Bambu dan CBD

Perdagangan Bibit Bambu dan CBD

Sumber:http://groups.yahoo.com/group/perbindo/  

From: morisco kadyo

To: Perbindo
Sent: Wednesday, June 24, 2009 8:13 AM
Subject: [perbindo] Bibit bambu

Berikut ini surat dari Pak Gogoh, menginformasikan tentang bibit bambu yang diproduksinya dan siap pesan.

Saya Gogoh dari BNV, melanjutkan kemarin mengenai jenis bibit bambu yang sudah siap di persemaian sementara ini adalah :

a. Bambu Petung (Dendrocalamus asper)
b. Bambu Balcoa (Bambusa balcooa)
c. Bambu membranaceus (Dendrocalmus membranaceus)
d. Bambu Ori (Bambusa bambos)
e. Bambu Legi (Gigntochloa atter)
f. Bambu Kuning (Bambusa vulgris)
g. Bambu Ampel (Bambusa vulgaris)

Sedangkan yang dalam pengembangan dan perbanyakan di Lab :

a. Bambu hamiltonii (Dendrocalamus hamiltonii) = Perbanyakan Tunas
b. Bambu gignteus (Dendrocalamus gigantheus) = Perbanyakan Tunas
c. Bambu Guadua (Guadua angustifolia) = Inisiasi
d. Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolaceae) = Inisiasi
e. Bambu Apus (Gigantochloa apus) =Inisiasi
f. Bambu Guadua (Guadua amplexifolia) = Perbanyakan Tunas
g. Bambu Multiplex (Bambusa multiplex) = Inisiasi
h. Bambu Petung Hitam (Dendrocalamus asper ‘Black’) = Perbanyakan Tunas

Mengenai alamat email, alamat email saya yang lain bisa di :
gogohsulaksono@yahoo.com selain yang kemarin yag saya gunakan pertama kali : gogoh@bambunusaverde.com

Hormat saya,
Gogoh

Re: [perbindo] Bibit bambu

Komentar Elizabeth Widjaja

Pak Morisco yth,

Saya kembali mengingatkan walaupun Pak Gogoh sudah siap menjual bibit bambu untuk jenis-jenis eksotik, tapi mohon diingat kalau hal ini akan menjadi bumerang Indonesia karena Indonesia meratifikasi CBD. Tolong ya bapak/ibu yang terlibat dalam group ini untuk memahami CBD dan akibat yang terjadi bila kita mengembangkan jenis-jenis bambu bukan bambu indonesia secara komersial. Siapa nanti yang akan dituntut? Yang akan menjual bibit dan yang menyebar luaskan. Mohon dipahami. Saya agak keras soal ini karena ini menjaga bapak dan ibu sendiri untuk tidak terlibat dalam masalah access and benefit sharing yang sudah disepakai Indonesia dengan negara lain. Apalagi nanti Indonesia yang kena? Apakah anak cucu kita akan dilibatkan masalah yang diperbuat oleh orang tua atau kakek neneknya?

Jenis bambu yang bukan Indonesia (bila identifikasi betul) adalah:
B. balcooa, D. membranaceous, D. hamiltonii, D. giganteus, G. angustifolia, G. amplexifolia.

Demikian juga saya berharap tidak ada orang Indonesia yang menjual sumber daya alamnya ke negara lain. Karena mereka akan lebih kaya dari kita. Bila ada beberapa orang yang dijadikan calo pengambilan bambu di Indonesia tolong sadar bahwa sda kita adalah untuk rakyat Indonesia. Ingat kepentingan Indonesia jangan hanya ingat kantong sendiri. Bapak/Ibu akan menerima uang misalnya hanya RP. 500,000,- tapi di luarnegeri akan di jual $ 1000. Nah saya benar-benar minta tolong untuk tidak mengeluarkan sda Indonesia, ikuti permintaan menteri LH tentang access and benefit sharing ini. Terima kasih.
Elizabeth

Pertanyaan Soewarno Hasanbahri

From: soewarno hasanbahri
To: perbindo@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 24, 2009 10:57 AM
Subject: Re: [perbindo] Bibit bambu

Ibu Wijaya saya sepakat, bagaimana dengan hasil kerja sama antara ROC dengan Pemda Kab. Boyolali berkait dengan pengembangan bambu rebung taiwan? Apa termauk yang harus dihindari bu. Matur nuwun
Soewarno Hasanbahri

Jawaban Elizabeth Widjaja

Pak Soewarno Hasanbahri yth,
Kerjasama antara pemerintah indonesia dengan pemerintah lain harus jelas MoU dan MTAnya. Mou adalah Memorandum of understanding (MoU) yang isinya sampai pada kerjasama ini untuk apa, bila menghasilkan keuntungan siapa yang punya, hak intelektual property rightnya bagaimana, access and benefit sharingnya bagaiaman dsb. Sedang di dalam material transfer agreement (MTA) berisi antara lain bila tanaman tersebut di bawa ke Indonesia dan dikembangkan bagaimana sharingnya, bila ada penyakit dibawa (awas virus dari D. latiflorus dari Taiwan sangat berbahaya) dan menyebar di Indonesia siapa yang bertanggung jawab (peraturan di dunia menyatakan bahwa kalau negara pengeksport bertanggung jawab pada penyakit dan hama yang dibawa dari negara eksportnya). Bila semua jelas pak akan mudah tidak ada masalah. Bila hubungannya dengan produk, maka ada MTA lainnya yang harus disetujui keduabelah pihak antara pemda dan ROC, yang isinya bila dijual berapa pembagian keuntungannya, bila ada wabah bagaimana caranya menanggulanginya. Itulah pak yang bisa saya informasikan. Jadi kerjasama boleh saja tapi harus dituangkan dengan MoU dan MTA.
Terima kasih.
Hormat saya,
Elizaebth

Matur nuhun bu Elizabeth, nanti kalau saya ke Boyolali coba nanya yang lebih detil sesuai petunjuk ibu. Salam,
Soewarno HB

3 Responses to “Bambu dan CBD”

  1. dharma Says:

    Bu Elizabeth,,., Sy bs minta sharing tentang CBD, itu apa?
    Sy pernah jumpai di Belanda (Holland Flora Auction) ada tanaman beringin Indonesia yang sengaja oleh mereka di ambil dan sedang dicoba kembang biakkan disana..
    Dan pertanyaan lain, apabila penyebaran pohon (bkn negara asal) dilakukan oleh akibat migrasi burung yg kmudian di dalam kotorannya mengadung biji/bibit dan selanjutnya biji tsb bersemai dan tumbuh sumbur.., apakah ini termasuk memasukan/mengembangkan bibit dari negar bukan asalnya, siapa yg bisa dituntut?
    Trima kasih apabila pengalaman Ibu bs di share tentang CBD ini…

  2. Elizabeth A. Widjaja Says:

    Bapak/Ibu yth,
    Saya mohon maaf bila terlambat membalas pertanyaan sekitar CBD. Sejak Indonesia meratifikasi CBD dengan UU No.5 1994. Indonesia harus mengikuti aturan CBD dalam sumber daya genetika (SDG). Seseorang yang memperjual belikan SDG bukan dari negaranya maka dia dituntut untuk membayar royaltinya. Demikian juga bila seseorang menjaul SDG dari negaranya ke negara lain, orang tersebut harus royaltinya. Nah bila negara yang membeli SDG tersebut juga menjualnya maka negara tsb harus membayar royalti. Saya akan copy aturannya dalam deklarasi CBD tapi tidak sekarang karena saya sedang menyelesaikan pekerjaan yang menuntut waktu saya. Oleh sebab itu saya jarang membuka fb nya.
    Demikian informasi saya.
    Elizabeth

  3. muhajir Says:

    saya muhajir di Aceh sudah menyiapkan lahan kurang lebih 17 Ha rencana pengembangan bambu segala jenisnya, mohon konfirmasi untuk pengadaan bibit sampai di lokasi, untuk konfirmasi 08126922887

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: