Faozan

Alami dengan Material Bambu

Sumber: http://property.okezone.com/ 14 April 2012

Aplikasi bambu pada rumah (foto: trendir.com)

MENGGUNAKAN sesuatu yang alami saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Hampir seluruh aspek kehidupan sebisa mungkin didekatkan dengan konsep alami. Tak terkecuali pada pemilihan material yang akan diaplikasikan pada hunian. Bambu, dinilai sebagai materi yang ramah lingkungan dan sangat efektif untuk bangunan berkelanjutan.

Saat ini banyak sekali material-material yang bisa dipilih untuk diaplikasikan pada pembangunan sebuah hunian. Berbagai pilihan bisa didapatkan dan mudah untuk disesuaikan dengan tema tren kembali kea lam, apakah material-material tersebut masih tergolong aman?

Menurut Andry Hermawan, memilih material untuk hunian boleh jadi gampang-gampang susah. Salah sedikit, bisa jadi akan mengacaukan seluruh ekspektasi dari desain yang diinginkan. Memilih material tidak cukup hanya sesuai dengan kebutuhan penghuni. Material alami sendiri sangat bervariasi. Mulai dari kayu, batu alam, marmer, bahkan pelepah. Tentunya dengan beragam variasi kegunaan maupun pengaplikasiannya. Salah satu material alam yang kini tengah dikembangkan dalam desain arsitektural adalah material bambu.

Bambu, menurut Andry, pengaplikasian bambu dalam desain arsitektural bisa dikatakan tindakan yang bijaksana dalam desain. Alasannya, selain sesuai dengan tren pada saat ini, melibatkan bambu dalam desain arsitektural kita sama halnya dengan berpartisipasi untuk mengembangkan potensi nilai suatu barang. Dengan menggunakan bambu sebagai bagian dari arsitektural artinya memperluas penggunaan bambu yang sebelumnya mungkin hanya dikenal orang sebagai tumbuhan berbuku-buku dengan nilai manfaat yang terbatas. Selain itu, turut melestarikan kekayaan alam Nusantara di mana bambu menjadi flora yang cukup banyak dijumpai di Indonesia, mudah tumbuh, dan memiliki beragam jenis.

Menggunakan bambu sebagai komponen dalam arsitektur sama halnya dengan memperluas manfaat bambu. Sebagai komponen arsitektural, bambu memiliki banyak kemungkinan untuk dibentuk dengan berbagai penyesuaian. Menurut Andry, secara garis besar penggunaan bambu pada hunian bisa dibedakan menjadi dua yaitu sebagai struktur utama bangunan dan sebagai material pengisi.

Penggunaan bambu sebagai material utama pada struktur konstruksi pertimbangannya karena bambu memiliki kelenturan yang cukup baik. Bobotnya yang ringan, membuat bangunan menjadi tahan terhadap gempa. “Sebagai struktur utama bangunan, beban bambu yang ringan dan tingkat elastisitasnya membmuat bambu lebih tahan gempa,” katanya.

Sementara, penggunaan material bambu sebagai bahan pengisi, bisa diaplikasikan dalam beberapa teknik. Pertama, bambu bisa diaplikasikan sebagai material arsitektural berupa laminated material and plywood. Penggunaan bambu sebagai laminate sintetis. “Tekstur dan warna bambu memiliki kesan arsitektur tropis yang sangat khas dan memiliki bahasa tropis yang universal. Arsitektur vernacular murni dari bahan bambu merupakan bahasa universal dari arsitektur tropis,” katanya.

Kedua, bambu bisa digunakan sebagai compsite laminated wall semakin banyak digunakan dan dikembangkan, terutama untuk bangunan di daerah yang bersuhu rendah. Komposit ini berupa bambu sebagai media strukturalnya. Kemudian komposit tersebut dilapisi dengan plester. “Kelebihan dari konsep ini adalah dapat menjaga temperature ruang dalam tetap hangat, memiliki tingkat density (soundproof) yang lebih baik, dan beban mati secara system yang lebih ringan,” jelas Andry.

Ketiga, material bambu sangat mendukung konsep arsitektur organic. Struktur bambu yang sangat elastis membmuat batang bambu lebih mudah dibentuk, terutama dengan konsep arsitektur organink.

Keempat, bambu bisa diolah menjadi serat dan dibentuk lembaran-lembaran untuk kemudian digunakan sebagai bahan baku produk olahan lainnya seperti gordyn, laminate dan beberapa produk lainnya. “Pengolahan serat bambu dengan teknologi hidroliis alkali menciptakan serat kayu yang lebih halus dan kuat serta memiliki daya tahan terhadap jamur maupun jenis parasit lain. Teknologi ini digunakan oleh para desainer produk,” jelasnya.

Kelima, material bambu bisa digunakan untuk mendukung konsep arsitektural sustainable environment. Tentunya, desain dan struktur rumah akan berubah seiring dengan kebutuhan manusia dan tren yang berkembang. Dan bambu, memudahkan perubahan maupun modifikasi bangunan.

Keenam, bambu bisa diaplikasikan untuk wide span maupun low-medium rise building. Dengan teknik tertentu bambu mampu mengeluarkan karakteristik kuatnya untuk menahan beban. “Desain bambu yang membentuk satu system struktur bangunan dapat menciptakan satu kekuatan yang luar biasa baik itu untuk wide span maupun low-medium rise buiding,” katanya.

Selain memiliki keunggulan secara pengaplikasian, bambu sebagai material alami juga menyimpan banyak keuntungan. Di antaranya, pohon bambu secara teoritis dapat menghasilkan oksigen dalam jumlah yang lebih banyak dari pohon-pohon biasa. Namun, kalau sudah diolah seperti menjadi serat dan lainnya, tentunya fungsi sebagai penghasil oksigen sudah tidak ada. “Bambu secara teori menghasilkan 30% oksigen lebih besar dari pohon-pohon pada umumnya,” kata Andry.

Terkait dengan karakteristik material, bambu memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan material bangunan lainnya. Bambu memiliki tekstur dan warna yang khas. Tekstur pada permukaan bambu lebih halus dibandingkan dengan material alami lainnya semisal kayu. Permukaan bambu sangat kuat terhadap eksposur bahan kimia dan guratan. Kelebihan lainnya, warna bambu hijau khas dengan kepekatan warna yang berbeda. Bambu juga lebih tahan terhadap api dibandingkan dengan kayu pada umumnya.

Keuntungan lain dari material bambu bisa dilihat dari aspek lingkungan. Menurut Andry, menggunakan bambu sama halnya dengan melestarikan alam dan menjaga keseimbangan ekosistem. Hal itu karena staf bambu yang mudah tumbuh, secara otomatis dengan menggunakan bambu sebagai material, kita turut mempercepat pertumbuhan bambu baru. “Tingkat pertumbuhan yang sangat cepat dan merupakan sumber daya alam yang bisa diperbaharui,” katanya terkait soal tumbuhan bambu yang ada di Indonesia.

Selain itu, material bambu saat ini sudah tidak lagi dianggap sebagai bahan yang murahan. Karena sudah mulai banyak yang menggunakan bambu sebagai salah satu komponen arsitektur. “Nilai ekonomis yang tinggi. Secara biaya, material kayu sebagai elemen structural dan arsitektural sangat murah,” katanya.

Dengan banyaknya material bambu yang tersedia, Andry berharap material ini akan semakin dilirik dengan penggunaan yang sangat beragam, terutama sebagai komponen pendukung konsep arsitektural. “Mari kita tingkatkan kreatifitas untuk menciptakan produk arsitektur yang affaordable, green dan sustainable sekaligus mengembangkan arsitektur vernacular,”pungkasnya.

(Faozan/Tabloid Genie)
(rhs)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: