Rudy Mulyono Gemilang

Industri Bambu Berbasis Ekonomi Kerakyatan(recovery hutan gundul dengan tanaman bambu)

Oleh: Rudy Mulyono Gemilang

Sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/  21 August 2011 

(DARI DOKUMEN FORUM DISKUSI ‘INDONESIA BARU’)

Ass..Wr. Wb dan Salam Sejahtera buat saudaraku semuanya

Di pagi yang cerah ini saya mau mengajak anda untuk memahami tentang PROGRAM NASIONAL yang harus di buat oleh Pemerintahan SBY, dimana Program itu di beri nama :

… ‘ BAMBU UNTUK INDONESIAKU’

Saudara tau ga sih pohon bambu..? terus saudaraku tau ga sih yang namanya Rebung…? …ternyata kedua nama yang saya sebut sudah tidak asing lagi di telinga anda…..

Baiklah .. selain Kelapa ternyata bambu merupakan pohon yang serba guna sbab selain mudah cara penanaman dan perawatannya serta cepat masa panennya dan yang paling penting bambu merupakan alternatif utama untuk menjadi pengganti Kayu.

Lebih dari itu ternyata PROGRAM NASIONAL BAMBU UNTUK INDONESIAKU bertujuan untuk Recoveri atau penghijauan kembali terhadap hutan-hutan negri kita yang hampir gundul semuanya, kita tau bahwa ternyata para Pengusaha kita hanya bisa menebang kayu seenaknya dan tidak melakukan penanaman kembali untuk melestarikan hutan yang telah mereka kuras hasilnya demi menambah pundi-pundi uang mereka, kalau kata Iwan Fals : ‘Tak ingat rejeki generasi nanti’

Nah di dunia ini terdapat lebih dari 1.250 jenis bambu yang berasdal dari 75 marga dan tersebar di daerah tropis, subtropics, hebatnya lagi Bambu mampu tumbuh di ketinggian o m dpl sampai ketinggian 3.000-4.000 dpl.

Saudaraku di Nusantara tercinta ini terdapat sekitar 125 jenis Bambu yang berasal dari beberapa marga yaitu :

  1. Bambusa
  2. Dendrocalamus
  3. Dinochloa
  4. Gigantochloa
  5. Nastus
  6. Schizostachyum
  7. Phyllosstachys
  8. Thyrostachys

Ditengah krisis Kayu yang melanda di hampir seluruh belahan dunia, Bambu muncul sebagai Icon baru untuk menggantikan kebutuhan akan penggunaan produk-produk industri yang terbuat dari Kayu.

Pada umumnya jenis-jenis yang diperdagangkan adalah jenis bambu yang berdiameter besar dan berdinding tebal.

Jenis-jenis tersebuat adalah :

  1. Bambusa bamboos
  2. Bambusa blumeana
  3. Bambusa Vulgaris
  4. Dendrocalamus asper
  5. Dendrocalamus latiflorus
  6. Gigantochloa apus
  7. Gigantochloa attert

dan banyak lagi yang lainnya, nah saudaraku juga harus tahu bahwa dari semua jenis tersebut ada 5 jenis yang sangat berpotensi untuk di budidayakan secara massal karena akan sangat berguna sekali untuk menunjang industri -industri seperti :

  1. Kertas
  2. Chopstick
  3. Flower Stick
  4. Ply Bammboo
  5. Particle board
  6. Papan semen serat bambu

Kelima jenis tersebut ( Renungkan dan garisbawahi jumlah bambu itu )adalah:

  • Bambosa Vulgaris
  • Dendrocalamus asper
  • Gigantochloa levis
  • Gigantochloa pseudoarundinachea dan Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia..eh salah
  • yang kelima adalah Gigantochloa

Saudaraku jika ditinjau dari aspek PEMANFAATAN INTENSIF, berdasarkan data yang ada potensi pemanfaatan bambu masih di dominasi oleh INDIA dan CHINA dengan luasan sekitar :

I. Cina

  • Luas Hutan Bambu Produktif = 11.7 juta hektar
  • Kapasitas produksi = 9,5 juta Ton/tahun

II.INDIA

  • Luas hutan bambu produktif = 5,1 juta hektar
  • Kapasitas Produkasi = 4,5 juta ton/tahun

Saudaraku sampai saat ini berdasarkan data yang ada pemanfaatan tanaman bambu untuk prodyksi bambu lapis di dominasi… oleh China dan Thailand dengan kapasitas produksi :

  1. = China = 1juta meter kubik/tahun
  2. = Tahiland = 240.000 meter kubik/tahun

Sedangkan pemakaian bambu untuk industri kertas/pulp :

  1. China = skitar 250.000 ton/tahun
  2. India = Skitar 256 rb ton/tahun

Dari produksi Nasional bambu skitar 9.5 juta ton/tahun negara India menggunakan skitar 4,9 jt ton untuk pembuatan kertas, pertanyaannya adalah bagaimana dengan Negara kita …???

Untuk mengatasi permasalahan hutan gundul,kelestarian lingkungan dan mengingat potensi hutam (kayu) semakin langka sedangkan industri kehutanan sudah terlanjur ada dengan kapasitas besar, maka tuntutan pemenuhan bahan baku industri kehutanan menjadi agenda prioritas PENYELAMATAN ASET KEHUTANAN NASIONAL.

Saya tidak mengerti mengapa Pemerintahan SBY tidak mau memperhatikan dengan sungguh-sungguh peran penting tanaman bambu bagi kelestarian dan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri,rumah tangga dan budaya , padahal hal ini sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat kita dan tentu saja hasilnya akan terlihat 5 s/d 8 tahun mendatang, Pada masa Orde Baru sebenarnya sudah dilakukan :

STRATEGI NASIONAL PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN BAMBU SECARA BERKELANJUTAN berikut Acktion Plan-nya, dimana dalam penyusunannya pemerintah melibatkan mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup bapak SARWONO KUSUMAATMADJA.

Saudaraku …Hutan Alam Bambu di Indonesia ada 2,1 juta hektar

dan kebutuhan bahan baku bambu tidak mampu lagi dipenuhi oleh hutan alam bambu dan bambu rakyat, oleh karena itu untuk menunjang kebutuhan bahan baku industri bambu, maka sudah seharusnya Pemerintah segera mencanangkan pengembangan hutan tanaman bambu yang dikelola secara profesional dengan tujuan :

  • Mengidentifikasi dan membedah potensi, hambatan. peluang dan prospek pasar serta kelembagaan pengelolaan tanaman bambu.
  • Membangun kembali lahan tidak produktif menjadi lahan produktif secaramanfaat ekonomi dan lingkungan yang berdasarkan potensi unggulan daerah.
  • Membuka alternatif aktivitas ekonomi bagi masyarakat berbasiskehutanan  berkelanjutan melalui pengusahaan hutan bambu

Sampai disini saya ingin menanyakan apakah saudarku paham tentang hal ini?

saya yakin saudaraku semua adalah masyarakat yang cerdas dan masyarakat yang mau membagikan kecerdasannya pada orang-orang yang ada di sekeliling saudara..

Ok. selanjutnya kita mau membahas tentang manfaat dari Program Nasional Bambu Untuk Indonesiaku” . Manfaatnya adalah :

  • Mampu memulihkan kondisi lingkungan dan ekosistem kawasan dengan berbasis pembangunan kehutanan dan SISTEM EKONOMI KOMUNITAS
  • Memenuhi kebuthan bambu bagi kebutuhan industri bambu
  • Mengembangkan komoditas hasil bambu saebagai aset kehutanan alternatif  dimasa yang akan datang
  • Meningkatkan KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAERAH dengan sistem kelola INTI-PLASMA
  • Membuka lapangan pekerjaan sektor informal dengan menciptakan industri-industri BERBASIS BAMBU yang berskala : kecil, sedang dan besar (NASIONAL/INTERNATIONAL )
  • Memperbaiki fungsi konservasi tanah dan air pada zona-zona lahan kritis dan kawasan reparian  Perlu saya beritahukan bahwa data yang saya berikan ini kemungkinan besar sudah tidak akurat lagi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan Industri bambu dunia,

Akhirnya saya hanya mau mengatakan :

*JIKA MEMANG BENAR DULU KITA BERJUANG UNTUK MEMERDEKAAN NEGRI INI DENGAN

MEMAKAI BAMBU !!

MENGAPA KITA TIDAK MENCOBA UNTUK MENSEJAHTERAKAN RAKYAT DENGAN BAMBU JUGA??*

Salam Indonesia Baru

28 Juni jam 16:37

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: