 cm. Sedangkan bentuk bumbung, panjang 10 cm dan berdiameter 7 cm.

Bambu yang sudah dipotong sesuai ukuran, dibersihkan. Setelah itu dimasukkan oven atau tungku pembakaran. Oven terbuat dari drum.

“”Sementara ini kita baru punya dua tungku oven. Jadi untuk jenis keping bisa dipenuhi dengan kapasitas sebesar dua ribu. Sedangkan untuk jenis bumbung sekitar 700 batang,” kata Hidyaat yang mengaku lulusan STM 2 Yogyakarta.

Proses pembakaran sangat menentukan bagus dan tidaknya hasil. Dalam proses ini api dijaga betul derajat kepanasannya. Jangan sampai padam sebelum proses pembakaran sempurna.

Maret 2012

Pemakaian Arang Bambu di Afrika lebih Baik dari Kayu 

Sumber:  http://kotakitaku-tamanbambunusantara.blogspot.com/ 24 Maret 2012

Masalah deforestasi (penggundulan hutan) sering dikaitkan dengan peningkatan urbanisasi, peningkatan industri dan jumlah penduduk .Padahal masalah yang sederhana yaitu keperluan kayu untuk

memasak setiap hari di pedesaan juga bisa menyebabkan deforestasi . Di banyak daerah pedesaan Afrika, memasak dilakukan dengan kompor berbahan bakar kayu sederhana, apakah itu untuk memasak makan malam atau untuk menyiapkan air mendidih untuk minum, kompor kayu akan selalu digunakan terus menerus.
J. Coosje Hoogendoorn, direktur umum dari Jaringan Internasional untuk Bambu dan Rotan (Inbar), menyatakan arang bambu bisa menjadi jawaban untuk menghentikan deforestasi, setidaknya bisa menggantikan kayu karena bambu bisa hidup terus saat di panen.

Arang bambu seperti arang normal akan memungkinkan untuk membuat api siap dinyalakan dan mudah menyala sesuai kebutuhan. Perbedaan utama antara arang bambu dan arang kayu, bahwa bambu merupakan sumber daya yang berkelanjutan dan terbarukan. Hoogendoorn menyatakan bahwa penggundulan hutan adalah penyebab utama dari pemanasan global dan perlu diamati dari setiap sudut. Menggunakan bambu sebagai alternatif untuk kayu saat memasak adalah salah satu cara untuk usaha menyelamatkan lingkungan.Sumber : International Network for Bamboo and Rattan; bamboobudd

Menurut Hidayat, arang yang bagus itu jika dalam proses pembakaran bisa mencapai kepanasan minimal 150 derajat celcius. Jika bisa melebihi angkat itu tentunya untuk arang akan lebih bagus lagi.

Untuk menjaga stabilnya api, setiap setengah jam dilakukan kontrol dengan termometer. Proses pembakaran untuk mencapai angka 150 derajat membutuhkan waktu sekitar 10 jam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: