Tim IDEP

Panduan Permakultur Modul 8.

Hutan, Penanaman Pohon dan Bambu 

Oleh: Tim IDEP

Download file:50272817-MOD8-reboisasi  

Pentingnya Reboisasi dan Penanaman Pohon

Masyarakat memiliki hubungan yang kuat dan terus-menerus dengan lahan dan hutan. Hutan menyediakan pangan, kayu, bahan-bahan alami, obat-obatan, bahan bakar, rumah bagi hewan dan burung dan suatu hubungan rasa dengan nenek moyang atau asal dari binatang-binatang tersebut. Daerah-daerah yang memiliki hutan harus dilindungi dan dikelola dengan hati-hati. Hutan-hutan ini merupakan bank benih untuk masa depan (plasmanutfah).

Kita memiliki berbagai macam tanaman dan binatang yang hanya bisa tumbuh dan hidup di daerah kita. Ini disebabkan karena iklim, bentang alam/lanskap yang khas, dan asal-muasal terbentuknnya lahan itu di masa silam. Pelestarian spesies-spesies ini akan membantu kita untuk mempertahankan budaya dan warisan kita. Banyak sekali jenis tanaman yang bisa dijadikan obat, minyak, dan produk-produk serta kegunaan lainnya yang akan memberikan keuntungan dan pendapatan di masa depan.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melindungi dan mengelola hutan secara  hati-hati. Langkah berikutnya adalah melakukan reboisasi dan mengembalikan keseimbangan  alam. Kita harus memelihara hubungan yang kuat dengan alam. Kita memerlukan solusi jangka panjang untuk membuat lingkungan dan lahan menjadi sehat dan kuat hingga ke masa depan.

Banyak daerah yang hutannya telah hilang menderita karena erosi dan krisis tanah. Sulit untuk  memperoleh produktivitas yang bagus pada lahan-lahan tersebut. Bahkan sering pertanian pada daerah-daerah ini justru mengakibatkan lebih banyak erosi dan masalah baru.

Reboisasi dan penanaman pohon dapat membantu menghentikan erosi, memperbaiki kerusakan  lahan, sekaligus memberikan pangan, kayu, minyak, obat-obatan, serat, dan pendapatan lain yang lebih banyak lagi. Ini merupakan pendapatan yang berkelanjutan.

Penanaman pohon juga bisa diintegrasikan dengan peternakan dan tanaman budidaya.  Penghasilan dan pendapatan dari pohon dan hutan lebih aman karena tanaman pohon lebih  sedikit tercemar oleh kondisi cuaca yang buruk. Suatu sistem hutan yang dirancang dengan  baik akan membutuhkan perawatan yang sedikit begitu sistem ini berhasil dibentuk atau  dibangun. Hutan dan pohon-pohon akan memperbaiki kesehatan lingkungan, bukan hanya  pada lahan tempat tanaman itu ditanam, tetapi juga pada lingkungan sekitar lahan itu. Bahkan,  lingkungan yang baik dan sehat pada daerah pegunungan akan dapat mempengaruhi secara tidak langsung daerah pesisir pantai hingga lingkungan laut.

Sistem Hutan Berkelanjutan

Langkah-langkah untuk mencapai sistem hutan berkelanjutan:

1. Menyimpan air dalam tanah.
2. Melindungi tanah dan menghentikan erosi.
3. Mengendalikan binatang.
4. Menghentikan pembakaran.
5. Mengelola hutan dan sumber daya.

1. Menyimpan Air Dalam Tanah

Air sangat berharga! Air yang disimpan dalam tanah akan menguntungkan lahan, tanaman, dan manusia. Keuntungannya bisa berupa:

  • Tanah akan terlindungi dari erosi.
  • Memperpanjang masa tanam.
  • Tanaman akan lebih subur, dapat tumbuh meskipun musim kemarau.
  • Permukaan air tanah akan meningkat sehingga mata air tidak sampai mengering.

2. Melindungi Tanah dan Menghentikan Erosi

Erosi akan mengurangi produktivitas karena mengikis lapisan tanah yang  sangat berharga. Tanah, khususnya tanah yang baik untuk pertanian, memerlukan waktu yang lama untuk dibentuk, tetapi dapat lenyap dengan mudah dan cepat karena erosi.

Jika tidak dikendalikan, erosi akan menjadi semakin parah dan dengan cepat menciptakan masalah yang lebih besar di masa depan. Erosi juga akan menyapu semua tanaman kecil, benih dan bahan-bahan organik. Erosi pada tanah yang gundul bisa mengakibatkan tanah longsor yang bukan hanya merusak lahan, bahkan dapat menjadi ancaman bagi manusia.

Reboisasi dan penanaman pohon merupakan solusi jangka panjang untuk melindungi tanah dan menghentikan erosi. Pembuatan sengkedan dan terasering bisa menahan air, ini merupakan dasar yang penting bagi reboisasi, penanaman pohon, serta pertanian lahan miring.

3. Mengendalikan Binatang

Hewan, khususnya kambing, dapat merusak reboisasi dan tanaman pohon budidaya dengan sangat cepat.

Ini bisa menyia-nyiakan kerja keras yang telah dilakukan dan menghabiskan tanaman yang berguna.

Solusi yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Membuat aturan desa untuk melindungi suatu areal.
  • Membuat pagar, khususnya untuk areal reboisasi atau penanaman pohon budidaya.
  • Membuat pagar kecil yang mengelilingi tiap tanaman pohon.
  • Mengikat/menambatkan hewan.
  • Melakukan kerjasama antar masyarakat untuk mengendalikan hewan.

4. Menghentikan Pembakaran

Pembakaran lahan tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan:

  • Masalah erosi.
  • Berkurangnya keanekaragaman tanaman dan binatang.
  • Rusaknya mulsa alami, biota tanah, dan bahan organik lainnya yang dibutuhkan oleh tanah.
  • Berkurangnya jumlah air.
  • Polusi lingkungan.
  • Rusaknya reboisasi dan tanaman pohon budidaya yang baru ditanam.
  • Berkurangnya sumber daya tertentu.

Banyak lahan dibakar dengan tujuan mendorong tumbuhnya rumput baru untuk ternak. Tujuannya tercapai, tetapi cara ini akan membuat lahan tidak produktif di masa depan.

Lagi pula, pembakaran mendorong tumbuhnya rumput pakan ternak yang berkualitas rendah.

Pembakaran sebaiknya dihentikan karena kerugian yang dihasilkan lebih besar dibanding dengan
manfaatnya. Pikirkan cara-cara lain sebagai solusi pengganti pembakaran.

5. Mengelola Hutan dan Sumber daya

Dalam mengelola hutan dan sumber daya, lakukan:

  • Rencana pengelolaan masyarakat.
  • Menanam kembali pohon-pohon yang ditebang dan digunakan.
  • Membuat aturan desa untuk melindungi hutan masyarakat atau daerah-daerah khusus yang dilindungi.

Rencana pengelolaan masyarakat dibuat untuk merencanakan masa depan.

Tujuannya antara lain:

  • Merencanakan apa saja yang dapat dipanen dan siapa yang berhak memanen.
  • Mengatur pendapatan hasil panen, termasuk seberapa besar hasil pendapatan tersebut digunakan untuk pengelolaan hutan masyarakat.
  • Menjalin hubungan kerjasama dengan pemerintah.
  • Melindungi lahan masyarakat dari pengambilalihan oleh pihak-pihak lain, misalnya oleh perusahan komersial.
  • Memanfaatkan sumber daya hutan secara bijaksana. Hasil-hasil hutan yang dimanfaatkan,  contohnnya benih, obat-obatan, minyak, produk bambu, madu, dan masih banyak lagi.

Kelompok – kelompok masyarakat yang lebih kecil, seperti kelompok perempuan dan kelompok pemuda, dapat mengumpulkan informasi dan gagasan penting yang ada kaitannya dengan pengelolaan lahan dan hutan. Informasi ini bisa diteruskan dan dibahas pada pertemuan masyarakat sehingga informasi dan gagasan ini bisa tercakup dalam rencana pengelolaan masyarakat.

Mengumpulkan kayu bakar bisa menyebabkan penurunan besar jumlah pepohonan yang ada.Mencari dan mengumpulkan kayu bakar juga merupakan pekerjaan berat yang menyita waktu lama. Mencari alternatif penggunaan kayu bakar penting untuk dipikirkan karena dengan mengurangi penggunaan kayu bakar akan banyak menghemat waktu dan tenaga serta melindungi hutan. Hal-hal yang perlu dipikirkan, antara lain:

  • Penanaman pohon di sekitar rumah yang dapat digunakan untuk kayu bakar, bisa berupa pagar hidup.
  • Menggunakan kompor dan tungku yang sedikit menggunakan kayu bakar, atau tidak menggunakan kayu bakar sama sekali, misalnya tungku briket.

Membuat Sengkedan

Sengkedan merupakan suatu parit yang digali mengikuti kontur
tanah, sejajar dengan permukaan laut pada tiap barisnya. Tanah dan  batuan yang digali dari parit itu ditempatkan tepat di bawah parit untuk membentuk suatu gundukan memanjang. Ini membentuk suatu garis dari  ujung satu sengkedan hingga ke ujung lainnya. Sengkedan dapat juga berupa  suatu dinding kecil yang dibangun dari tumpukan batuan, dahan-dahan, atau bahanbahan lainnya. Biasanya sengkedan dibuat pada sisi bukit, dengan baris-baris yang berurutan.

Terasering menyerupai sengkedan, namun sengkedan dibuat untuk lebih baik dalam mencegah erosi, menahan dan menyimpan air, tanah, dan mulsa, serta bisa berfungsi dengan cepat.

Sengkedan akan membantu memperbaiki tanah, menangkap air, dan menghentikan erosi.  Sengkedan menciptakan suatu iklim mikro baru pada lahan, dalam artian memberikan lahan baru  untuk menanam berbagai macam jenis tanaman. Sengkedan dapat dimanfaatkan untuk bermacam  kombinasi, seperti kombinasi tanaman sayuran, pohon, dan ternak, sehingga lebih banyak variasi  pendapatan yang diperoleh. Sengkedan juga memberikan solusi produktif jangka panjang, khususnya untuk lahan miring, dan dapat digunakan untuk tanah yang luas atau sempit.

Ukuran Sengkedan

Pada lereng–releng yang tidak terlalu miring, ukuran sengkedan dibuat lebar, kira-kira 3-10  m sesuai situasi. Namun, pada lereng-lereng yang terjal, ukuran sengkedan perlu diperkecil  jaraknya menjadi kira-kira 1-2 m karena air mengalir lebih cepat. Ukuran juga tergantun pada  yang ingin Anda tanam. Untuk sayur-sayuran jarak antara sengkedan dibuat lebih dekat, dan untuk pohon-pohonan dibuat lebih jauh.

Apabila lahan terlalu terjal, air akan mengalir dengan sangat cepat. Oleh karena itu, sebaiknya  tidak menggali sengkedan karena air akan menghancurkan sengkedan yang baru dibuat. Cara  yang paling baik adalah dengan menanam pohon-pohon yang cepat tumbuh pada kontur yang  sama dengan sengkedan. Pohon-pohon itu harus ditanam berdekatan untuk membuat suatu sengkedan hidup yang akan memperlambat aliran air dan mengurangi erosi.

Batuan, dahan-dahan pohon, atau bahan-bahan apa saja bisa ditempatkan bersama dengan  sengkedan hidup itu untuk membantu menahan lebih banyak tanah dan air. Secara bertahap  tanah akan terbentuk dibelakang pepohonan sebagai suatu teras kecil. Tanaman merambat  seperti labu, gambas, dan markisa, bisa ditanam pada teras tersebut.

Menandai Garis Kontur

Sengkedan harus dibuat mengikuti garis  kontur karena jika tidak, air akan mengalir  sepanjang sengkedan dan merusak bagian  rendah sengkedan, apalagi pada saat musim  hujan. Jika mengikuti kontur, air akan dapat ditampung dan secara perlahan akan merembes kedalam tanah.

Membuat Bingkai-A

Bingkai-A merupakan sebuah alat pengukur yang dibuat dari kayu atau bambu untuk membantu
membuat tingkatan sengkedan yang mengikuti kontur. Alat ini tingginya kira-kira 2 m dan
berbentuk seperti huruf ‘A’. Bingkai-A sangat mudah dibuat dan digunakan.
Bahan yang dibutuhkan:
• 2 batang bambu atau kayu dengan panjang yang sama, kira-kira 2 m.
• 1 batang bambu atau kayu untuk tangkai melintang, panjangnya kira-kira 1 m.
• Tali atau benang, sepanjang kira-kira 2 m.
• Palu dan alat potong.
• Tali atau kawat pengikat.
• 1 batu kecil.
• Pensil atau spidol.
Konstruksi Bingkai-A:
Buatlah batang kayu atau bambu berbentuk ‘A’. Pastikan bahwa
tangkai melintangnya sama jarak pada kedua sisi. Ikat sambungan
batang.
Ikatkan tali atau benang ke bagian atas Bingkai-A dan ikatkan
batu di bagian ujung bawah tali tersebut. Batu itu harus terletak
di bagian bawah batang yang melintang.
Taruhlah Bingkai-A di atas permukaan tanah yang datar dan
buatlah tanda pada tanah di mana posisi kaki-kakinya.
Tandai dengan pensil atau spidol pada tangkai melintangnya di
tempat tali menempel.
Putarlah Bingkai-A dan tukar posisi kakinya pada tanda yang telah
dibuat di tanah.
Sekali lagi tandai pada batang yang melintang di tempat
menempelnya tali.
Tanda Bingkai-A berada tepat di
tengah kedua tanda yang dibuat
pada batang yang melintang.
Tandai tempat ini.
mengikuti kontur tidak mengikuti kontur
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 1 8 3
Menggunakan Bingkai-A
Langkah 1:
Amati daerah tempat sengkedan akan dibuat. Buatlah rencana berapa sengkedan yang akan
dibuat, dan seberapa areal yang digunakan. Ingatlah untuk menggunakan gagasan tentang
ukuran sengkedan dan jarak antar sengkedan yang baik.
Langkah 2:
Mulailah pada bagian sengkedan yang paling atas. Pangkaslah rumput/semak yang dapat
mengganggu pembuatan tanda garis kontur.
Langkah 3:
Letakkan Bingkai-A pada tanah, cari posisi agar talinya menyentuh tanda tengah pada batang
yang melintang. Bingkai-A kini berada pada kontur. Tempatkan pancang pada kedua ujung kaki
Bingkai-A untuk memulai membuat garis.
Langkah 4:
Geser Bingkai-A ke samping dengan salah satu kakinya pada pancang yang paling baru dipasang. Lalu ulangi
langkah 3. Lakukan ini secara bertahap untuk membentuk satu garis pada lereng, yaitu garis kontur.
Langkah 5:
Mulai lagi dengan garis berikutnya. Teruskan hingga semua garis kontur ditandai dengan pancang.
IDE CERDAS!
• Ketika menggunakan Bingkai-A, akan jauh lebih mudah dan cepat bila dilakukan
oleh dua orang. Satu orang mengoperasikan Bingkai-A, sementara yang lain
dapat menandai garis kontur dengan pancang.
• Jangan tempatkan kedua ujung Bingkai-A pada bebatuan, gundukan,
atau lubang karena dapat membuat garis kontur tidak akurat. Ini dapat
menyebabkan masalah di kemudian hari.
1 8 4 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Konstruksi Sengkedan
Ada 3 jenis utama sengkedan, yaitu:
1. Sengkedan Parit. Disebut sengkedan parit bila
sebuah parit digali, lalu tanah dan batuan hasil galian itu
ditata di bawah parit untuk membentuk gundukan.
2. Garis Kontur Bajakan. Apabila sepanjang garis
kontur dibajak.
3. Sengkedan Batuan. Dibuat dari gundukan atau
dinding batuan tanpa menggali. Biasanya sengkedan
batuan dibuat bila:
• Tanahnya terlalu keras untuk digali.
• Ada banyak batuan yang tersedia.
• Lereng yang sangat curam.
Jenis sengkedan apa yang akan digunakan, terserah
Anda.
Bila perlu, Anda dapat saja menggunakan ketiga jenis sengkedan tersebut. Semua jenis sengkedan
sebaiknya segera ditanami dengan pohon legum yang tebal dan cepat tumbuh, ini akan:
• Menahan tanah.
• Menyediakan teras-teras pohon.
• Menyediakan pupuk dan nitrogen.
Sengkedan Parit
Mulailah untuk membuat sengkedan selalu dari bagian atas. Gali parit di atas garis kontur, lalu
buatlah gundukan sejajar di bawah parit. Ukuran parit tergantung pada kemiringan lahan. Pada
lahan yang curam, parit bisa dibuat selebar kira-kira ½ meter, dan dalamnya sekitar 30 cm.
Pada lahan dengan kemiringan yang tidak tajam, parit bisa dibuat selebar 1 m, dan dalamnya
40-50 cm. Teruskan hingga semua parit tergali dan sengkedan terbentuk.
Untuk hasil terbaik, usahakan sedapat mungkin agar ukuran tiap-tiap sengkedan sama. Ini
akan membuat air mengalir ke dalam sengkedan, tidak mengalir sepanjang sengkedan. Hal ini
bisa diuji dengan mudah. Alirkan air ke dalam sengkedan ketika Anda hampir selesai menggali
dan amati ke arah mana air itu mengalir. Buatlah perubahan bila perlu untuk membuat bagian
bawahnya sama ukuran. Jika tidak ada air, bisa tunggu hingga hujan pertama turun, lalu amati
airnya. Semakin akurat ukurannya, semakin baik.
di tempat sanggat miring di tempat sedikit miring untuk kontrol errosi bisa tambah batu dan kayu
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 1 8 5
IDE CERDAS!
Semakin tinggi gundukan, semakin baik. Untuk membantu meninggikan gundukan,
terlebih dahulu tempatkan batuan dan dahan-dahan kering, baru kemudian
menimbunnya dengan tanah.
Untuk melindungi gundukan tanah dari erosi, berilah lapisan mulsa yang tebal. Pemberian mulsa
pada parit juga dianjurkan. Lalu, segera tanami gundukan itu dengan tanaman, baik itu sayuran,
pepohonan, ataupun tanaman merambat. Sengkedan akan menangkap dan menyimpan air
hujan, khususnya di musim hujan, sehingga akan banyak membantu menyediakan air di musim
kemarau. Namun, harus dipikirkan solusi apabila terjadi keadaan yang ekstrim, seperti hujan
turun dengan lebat sekali, air sengkedan meluap, atau lereng sengkedan terlalu terjal sehingga
air mengalir dengan cepat dan tak terkendali pada musim hujan.
Masalah pada keadaan ekstrim bisa diminimalis apabila sengkedan sudah mengikuti garis
kontur, ini akan mencegah air menggenang di satu titik. Air yang menggenang di satu titik
dapat memecah sengkedan.
Untuk air yang meluap, buatlah bagian yang rendah pada ujung
tiap gundukan. Hal ini membuat air mengalir ke tempat yang Anda
inginkan apabila air mencapai suatu ketinggian tertentu. Tempatkan
batuan pada ujung parit dan pada gundukan di mana air akan meluap
untuk menghentikan erosi. Sebuah lubang yang digali didekat tempat
pelimpahan air, akan menangkap tanah dari air sebelum air itu mengalir
keluar. Ini akan membantu mengurangi erosi lebih jauh, dan tanah yang
tertangkap dan berkualitas baik itu dapat digali keluar dan dimanfaatkan
kembali.
Luapan dari satu sengkedan dapat digiring masuk ke dalam sengkedan berikutnya,
yang kemudian dapat masuk ke sengkedan berikutnya lagi, dan seterusnya. Pada akhirnya, air
dapat masuk ke dalam kolam untuk akuakultur atau tempat-tempat penampungan air.
Garis Kontur Bajakan
Cara ini adalah cara sederhana,
yaitu dengan membajak
sepanjang garis kontur.
Pembajakan dapat dilakukan
dengan menggunakan tenaga
kerbau, traktor tangan, atau alat
apa saja. Garis kontur bajakan
sebaiknya dibuat sesaat sebelum
mulai musim hujan sehingga
pada awal musim hujan sudah
siap ditanami.
Membuat garis kontur bajakan membutuhkan waktu yang sedikit sehingga cocok digunakan
pada lahan yang luas. Namun, untuk mendapatkan manfaatnya dibutuhkan waktu yang lama,
kadang memerlukan waktu 1-2 tahun.
1 8 6 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Sengkedan Batuan
Sengkedan batuan cocok untuk lahan yang
mengandung banyak batu atau tanahnya terlalu keras
untuk digali. Sengkedan batuan dapat digunakan untuk lahan
yang luas, lahan yang curam, serta dapat juga digunakan untuk lahan
yang sempit. Cara membuat sengkedan batuan ini sangat sederhana. Setelah
direncanakan berapa sengkedan yang akan Anda buat, tinggal membuat gundukan atau
dinding kecil dari batuan di sepanjang garis kontur. Gundukan batuan ini, dapat dibuat setinggi
lutut orang dewasa, namun jika memungkinkan dapat dibuat dibuat setinggi pinggang.
Secara perlahan, tanah akan tergerus ke bawah
bersama dengan hujan dan dihentikan oleh
sengkedan. Proses ini akan menciptakan terasering.
Setelah terasering ini sudah terbentuk, ketinggian
sengkedan dapat dinaikkan sedikit demi sedikit.
Tanamlah pepohonan legum sesegera mungkin pada
terasering yang akan terbentuk. Pepohonan ini akan
memperbaiki tanah, memberikan pupuk dan mulsa,
serta naungan bagi tanaman budidaya lainnya. Apabila
kelak Anda memerlukan lebih banyak ruang untuk
menanam tanaman baru, legum ini bisa diganti.
IDE CERDAS!
• Tempatkan batuan yang lebih besar di belakang sengkedan (sisi bagian bawah)
dan batuan yang lebih kecil pada bagian depan sengkedan (sisi bagian atas).
Batuan yang lebih kecil akan menahan lebih banyak tanah dan air daripada
batuan yang lebih besar.
• Sengkedan batuan adalah pagar-pagar alami bagi ternak, seperti kerbau dan
sapi, untuk membatasi daerah-daerah di mana mereka makan. Bila diperlukan,
pintu penghubung dapat dibuat sehingga dapat dilewati hewan. Untuk kambing
juga dapat digunakan, tapi kambing-kambing ini mungkin akan mendaki
melewati batuan sehingga akan diperlukan beberapa tipe pengawasan lain.
Menanam di Sengkedan Kecil
Pada Musim Hujan
Areal 1: Keladi, kangkung, selada air, dan tanaman
lain yang menyukai banyak air dapat ditanam di bagian
dasar dan sisi parit. Tanaman yang menyukai banyak
air namun tidak suka bila terendam air, dapat ditanam
di sepanjang pinggiran parit, misalnya tanaman sereh.
Areal 2: Sayuran dan tanaman kecil lainnya dapat
ditanam di bagian atas dan bawah gundukan,
misalnya tomat, terong, labu, ketela pohon, lombok,
jagung, dan sayuran lainnya.
sengkedan batuan
membentuk teras alami
areal 2
areal 2
areal 1
membuat
sengkedan batuan
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 1 8 7
Pada Musim Kemarau
Jika tersedia cukup air, Anda bisa terus menggunakan gagasan yang sama seperti untuk musim
hujan. Jika hanya tersedia sedikit air, parit dapat digunakan untuk sayuran, dan gundukan dapat
digunakan untuk menanam tanaman jangka panjang seperti ketela pohon, pisang, dan terong.
Atau gundukan dapat diberi mulsa dan dibiarkan hingga musim hujan berikutnya.
Jika tidak tersedia air sama sekali, berilah mulsa pada lahan dan tunggulah hingga musim hujan
berikutnya.
Beberapa tanaman jangka panjang masih dapat tumbuh dan akan tumbuh jauh lebih baik
daripada tanpa sengkedan karena sengkedan masih menyimpan sedikit air.
Ternak kecil dapat juga dipadukan dalam sistem ini. Ingatlah selalu untuk menggunakan teknikteknik
perbaikan tanah untuk mendapatkan manfaat yang terbaik dari kebun sengkedan.
IDE CERDAS!
Parit sengkedan dapat digunakan sebagai parit kompos. (Untuk informasi lebih
lanjut tentang kompos, bacalah Modul 4 – Tanah).
Menanam di Sengkedan Besar
Pada sengkedan besar berbagai macam tanaman dapat
ditanam, baik tanaman pohon tahunan maupun sayuran
musiman. Ternak juga dapat diintegrasikan.
Makin beragam tanaman dan ternak yang Anda miliki,
akan semakin baik. Jenis tanaman yang dipilih terserah
Anda, asalkan tanaman itu bisa tumbuh baik di daerah
Anda dan akan memberikan banyak penghasilan, berupa
pangan, kayu, minyak, dan hasil-hasil lainnya.
WASPADALAH!
Memperkenalkan tanaman tipe baru, khususnya yang dari luar negeri, berisiko untuk
menimbulkan masalah bagi masa depan. Coba cari tahu:
• Apakah tanaman baru itu bisa menjadi gulma dan bersaing dengan tanaman
lokal?
• Apakah bisa membawa hama atau penyakit baru?
• Apakah sudah menyebabkan masalah-masalah di negara lain?
Ini penting untuk melindungi lingkungan dan sumber daya kita di masa depan.
1 8 8 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Sistem Pertanian pada Sengkedan
Pada awal musim hujan, tanamlah legum di sepanjang gundukan sengkedan atau sepanjang
garis kontur yang dibajak. Tanam saling berdekatan satu dengan yang lain, kira-kira 3-5 cm.
Lamtoro dan kelor adalah contoh legum yang baik untuk digunakan. Legum ini memberikan
banyak manfaat, antara lain:
• Menahan tanah dan secara perlahan membentuk suatu pagar yang dapat secara terusmenerus
dipangkas selama bertahun-tahun. Pemangkasan ini akan menjadi mulsa dan
pupuk yang sangat berguna dan ketika legum ini dipangkas mereka akan mengeluarkan
nitrogen dalam tanah.
• Sebagai penahan angin, membantu melindungi tanaman yang masih muda.
• Menciptakan teras alami dengan perlahan-lahan.
Diantara baris legum, kini ada ruang lebar atau ‘lorong’ yang dapat digunakan untuk menanam
berbagai macam tanaman dan mungkin juga untuk menggembalakan ternak. Tidak semua
lahan harus langsung dimanfaatkan, akan lebih baik untuk menggarapnya secara bertahap.
Pengaturan Waktu Tanam
Pengaturan waktu tanam adalah suatu teknik yang akan meningkatkan hasil tanaman dengan
memanfaatkan berbagai ukuran, kecepatan tumbuh yang berbeda, dan masa hidup yang
berbeda. Contoh pengaturan waktu tanam adalah sebagai berikut:
• Tahun 1: Tanamlah pohon legum seperti lamtoro dan kelor. Sediakan ruang untuk pohon
buah-buahan. Pohon legum akan tumbuh dengan cepat dan bisa ditebang kemudian untuk
memberikan ruang yang cukup bagi pepohonan lain.
• Tahun 1 dan 2: Tanamlah pohon buah-buahan seperti, apel, mangga, dan jeruk di antara
pohon legum. Ketika menanam, pikirkan tentang seberapa besar pohon itu jadinya 10-
20 tahun ke depan dan sediakan cukup ruang bagi pepohonan itu untuk tumbuh hingga
ukuran penuhnya. Tumbuhan legum akan menyediakan tempat yang teduh dan melindungi
pohon buah-buahan yang masih kecil. Pada saat pohon buah-buahan tumbuh, legum
dapat dipangkas untuk memberikan ruang. Pohon buah-buahan pada akhirnya akan
menggantikan pohon legum. Hewan juga dapat diintegrasikan ke dalam sistem ini.
• Tahun 1-5: Akan ada ruang antara pohon buah-buahan untuk jangka waktu sekitar 5
tahun. Ruang ini dapat ditanami dengan tanaman sayuran seperti jagung, labu, buncis, ubi
jalar, lombok, talas, ketela pohon, pepaya, pisang, nanas, dan tanaman rimpang seperti
jahe. Pangkaslah legum yang terlalu lebat untuk memungkinkan sinar matahari dapat
masuk dan hasil pangkasan ini dapat digunakan sebagai mulsa.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 1 8 9
• Tahun 5-10: Mungkin masih ada ruang untuk beberapa jenis sayuran dan pepohonan
kecil. Namun, tanaman-tanaman kecil ini harus dicabut saat pohon buah-buahan yang
tinggi tumbuh besar. Teruslah melakukan pemangkasan pada legum, dan bila butuh ruang
lagi legum bisa dihilangkan.
Semakin beragam tanaman, pepohonan dan ternak yang ada, berarti makin banyak jenis pangan
dan produk yang dihasilkan sehingga pendapatan bisa lebih stabil. Untuk jenis tanah dengan
banyak batuan, daerah yang kering, atau lahan yang sangat luas, tanamlah lebih banyak pohon
daripada sayuran. Pepohonan hanya memerlukan sedikit perawatan dan masih memberikan
hasil dalam kondisi yang sulit.
Menanam Daerah Lorong pada Sengkedan
Contoh-contoh kombinasi tanaman pada daerah lorong:
• Tanaman pepohonan yang kecil dapat ditanam bersama, misalnya jeruk, pisang, coklat,
jambu biji, apel, pepaya, kelor, kopi, dan talas. Tanaman bumbu-bumbuan seperti
jahe, lombok, cengkeh, dan ketumbar, serta tanaman sayuran seperti ubi jalar, bayam
dan ketela pohon dapat ditanam bersama dalam lorong yang sama dengan tanaman
pepohonan kecil.
• Tanaman pohon yang besar dapat ditanam bersama, misalnya mangga, alpukat, nangka,
kelapa dan bambu. Ketika pepohonan itu telah terbentuk, kira-kira setelah 4-5 tahun,
ternak dapat digembalakan dalam lorong itu.
• Tanaman kayu, tanaman yang menghasilkan minyak, bambu, tanaman serat, tanaman
obat, tanaman untuk diambil sebagai kayu bakar dan tanaman lainnya dapat juga ditanam
bersama. Ternak dapat digembalakan dalam lorong ini. Tanaman jangka pendek seperti
tanaman bumbu-bumbuan, ubi jalar, labu, pepaya dan bahkan pisang dapat ditanam ketika
tanaman pepohonan besar masih kecil.
Sengkedan yang lebih kecil dapat dibuat dalam lorong untuk meningkatkan produksi dan variasi
tanaman. Semua kombinasi tanaman dapat dibuat terserah Anda!
IDE CERDAS!
Menanam berbagai macam tanaman secara bersama dan menggilir penanaman
tanaman yang berbeda, akan membantu menjaga kesehatan tanah.
integrasi sistem sengkedan dengan pepohonan,
hewan, sayuran, dan kolam ikan
1 9 0 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Menanam Pohon di Lahan Datar
Lahan yang datar yang umumnya ditanami biji-bijian, sayuran, dan padi dapat dikombinasikan
dengan berbagai macam tanaman pohon. Tanaman pohon akan meningkatkan jumlah produksi dan
keragaman tanaman. Tanaman pohon sedikit memerlukan perawatan dan akan tetap bermanfaat
walaupun di musim kemarau. Tanaman pepohonan kecil seperti jeruk, pisang, pepaya, cengkeh,
dan kacang hijau dapat ditanam bersama dengan tanaman biji-bijian dan sayuran. Pohon dapat
memberikan naungan untuk tanaman musiman yang lebih kecil. Pohon juga akan memberikan
penghalang untuk mempersulit gerak hama serangga saat berpindah dari tanaman satu ke
tanaman lainnya. Tanam pula legum, tanaman ini memiliki manfaat yang sangat banyak.
Manfaat lain dari kombinasi pohon dengan tanaman biji-bijian dan sayuran adalah tanaman kecil
bisa dipanen lebih awal sementara menunggu pohon yang besar tumbuh dan menghasilkan.
IDE CERDAS!
Hasil pertanian lahan datar dapat ditingkatkan jika air tetap dikumpulkan dan tersimpan
dalam tanah, baik itu air hujan maupun air dari pegunungan. Tetap gunakan sistem
sengkedan dan lubang kompos untuk membantu mengumpulkan air.
Reboisasi / Penghijauan Hutan
Daerah penghijauan hutan merupakan daerah di mana
hutan alami dikembalikan.
Penghijauan hutan merupakan sistem yang lebih sedikit memberikan
hasil dibanding dengan pertanian.
Namun, sistem ini sangat penting untuk melestarikan lingkungan, menghentikan erosi, serta
masih bisa memberikan beberapa produk yang penting, seperti bambu, minyak, serat, kayu,
madu, dan obat-obatan.
2 tahun 5 tahun 10 tahun
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 191
Menyiasati Lahan Kering
Pada daerah-daerah kering, penyimpanan air merupakan hal yang penting. Untuk daerah kering
yang berbatu, sengkedan batuan bisa dimanfaatkan. Ada beberapa teknik lainnya yang dapat
diterapkan seperti sengkedan bumerang dan sistem ‘jaring dan panci’.
Sengkedan Bumerang
Dinamakan sengkedan bumerang karena bentuknya sama dengan bumerang, yaitu
alat berburu suku Aborigin, Australia. Sengkedan bumerang panjangnya minimal 2 meter
namun untuk hasil yang lebih baik bisa dibuat antara 5-10 meter. Tinggi sengkedan ini kirakira
selutut hingga sepinggang orang dewasa, lebih tinggi lebih baik. Sengkedan ini merupakan
tumpukan batuan, tetapi bisa juga menggunakan kombinasi galian dan gundukan sepanjang itu
dapat menahan air.
Letakkan batuan yang lebih kecil pada sisi bagian depan (atas) dan
batuan yang lebih besar pada sisi bagian belakang (bawah), sama seperti
sengkedan batuan. Ini akan membantu mengumpulkan lebih banyak air,
tanah, dedaunan dan bahan-bahan tanaman.
Tanaman pohon akan membantu untuk menahan
dan memperbaiki tanah. Mulailah dengan menanam
pepohonan di tengah-tengah sengkedan, lalu perluas lagi
ketika tanaman pepohonan itu sudah terbentuk. Pohon
yang dapat ditanam bisa berupa legum, dan menggunakan
teknik ‘bola benih’ yang akan dijelaskan kemudian. Jika
dibuat banyak sengkedan bumerang dalam suatu lahan,
kelebihan air dari satu sengkedan dapat ditampung ke sengkedan lainnya. Bila ini bekerja
dengan baik maka akan dapat meningkatkan hasil bagi setiap sengkedan.
Sengkedan ‘Jaring dan Panci’
Sengkedan ini hampir sama dengan sengkedan bumerang namun memiliki
sisi-sisi berbentuk huruf ‘V’. Sistem ini disebut ‘jaring dan panci’ karena
bentuk ‘jaring’ dibuat untuk menangkap air dan bentuk ‘panci’ untuk
menyimpan air. Sengkedan ini cocok diterapkan pada lahan-lahan yang
kemiringannya tidak terlalu curam.
Tiap sisi dari bentuk ‘V’ ini panjangnya kira-kira 3 meter dan tingginya kira-kira selutut orang dewasa.
Sengkedan ini bisa terbuat dari batu atau gundukan dan galian, atau bisa juga kombinasi keduanya.
Jika dibuat banyak sengkedan yang beraturan,
akan terbentuk suatu sistem di mana luapan
dari satu ‘jaring dan panci’ akan masuk
ke ‘jaring dan panci’ berikutnya, demikian
seterusnya. Gunakan parit-parit kecil untuk
membantu mengarahkan air.
Manfaat yang diberikan sistem ini sangat
banyak, yang utamanya adalah mengurangi
dan mencegah erosi.
192 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Iklim Mikro
Iklim mikro merupakan iklim dari suatu areal tertentu. Areal ini bisa saja sekecil sebuah bedeng
kebun atau seluas sisi gunung. Tiap jenis tanaman menyukai iklim mikro yang berbeda-beda.
Namun, hampir semua tanaman menyukai iklim mikro yang memiliki:
• Ketersediaan air.
• Tanah yang baik.
• Cukup sinar matahari.
• Perlindungan dari angin kencang.
• Naungan, ketika tanaman masih muda.
Tersedianya iklim mikro yang baik merupakan hal penting bagi tanaman, khususnya yang masih
muda. Iklim mikro dapat diubah dan ditingkatkan kualitasnya dengan menggunakan teknik-teknik
yang baik, yaitu teknik-teknik yang telah dijelaskan sebelumnya.
Misalnya sengkedan batuan, batuan akan memberikan rumah bagi hewan-hewan kecil dan
serangga, dan di malam harinya, ketika suhu dingin, batuan akan menjadi dingin sehingga embun
dari udara akan mengumpul pada permukaan batuan. Embun ini akan meresap ke dalam tanah
yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh tanaman. Embun ini merupakan sumber air yang penting
di daerah kering.
Memulai Penghijauan Hutan
Daerah yang paling baik untuk memulai penghijauan hutan
adalah daerah-daerah yang secara alami memiliki iklim mikro
yang baik. Jika Anda memulai menanam pepohonan di daerah
ini, tingkat keberhasilan untuk tumbuh akan lebih tinggi.Amati
lahan Anda untuk mengetahui daerah mana yang memiliki iklim
mikro alami yang baik.
Yang harus diperhatikan:
• Kelompok pepohonan yang ada. Pepohonan ini akan tumbuh di suatu titik tertentu yang
iklim mikronya lebih baik. Pepohonan yang sudah ada akan memberikan mulsa, naungan,
dan perlindungan terhadap pohon-pohon baru yang akan ditanam.
• Rerumputan dan tanaman kecil. Di areal yang sangat kering, adanya rumput dan tanaman
kecil mengindikasikan adanya tanah yang lebih baik dan mungkin tersedia sedikit air di
bagian tanah tersebut. Tanaman pohon akan tumbuh lebih baik di daerah ini dibanding
tanaman lainnya karena pohon lebih tahan. Areal tanpa rumput menunjukkan bahawa
tanah di daerah itu sangat jelek, mungkin mengandung banyak batuan di bawahnya, dan
tidak tersedia cukup air.
• Kelompok batuan. Tanaman yang ditanam dibawah batuan akan mendapatkan lebih
banyak air karena batuan dapat menangkap air hujan.
• Tempat-tempat di mana air terkumpul secara alami.
• Sisi utara pegunungan. Sisi ini merupakan tempat yang baik untuk penghijauan karena sisi
ini memperoleh sinar matahari yang paling cocok untuk pertumbuhan pohon, dan memiliki
iklim mikro alami yang baik. Tapi kita juga harus amati sisi mana yang paling gundul atau
rusak, dan sisi mana yang paling mendesak untuk dihijaukan.
memanfaatkan
embun
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 193
Membantu Penghijauan Alami
Alam selalu bekerja menuju ke arah yang terbaik bagi dirinya. Jangan
bekerja melawan kehendak alam, sebaliknya bekerjalah sesuai dengan
pola alam untuk mempercepat proses keberhasilan. Pekerjaan yang selaras
dengan alam untuk membentuk lingkungan yang sehat, antara lain:
• Hentikan pembakaran. Dengan membakar, Anda akan melenyapkan banyak sumber daya.
Misalnya, membakar rumput/semak akan melenyapkan salah satu fungsi mereka, yaitu
melindungi pohon-pohon yang masih muda.
• Melestarikan burung. Burung sangat berguna bagi penghijauan alami, burung akan
membantu menyebarkan biji-bijian melalui kotorannya. Kotoran ini akan menyuburkan
tanah dan beberapa dari biji-bijian itu akan tumbuh sebagai pohon baru.
• Pertama, tanamlah pepohonan dalam kelompok-kelompok kecil. Lalu, dalam tahun-tahun
berikutnya tambahkan tanaman-tanaman baru pada kelompok pohon yang ditanam sebelumnya.
Tanaman muda akan memperoleh perlindungan dan mulsa dari pohon-pohon yang lebih tua.
Bola Benih
Suatu bola benih adalah suatu bola kecil, kira-kira berdiameter 4 cm, yang dibuat
dari tanah liat yang di dalamnya ada benih tanaman dan pupuk kandang kering.
Bola benih merupakan cara sederhana yang baik untuk memulai penghijauan
di daerah-daerah yang sangat kering, memiliki lereng yang curam, atau hanya
ada sedikit atau sama sekali tak ada tanaman/pepohonan. Bola benih ini nantinya
diletakkan di tempat yang Anda inginkan sebelum musim hujan. Tanah liat akan melindungi
benih yang ada di dalamnya dari gangguan binatang hingga musim hujan tiba. Saat musim hujan, benih
itu akan tumbuh dan pupuk kandang kering yang ada di dalam bola akan menyediakan unsur hara untuk
membantu pertumbuhan benih. Sebaiknya menggunakan benih legum yang cepat tumbuh dan paling cocok
tumbuh di lingkungan setempat, misalnya akasia, lamtoro, dan kelor. Tanaman yang tumbuh dari bola benih
akan memperbaiki tanah dan memberikan perlindungan dan mulsa bagi tanaman yang ditanam berikutnya.
Membuat Bola Benih
Pilihlah tanah liat yang ketika dipilin menjadi bentuk ular tetap utuh (tidak patah).
Tambahkan sedikit air pada tanah liat itu hingga mudah untuk membentuknya
seperti bola. Campurlah dengan sedikit pupuk kandang, tapi pastikan bahwa
tanah liat itu masih dapat menggumpal. Buatlah seperti bola-bola kecil dan
masukkan sekitar 5-10 benih ke dalam tiap bola. Benih itu harus berada dalam
bola untuk mencegah hewan memakannya saat ditempatkan di lahan nantinya.
Jemur bola-bola itu ke sinar matahari langsung untuk mengeringkannya selama
kira-kira 1-2 hari. Jemur hingga kering, tetapi jangan sampai pecah. Lanjutkan dengan menaruh bola-bola itu di
tempat teduh yang kering untuk menyempurnakan pengeringan. Bola harus kering betul karena jika masih basah,
benih akan tumbuh. Bila sudah kering, simpanlah di tempat kering hingga Anda akan menggunakannya.
IDE CERDAS!
• Membuat bedeng kecil dari batuan untuk menamam bola benih akan
meningkatkan keberhasilan tumbuhnya benih karena tersedianya tanah yang
baik dan air bagi tanaman yang masih muda.
• Bola benih akan sangat membantu jika Anda memiliki lahan luas yang akan Anda
hijaukan, tetapi kesulitan untuk menanami semua lahan sekaligus dalam sekali
musim. Anda bisa menggarap lahan kebun yang lebih produktif di awal musim hujan,
sementara bola benih, yang sebelumnya sudah ditanam, mulai tumbuh di lahan lain.
membuat
bola benih
194 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Perlindungan terhadap Lahan Penghijauan
Lahan penghijauan harus dilindungi dari
kebakaran, gangguan hewan, angin
kencang dan erosi. Perlindungan ini sangat
membutuhkan partisipasi masyarakat.
Tetangga dan masyarakat sekitar lainnya perlu
dilibatkan dan memahami segala sesuatu yang
berhubungan dengan proyek penghijauan yang
dilakukan. Pertemuan-pertemuan kelompok
masyarakat dapat dilakukan untuk membahas
dan merencanakan rencana bersama untuk
masalah perlindungan terhadap lahan
penghijauan. Rencana masyarakat yang dapat
dibangun bersama, antara lain:
• Menggunakan hukum adat/masyarakat
tradisional untuk menumbuhkan
kesadaran kepada seluruh anggota
masyarakat akan pentingnya reboisasi
dan perlindungan terhadap lahan
penghijauan.
• Melibatkan sekolah, kelompok-kelompok
lokal, organisasi agama, LSM, radio
masyarakat, dan pihak pemerintah untuk
memberi pendidikan kepada masyarakat
tentang pentingnya reboisasi dan
perlindungan terhadap lahan penghijauan
• Menumbuhkan rasa memiliki pada tiaptiap
anggota kelompok masyarakat
terhadap sumber daya-sumber daya
milik masyarakat. Sumber daya milik
masyarakat ini bisa meliputi pembibitan,
lahan, dan hutan milik masyarakat.
Kesadaran ini sangat penting dalam
menumbuhkan kerjasama antar masyarakat.
• Menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk perlindungan terhadap
lahan penghijauan. Rencana jangka pendek dapat dibuat untuk daerah-daerah yang
membutuhkan perhatian segera dan bersifat mendesak.
Setiap gagasan dan rencana bersama untuk pengelolaan dan perlindungan terhadap lahan
penghijauan masyarakat sebaiknya didiskusikan juga dengan pihak pemerintah. Kerjasama
antara masyarakat dan pemerintah akan membantu meningkatkan keterlibatan masyarakat
serta meningkatkan hasil.
IDE CERDAS!
Rencanakanlah dengan baik setiap kegiatan. Untuk penghijauan, lebih baik
melakukan pekerjaan selangkah demi selangkah dan membuat tiap langkah kecil
menjadi berhasil daripada mencoba untuk melakukan penghijauan suatu daerah
yang luas namun tidak mampu mengelolanya dengan baik.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 195
Perlindungan dari Kebakaran
Api biasanya berasal dari arah datangnya angin di musim kemarau
atau dari daerah yang lebih rendah di pegunungan. Buatlah pelindung
kebakaran pada lahan Anda di arah ini. Pelindung ini bisa berupa:
• Pagar hidup yang terdiri dari tanaman atau pepohonan yang
tidak akan terbakar, misalnya: kaktus, lidah buaya, pisang.
• Dinding batu. Selain berfungsi untuk memberikan
perlindungan terhadap kebakaran dinding ini juga berfungsi
sebagai pagar dan mencegah gangguan binatang.
• Penahan api. Ini bisa berupa daerah lahan yang dijaga tetap bersih dari tanaman. Ketika
api mencapai bagian ini, api akan padam karena tidak ada yang bisa dibakarnya.
Teknik-teknik ini akan berfungsi jauh lebih baik bila dipadukan.
Perlindungan dari Gangguan Hewan
Hewan ternak seperti kambing, kerbau, sapi, dan
babi dapat merusak sejumlah besar tanaman dan
pepohonan dalam waktu singkat. Untuk itu dapat
dibuatkan pagar atau pelindung pohon yang
berupa pagar kecil yang mengitari tiap tanaman.
Pagar bisa dibuat dari bahan-bahan yang tersedia
dan murah, seperti kayu, bambu, batu, kawat,
jala, atau kombinasi dari berbagai macam bahan.
Pagar hidup yang terdiri dari tumbuhan yang tidak disukai hewan, seperti tanaman kaktus,
juga merupakan pagar yang baik dari gangguan hewan. Pelindung pohon baik digunakan pada
tanaman buah-buahan, pepohonan dekat rumah, dan pohon-pohon besar yang masih muda.
Pelindung ini bisa dibuat dari bahan-bahan pagar yang sederhana. Pada saat pohon telah
tumbuh tinggi besar dan daunnya sulit dijangkau hewan, pelindung ini bisa dihilangkan dan
ternak bisa dilepas bebas pada areal ini.
Perlindungan dari Angin Kencang
Jika tanaman dilindungi dari angin kencang, mereka akan tumbuh lebih cepat dan sehat,
khususnya ketika tanaman itu masih muda. Perlindungan dari angin kencang bisa berupa pagar
hidup, tanaman merambat, atau pohon-pohon yang sengaja ditanam sebagai penahan angin.
Untuk lahan kebun, bisa dibuatkan beberapa baris pohon-pohon yang difungsikan khusus sebagai penahan
angin. Pohon-pohon ini bisa dari berbagai macam jenis tanaman, dari legum hingga tanaman pohon buahbuahan.
Baris pohon-pohon ini bisa ditanam di arah angin kencang datang.
Untuk lahan penghijauan, mulailah menanam kelompok
pohon-pohon penghijauan pada daerah yang terlindung
dari angin kencang. Pada tahun-tahun berikutnya tanamlah
pohon-pohon baru di kelompok pohon sebelumnya.
Tanaman baru ini akan mendapatkan perlindungan dari
pohon dewasa.
API
196 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Perlindungan dari Erosi
Penanaman pepohonan merupakan solusi jangka panjang untuk mencegah erosi, tetapi ketika pohonpohon
perlindungan itu masih kecil, mereka juga memerlukan perlindungan dari erosi. Perlindungan ini
berupa teknik-teknik yang sudah dijelaskan sebelumnya, seperti sengkedan, terasering, dan lainnya.
Rerumputan, semak, dan tanaman penutup tanah juga bisa membantu untuk mencegah erosi.
Penanaman Pohon
Teknik dalam penanaman pohon adalah hal yang sangat penting bagi pertumbuhan pohon itu
nantinya. Teknik-teknik ini bisa berupa cara-cara sederhana seperti:
• Menanam pada waktu sore hari. Jangan menanam di saat terik matahari siang.
• Sediakan cukup air.
• Rawatlah akarnya sedapat mungkin, jangan ganggu perakarannya.
• Buatlah parit kecil mengelilingi pohon yang baru ditanam untuk menangkap air. Bisa
ditambahkan pipa untuk pengairan yang lebih baik.
• Pemberian mulsa di sekitar tanaman.
Menanam Pohon Buah-buahan
Jika Anda memiliki cukup air, pohon buah-buahan dapat ditanam kapan saja. Jika air terbatas,
sebaiknya penanaman dilakukan waktu tanah masih basah atau awal musim hujan.
Teknik untuk menanam pohon buah-buahan:
1. Gali lubang sedalam lutut, atau jika mungkin lebih dalam lagi.
Isilah lubang itu dengan air. Siram juga tanaman pohon yang
masih dalam koker.
2. Letakkan pipa (pipa bisa terbuat dari bambu) ke dalam
lubang itu. Letakkan beberapa kerikil di bawah mulut pipa untuk
membantu jalur air nantinya.
3. Isilah sebuah kantong plastik dengan pupuk kandang dan
tempatkan ke bagian dasar lubang itu. Namun, bila ada,
sebaiknya gunakan kantong dari bahan alami yang bisa menahan
pupuk kandang bertahan dalam tanah untuk waktu yang lama.
Tutuplah dengan sedikit tanah dan buatlah gundukan kecil dalam
lubang itu untuk tempat dudukan tanaman.
4. Secara hati-hati, angkatlah tanaman dari kokernya tanpa
merusak akarnya. Jika akarnya banyak, secara hati-hati lepaskan
bagian bawah akar tanaman itu. Lalu tempatkan tanaman itu di
lubang yang sudah disiapkan.
5. Isilah lubang dengan tanah. Buatlah sedikit cekungan pada
permukaan tanahnya untuk mengumpulkan air dan membantu
pengairan. Pastikan bahwa bagian atas akar tanaman tertutup
tanah sedikitnya 2 cm untuk melindungi akar agar tidak kering.
6. Berikan mulsa sebanyak mungkin di sekitar tanaman.
7. Siram dengan cukup air.
8. Buatlah pelindung tanaman jika diperlukan.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 197
Menanam Pohon Penghijauan
Pohon penghijauan ditanam dengan teknik yang sama dengan teknik penanaman yang dipakai
untuk pohon buah-buahan namun dengan sedikit perubahan.
Ini disebabkan beberapa hal, antara lain:
• Pohon penghijauan biasanya ditanam jauh dari areal kebun dan rumah.
• Pohon penghijauan membutuhkan pupuk yang lebih sedikit.
• Pohon penghijauan biasanya tidak diairi dengan teratur sehingga
penyimpanan air hujan sangat penting.
• Tanahnya seringkali keras, sehingga lebih sulit digali.
Waktu terbaik untuk menanam pohon penghijauan adalah pada awal musim hujan, yaitu ketika
hujan mulai konsisten.
Ikuti langkah-langkah yang sama seperti pada tanaman buah, namun beberapa hal sedikit
berbeda seperti:
• Galilah sebuah lubang yang lebih kecil.
• Lubang tidak perlu diberi pupuk kandang dalam kantong.
• Buatlah cekungan yang besar untuk tangkapan air. Pastikan
bahwa posisi tengah lubang ada di atas permukaan tanah. Ini
akan membantu menghindari terlalu banyak air dimusim hujan.
• Pipa bambu sebaiknya digunakan untuk pengairan di musim
kemarau.
IDE CERDAS!
• Menggali lubang untuk menanam pohon dan kemudian membiarkannya
hingga musim hujan tiba. Air akan mengumpul di lubang itu dan memperlunak
tanahnya sehingga ketika diisi pohon, pertumbuhannya akan lebih baik.
• Penanaman dengan sengkedan akan selalu meningkatkan hasil dan membantu
tanaman tumbuh jauh lebih cepat dan sehat.
1 9 8 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Perawatan Pohon
Pengairan
Pohon Buah-buahan dan Pohon Budidaya
Pohon buah-buahan dan pohon budidaya harus tetap disirami air di musim kering jika Anda
menginginkan hasil yang baik dan buah yang besar, khususnya di beberapa tahun pertama.
Cara-cara penyiraman yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
• Lebih baik menyiram pohon dengan banyak air sekali
setiap minggunya, daripada menyiramnya dengan
hanya sedikit air setiap hari atau dua hari. Ini
akan merangsang akar untuk tumbuh ke
dalam mencari air sehingga dapat lebih cepat
mencapai dasar air.
• Gunakan penyiraman melalui pipa.
• Sirami pohon saat pagi atau sore hari.
Pohon untuk Penghijauan
Usahakan untuk memberi pengairan pada pohon
penghijauan saat musim kemarau, walalupun hanya
sedikit. Dengan sedikit air di musim kering akan meningkatkan
pertumbuhan dan keberhasilan. Waktu terbaik untuk penyiraman adalah pagi atau
sore hari. Sengkedan akan sangat membantu untuk menangkap dan menahan air.
Pemupukan
Tanaman menggunakan unsur hara dalam tanah untuk hidup. Oleh
karenanya, unsur hara dalam tanah yang terpakai oleh tanaman harus
terus diganti, agar tanaman tumbuh sehat dan bisa memberi hasil yang
baik. Hal yang sama juga berlaku untuk manusia dan hewan, tapi
untungnya pepohonan tidak harus makan setiap hari.
Pohon Buah-buahan dan Pohon Budidaya
Kompos, pupuk cair, pupuk kandang, dan mulsa menyediakan
beragam unsur hara dan manfaat-manfaat lainnya. Tempat
yang paling baik untuk pemupukan adalah di tempat yang bisa
diserap oleh akar. Di bawah daun bagian luar (mahkota pohon)
dari tiap pohon merupakan ‘zona makan akar’. Ini merupakan
daerah tempat akar luar tanaman dan di tempat inilah tanaman
akan dengan mudah memanfaatkan unsur hara. Sebuah galian
kecil melingkar dapat dibuat mengelilingi zona makan akar guna
meningkatkan hasil penyiraman dan pemupukan. Lingkar galian
ini dapat diperbesar sejalan dengan pertumbuhan tanaman.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 199
Pipa yang digunakan untuk pengairan juga dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan kompos cair
secara langsung pada akar tanaman dalam tanah. Pemupukan yang cocok untuk pohon
buah-buahan dan pohon budidaya dapat berupa:
• Kompos dan Pupuk Kandang. Kompos dan pupuk kandang di berikan sebanyak dua kali
setahun, sebelum mulai musim hujan terutama pada daerah ‘zona makan akar’. Berikan
sebanyak dua kali setahun, sebelum mulai musim hujan dan di akhir musim hujan. Lapisan
setebal kompos dan pupuk kandang setebal kira-kira 5 cm (sepanjang satu jari), terutama
di zona makan akar, akan memberikan banyak unsur hara kepada pohon.
• Kompos Cair. Untuk tanaman muda sampai umur 3 tahun, gunakan kira-kira 1 galon (20
liter), sedangkan untuk tanaman yang berumur di atas 3 tahun, gunakan 3 galon. Berikan
separuhnya lewat pipa pengairan dan separuhnya lagi dapat ditaruh langsung di zona
makan akar. Berikan sekali tiap 2 bulan di musim hujan dan saat musim kemarau cukup
diberikan sekali saja di tengah-tengah musim.
• Mulsa. Berikan mulsa di antara zona makan akar hingga dekat pangkal pohon. Mulsa
sebaiknya tidak menyentuh bagian pangkal, karena kalau sampai menyentuh, penyakit dan
jamur akan bisa merusak tanaman. Berikan jarak sekitar 10 cm dari pangkal pohon. Berikan
mulsa atau rumput laut secara terus menerus. Ketebalan mulsa kira-kira 10 cm. Lapisan yang
tebal ini sangat baik agar mulsa bisa menjaga kelembaban tanah dan meningkatkan kualitas
tanah dengan cepat. Apabila tersedia, rumput laut merupakan bahan mulsa yang baik sekali
bagi tanaman, tapi cuci dulu yang bersih untuk menghilangkan garamnya.
• Urin. Urin juga merupakan sumber pupuk alami yang baik karena mengandung banyak
nitrogen dan tersedia terus-menerus. Pohon jeruk sangat menyukai pupuk urin. Sebelum
diberikan ke tanaman, urin ini harus dilarutkan dalam seember air terlebih dahulu. Bisa
diberikan sering-sering pada tanaman dewasa, tapi jangan terlalu banyak untuk tanaman
yang masih muda.
Pohon Penghijauan
Pohon penghijauan memerlukan lebih sedikit pupuk daripada tanaman buah-buahan, tapi
pemberian pupuk lebih difokuskan ketika pohon masih muda. Pada lahan yang dihijaukan
seringkali tidak tersedia cukup unsur hara bagi tanaman. Pemupukan alami yang baik akan
mengganti unsur hara yang hilang dengan cepat. Pemupukan dapat menggunakan:
• Kompos, pupuk kandang atau rumput laut. Dapat diberikan pada saat penanaman untuk
memberikan unsur hara kepada tanaman yang masih muda.
• Tanaman legum. Merupakan sumber
unsur hara yang penting. Akarnya
menyediakan nitrogen, dan tanaman
ini bisa dipangkas hingga 5 kali pada
musim hujan untuk bahan mulsa.
Tanaman ini juga bisa dimanfaatkan
sebagai ‘tanaman pelopor’ sekaligus
sebagai penyedia mulsa dan nitrogen
untuk tanaman lainnya.
• Mulsa. Untuk tanaman penghijauan,
mulsa memberikan banyak unsur hara
yang dibutuhkan tanaman.
• Setelah 3 tahun, ternak dapat secara
hati-hati digabungkan ke lahan
penghijauan. Kotoran ternak akan
memberikan pupuk bagi tanaman.
Tanaman legum
Mulsa
sengkedan batuan
2 0 0 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Pemulsaan Pohon
Mulsa merupakan bagian yang sangat penting dari perawatan tanaman.
Mulsa memberikan banyak manfaat, diantaranya:
• Menahan air akan tetap tinggal di dalam tanah dan membantu membuat
tanah tetap lembab untuk jangka waktu yang lebih lama.
• Memaksimalkan manfaat pupuk dan kompos, bila mulsa ditaruh di atasnya.
• Sebagai sumber unsur hara yang penting bagi tanaman.
• Meningkatkan kualitas tanah dengan meningkatkan bahan organik dan biota dalam tanah.
Pohon Buah-buahan dan Pohon Budidaya
Berikan mulsa pada pohon secara terus-menerus.
Lapisan mulsa setebal 10 cm atau lebih akan memberikan
hasil yang paling baik. Jangan biarkan mulsa menyentuh
bagian pangkal pohon untuk mencegah jamur dan
penyakit merusak tanaman.
Bahan-bahan yang baik dijadikan mulsa antara lain,
sekam padi, sekam kopi, rumput laut (harus dicuci bersih
terlebih dahulu), pangkasan pohon, rerumputan dan
gulma kering, bahkan kertas bekas, kardus, kayu dan
bambu lapuk, semuanya dapat menjadi mulsa yang baik.
Kompos dan pupuk kandang kering juga akan memberi hasil
yang lebih baik bagi tanah dan tanaman bila ditempatkan
di bawah lapisan mulsa.
Pohon Penghijauan
Mulsa alami, seperti daun pepohonan, rumput, dan gulma, akan sangat cepat terbentuk menjadi
mulsa bila lahannya tidak dibakar. Mulsa ini bisa dikumpulkan dan ditempatkan di sekitar tanaman.
Tanaman legum dan tanaman lainnya juga dapat dipangkas untuk memberikan mulsa.
Mulsa akan memberi manfaat yang paling besar jika dikombinasikan dengan sistem sengkedan.
Batuan juga bisa disebut mulsa yang sangat penting, khususnya di daerah kering karena akan
memberikan air tambahan bagi tanaman Anda di musim kemarau.
Bacalah bagian iklim mikro pada modul ini untuk informasi lebih lanjut.
WASPADALAH!
Di musim kemarau, mulsa akan mudah terbakar dan menyebabkan api menjadi
mudah menyebar. Oleh karenanya, pembakaran lahan harus dihentikan dan api
harus dicegah masuk ke lahan Anda. Partisipasi, pemahaman masyarakat, serta
pemadaman api merupakan hal yang sangat penting.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 2 0 1
Pemangkasan Cabang Pohon
Pemangkasan cabang pohon penting dilakukan untuk
mempertahankan kesehatan tanaman dan produktivitasnya.
Penyakit dan jamur dapat menyebar dengan mudah jika pohon
tidak dipangkas. Dengan pemangkasan, pemanenan juga akan
lebih mudah dilakukan karena pohonnya lebih rendah sehingga
aksesnya lebih gampang.
Teknik yang benar untuk memangkas sangat penting agar pohon
akan tumbuh kembali dengan cepat, tidak mengalami stres, dan
kemungkinan terkena penyakit dan jamur akan lebih sedikit.
Pada saat memangkas cabang pohon, gunakan gergaji atau
parang yang sangat tajam. Pangkaslah cabang sedekat mungkin
dengan batang/dahan utamanya. Buatlah potongannya itu sehalus
mungkin, agak miring dan tidak mendatar karena potongan yang
datar akan meningkatkan peluang terkena penyakit.
Untuk pohon buah-buahan dan pohon budidaya lainnya, Anda
bisa melumuri bekas potongan dengan getah nangka. Ini akan
membantu menghentikan penyakit dan jamur untuk masuk ke
dalam bekas potongan.
Pohon Buah-buahan dan Pohon Budidaya
Untuk hampir semua pohon buah-buahan tropis,
dianjurkan untuk melakukan pemangkasan
bilamana diperlukan.
Tujuan dari pemangkasan pohon, antara lain:
• Membuang dahan yang telah mati atau terkena penyakit.
Dengan membuang kayu yang telah mati atau terkena
penyakit, Anda akan mengurangi peluang penyebaran
jamur dan penyakit. Potonglah dahan atau tangkai
pada bagian sebelum tempat munculnya penyakit atau
kayu yang mati. Pangkasan dahan-dahan atau cabangcabang
ini harus dibuang atau dibakar untuk mencegah
penyebaran penyakit.
• Memungkinkan lebih banyak sinar matahari masuk ke
dalam tajuk pohon. Ini akan meningkatkan produksi buahbuahan
dan mengurangi peluang terjadinya masalah jamur.
Hanya lakukan pemangkasan jika perlu dan jangan lakukan
pemangkasan pada semua ujung dahan, tapi hanya pada
cabang-cabang atau dahan yang sedikit lebih panjang.
• Mendorong pertumbuhan baru pada pohon-pohon
yang sudah besar. Ketika pohon sudah besar dan tidak
berproduksi dengan baik, pemangkasan akan mendorong
pertumbuhan baru dan menghasilkan buah yang lebih baik.
2 0 2 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Pohon Penghijauan
Pohon penghijauan memerlukan perawatan dan pemangkasan
yang lebih sedikit daripada pohon buah-buahan, namun sedikit
pemangkasan akan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan
dan kualitas. Tujuan pemangkasan pohon penghijauan, antara lain:
• Memperoleh kayu bakar. Dahan-dahan yang mati atau terkena penyakit dapat dipangkas
dan dimanfaatkan untuk kayu bakar.
• Membuang bagian dahan atau ranting yang lebih rendah akan membuat ruang bagi
orang untuk berjalan di sekitarnya, bagi hewan untuk merumput, dan bagi pertumbuhan
tanaman-tanaman yang ada di bawahnya seperti kopi dan panili. Jangan buang bagian
dahan atau cabang bagian bawah dari pohon penahan angin karena akan mengurangi
keefektifannya.
Legum
Tanaman legum yang ditanam untuk mulsa, perbaikan tanah atau sebagai pagar hidup, harus
dipangkas secara teratur. Dengan melakukan pemangkasan tanaman legum, Anda akan
memasukkan kembali nitrogen ke dalam tanah dari perakarannya. Pangkaslah kembali sampai
setinggi pinggang untuk memudahkan pengelolaan dan pangkaslah keseluruhan pohon dengan
rata untuk mendapatkan hasil terbaik.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 2 0 3
Bambu
Bambu tumbuh hampir di semua daerah
dan memiliki banyak manfaat penting bagi
masyarakat.
Secara garis besar, bambu terbagi menjadi
2 jenis: bambu rumpun (sympodial) dan
bambu rambat (monopodial). Bambu rumpun
tumbuh di daerah tropis dan umumnya ada di
daerah kita, sedangkan bambu rambat tumbuh di
daerah sub-tropis.
Bambu memberikan:
• Pendapatan.
• Bahan bangunan.
• Bahan furnitur.
• Makanan, bagi manusia dan ternak.
• Sebagai pagar, pagar hidup atau teralis.
• Penahan angin.
• Pipa irigasi.
• Arang bambu untuk mememasak.
• Bahan alat musik.
• Bahan wadah.
• Bahan kerajinan tangan masyrakat, dan banyak lagi.
Proses menanam dan mengelola rumpun bambu secara benar merupakan
langkah pertama untuk menghasilkan batang berkualitas tinggi dan memudahkan pemanenan.
Perbanyakan Bambu
Ada beberapa teknik untuk memperbanyak bambu, yaitu perbanyakan rimpang (rhizoma),
potongan batang, atau
menggunakan cabang dan biji
untuk beberapa jenis bambu besar.
Teknik mana yang akan Anda pakai
tergantung pada jenis bambunya,
dan untuk apa bambu itu akan
digunakan.
Untuk daerah kering, awal musim
hujan adalah waktu terbaik untuk
perbanyakan bambu. Namun, jika
tersedia cukup air, perbanyakan ini
bisa dilakukan kapan saja.
rebung
rimpang
akar
cabang buku
buku
buku
2 0 4 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Perbanyakan dengan Rimpang (Rhizoma)
Perbanyakan dengan rimpang cocok untuk penanaman skala kecil karena tingkat keberhasilannya
tinggi. Namun, cara ini sedikit lebih sulit dan memerlukan waktu yang lebih banyak. Perbanyakan
dengan rimpang bisa dilakukan pada hampir semua jenis bambu, namun rimpang dari spesies bambu
yang besar biasanya terlalu sulit untuk digali. Oleh karenanya, perbanyakan dengan rimpang paling
cocok diterapkan pada spesies-spesies bambu yang kecil dengan banyak rimpang dan rumpun.
Langkah-langkah perbanyakan dengan rimpang:
1. Pilihlah rimpang dan rumpun bambu yang ingin Anda perbanyak,
batang berumur satu tahun dari rumpun bambu bagian luar
adalah yang paling gampang dan paling baik.
2. Potonglah batang itu tiga atau empat buku di atas permukaan tanah.
3. Potong lagi pada rimpang, di bagian rimpang itu menyatu dengan
rimpang berikutnya. Biasanya ini mengarah ke tengah rumpun.
Galilah akar dan tanahnya sekitar 10-15 cm dari pangkalnya
sehingga ketika Anda mencabut rimpangnya, masih ada akar dan
tanah yang melekat.
4. Jagalah agar rimpang dan akarnya tetap basah hingga
penanaman, atau sebaiknya langsung ditanam. Basahi juga
daunnya dengan air. Jagalah agar rimpang dan akarnya tidak
terkena sinar matahari.
5. Tanamlah rimpang itu sedalam kira-kira 15 cm, dan sirami dengan air.
Berikan pupuk atau kompos dan lapisan mulsa di sekitarnya.
Daun dan cabang yang baru akan tumbuh dari ruas-ruas bambu dan pada awal musim hujan
akan tumbuh tunas baru dari rimpan tersebut. Terkadang tunas baru akan langsung tumbuh.
Perbanyakan dengan Potongan Batang
Perbanyakan dengan potongan batang baik untuk perkebunan besar dan untuk penahan angin
karena lebih mudah dan memerlukan waktu yang lebih singkat. Namun, tingkat keberhasilan
teknik perbanyakan ini lebih kecil. Teknik ini paling cocok untuk jenis bambu besar, yang terlalu
sulit untuk diperbanyak dengan rimpang.
Langkah-langkah perbanyakan dengan batang:
1. Pilihlah batang bambu yang berumur sekitar 2-3 tahun dan
memiliki banyak cabang.
2. Potonglah sedekat mungkin dengan tanah, dan kemudian
potong-potonglah batangnya sepanjang 1,5 sampai 2 meter.
3. Bersihkan cabang-cabang dan daunnya setelah buku pertama pada
tiap potongan, tapi sisakan 2 atau 3 cabang pada satu sisinya.
4. Galilah parit dan kuburlah batang bambu itu sedalam kirakira
15 cm. Setelah penanaman, potonglah cabang-cabang
yang tersisa pada 2 buku di atas tanah. Ini akan membantu
Anda mengetahui di mana bambu itu ditanam.
5. Sirami setiap hari selama satu minggu pertama. Setelah itu,
sirami dua kali seminggu selama satu bulan.
ketika batang bambu itu sudah mulai bertunas, batang itu sudah siap untuk digali, dipotong,
dan ditanam kembali ke tempat yang Anda inginkan.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 2 0 5
Perbanyakan dengan Cabang
Pilihlah beberapa cabang bambu yang besar, mereka biasanya ada
diujung atas bambu dewasa. Potong cabang ini sedekat mungkin
dengan batang utama, sepanjang kira-kira 1m (minimum ada 3 mata
tunas). Perlakukan cabang ini seperti menanam stek pada tanah yang
subur. Sebaiknya ditanam sedikit miring.
Pembibitan Bambu
Perbanyakan dengan potongan batang dan cabang dapat juga digunakan
untuk menanam bambu di koker. Perbanyakan dengan rimpang tidak cocok untuk ditanam di
koker, sebaiknya harus ditanam langsung ke lahan.
IDE CERDAS!
• Jangan gunakan bagian ujung 1/3 bagian dari batang karena tingkat
keberhasilannya sangat kecil.
• Buatlah lubang diantara tiap buku sebelum memendam atau menguburnya
untuk membantu menyimpan air.
Menanam Bambu Berkualitas Tinggi
Tiap-tiap jenis bambu mempunyai kualitas dan karakter yang berbeda-beda. Menanam berbagai jenis
bambu di suatu daerah akan memberi keuntungan kepada masyarakat karena dapat memanfaatkan
bambu sesuai dengan kebutuhan yang beraneka ragam. Tiap-tiap orang dalam satu komunitas
dapat memanam salah satu jenis bambu dan tukar-menukar bisa saling dilakukan.
Untuk menanam bambu berkualitas tinggi, dibutuhkan pasokan
unsur hara yang cukup, mengingat tanaman bambu adalah
tanaman pemakan berat. Bambu memiliki sistem perakaran
yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah. Oleh karenanya,
sebaiknya bambu diberi pupuk dalam jumlah sedikit tapi teratur,
misalnya tiap 3-6 bulan, daripada memberinya dalam jumlah
banyak hanya sekali setahun.
Pupuk yang cocok digunakan adalah pupuk kandang dan
kompos, terutama saat menjelang musim hujan. Pupuk kandang
yang paling baik digunakan adalah kotoran babi karena kotoran
babi mengandung unsur hara yang lengkap untuk pertumbuhan
bambu. Pemberian lapisan mulsa, setebal kira-kira 30 cm, juga
akan sangat membantu pertumbuhan bambu. Ketika tanaman
bambu berumur 2 tahun, taburkan tipis-tipis bubuk semen
pada sekitar pangkal atau rumpunnya (di bawah mulsa). Semen
mangandung silika, mineral yang akan membuat bambu menjadi
keras dan membantu meningkatkan kualitas batangnya.
Uji coba yang pernah dilakukan pada bambu menunjukkan
bahwa kayunya lebih kuat jika ditanam pada punggung bukit
daripada dekat sungai.
saling
menukar
bibit bambu
2 0 6 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Pengelolaan Rumpun
Pengelolaan rumpun bambu yang baik akan menghasilkan
batang bambu berkualitas tinggi, serta memudahkan
pemanenan. Satu rumpun bambu yang dikelola dengan baik
akan memiliki batang umurnya bervariasi, dari umur 3, 2,
dan 1 tahun, serta tunas-tunas baru. Sebaiknya terdapat 6-8
batang yang seumur pada tiap rumpunnya, jadi ada sekitar
24-32 batang per rumpun. Semuanya harus mendapatkan
ruang yang cukup untuk bisa tumbuh dengan baik dan mudah
dipanen.
Membuka Rumpun
Rumpun bambu yang dikelola dengan baik
akan terlihat terbuka dan sehat sehingga
memudahkan kita untuk memilih dan
menata mana bambu yang siap dipanen dan
mana yang masih muda. Rumpun yang tidak
dikelola akan terlihat padat dan semrawut,
sulit untuk memilih dan mencapai mana
batang yang siap dipanen, dan sering ada
batang yang mati atau kering di tengah
rumpun. Situasi seperti ini akan menyulitkan
kita ketika memanennya.
Langkah pertama dalam mengelola rumpun adalah dengan memotong semua batang yang sudah
tua atau mati. Ini memang sulit dilakukan karena letaknya kadang di tengah-tengah rumpun. Salah
satu cara untuk melakukannya adalah dengan memotong satu sisi rumpun hingga ke tengahnya,
kemudian memotong batang yang tua atau mati. Potonglah sedekat mungkin dengan permukaan
tanah. Ini akan menciptakan bentuk yang memungkinkan kita untuk memanen batang yang tua
dari tengah rumpun tanpa merusak tunas baru yang biasanya berada di luar rumpun.
Penjarangan
Hilangkan batang-batang yang rusak, bengkok, atau terlalu
berdekatan satu sama lain. Jika rumpun itu pernah dipanen
sebelumnya, akan ada banyak bekas-bekas pangkal bambu, sisasisa
ini sebaiknya dibersihkan dengan memotongnya sedekat
mungkin dengan permukaan tanah. Ini akan memudahkan kita
untuk mencapai bagian tengah rumpun.
Pemangkasan Cabang
Pangkaslah cabang-cabang yang lebih rendah untuk
memudahkan akses ke dalam rumpun. Pemotongan sebaiknya
di buku kedua atau ketiga pada cabang yang dipangkas
sehingga dapat mencegah jamur untuk mencapai batang.
rumpun bambu
yg tidak dikelola
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 2 0 7
Memilih dan Menandai Tunas
Saat musim tunas, pilihlah 6-8 tunas yang sehat dan berada dalam
posisi yang baik. Tunas lainnya bisa dihilangkan, ini akan merangsang
pertumbuhan tunas baru kemudian hari. Tunas yang dihilangkan dapat
dimanfaatkan sebagai sayur rebung atau pakan ternak.
Tunas baru bisa ditandai untuk mengetahui umurnya kelak. Batang bambu yang kuat, keras,
dan tahan terhadap serangga adalah batang yang dipanen pada saat berumur 3 tahun atau
lebih. Cara menandai batang adalah dengan menggoresnya pada tunas sebelum memiliki daun,
goresan ini akan meninggalkan bekas yang permanen. Tandai semua tunasnya pada ketinggian
yang sama, sekitar 1 meter di atas permukaan tanah. Misalnya, untuk tahun 2004, tandai
dengan 4, bambu ini akan siap panen pada tahun 2007. Maka pada tahun 2007, akan diketahui
batang mana saja dengan tanda 4 yang telah berumur 3 tahun.
Perkebunan Bambu
Bambu bisa ditanam di dekat rumah, di lahan, serta
menjadi bagian dari sistem yang dikelola. Perkebunan
bambu merupakan cara yang paling efisien untuk menghasilkan
bambu berkualitas tinggi. Hasil dari perkebunan bambu juga bisa
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk berbagai macam fungsi,
misalnya tunasnya sebagai sayuran, daunnya untuk pakan hewan dan
arang bambu, dan rumpun-rumpun bambu tersebut bisa difungsikan sebagai
penahan angin, pagar hidup, dan pengendali erosi.
Perkebunan Intensif
Perkebunan bambu yang intensif adalah suatu perkebunan
di mana bambu merupakan tanaman utamanya. Tanamlah
bambu dalam baris dengan jarak rumpun 4-6 meter dan
jarak antar baris 8-10 meter. Pada lahan-lahan yang
miring, tanamlah bambu sesuai kontur.
Dengan memberi jarak 8-10 meter antar baris, akan
menyediakan banyak ruang pada saat memanen
dan mengumpulkan batangnya. Anda juga bisa
menggembalakan ternak antar baris-baris itu.
Perkebunan Campuran
Perkebunan campuran adalah perkebunan di mana bambu hanya merupakan salah satu jenis
tanaman dari sekian banyak tanaman yang ada, misalnya perkebunan kopi dengan bambu
yang berfungsi sebagai pagar dan penahan angin. Bambu dapat dicampur dengan tanaman
yang sama tinggi dengannya, misalnya mangga, kelapa, alpukat, nangka, pohon kayuan, dan
tanaman serat. Kombinasi pepohonan yang akan ditanam bersama bambu adalah terserah
Anda, tapi jangan lupa untuk menyediakan cukup ruang bagi pemanenan bambu kelak. Hewan
juga dapat dimasukkan dalam sistem ini. Menanam bambu pada kontur bukit akan membantu
mencegah erosi dan menstabilkan pinggiran suatu terasering.
2 0 8 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Batang Bambu Berkualitas Tinggi
Batang bambu berkualitas tinggi tergantung
pada beberapa hal, antara lain:
1. Spesies bambu.
2. Usia batang bambu.
3. Waktu panen.
4. Perawatan dan penyimpanan.
5. Pengawetan.
1. Spesies Bambu
Beberapa jenis bambu secara alamiah lebih kuat dan lebih tahan terhadap hama penggerek daripada
jenis bambu lainnya. Di Indonesia, jenis-jenis bambu yang umum ditanam dan dimanfaatkan,
antara lain: bambu betung/petung, bambu tali/apus, bambu gombong, bambu item, bambu ampel,
bambu duri, bambu santong, bambu tutul, bambu kuning, dan masih banyak lagi.
2. Usia Batang Bambu
Bambu sebaiknya dipanen setelah berumur 3 tahun. Untuk beberapa jenis bambu, bahkan
harus dipanen saat berumur 4, 5, atau 6 tahun. Jenis bambu tali/apus paling baik dipanen
setelah 3 tahun, jenis bambu petung setelah 4 atau 5 tahun.
Bila batang bambu masih berumur 1-2 tahun, kandungan bubuk gula/bubuk patinya banyak
sehingga hama penggerek atau kutu bubuk (Dinoderus sp.) sangat menyukainya. Setelah 3
tahun, bubuk itu akan berkurang dan silikanya akan menjadi dominan. Silika merupakan suatu
mineral yang membuat batang bambu menjadi lebih keras dan tidak disukai hama. Bambu yang
dipanen pada umur kurang dari 3 tahun akan mudah mengkerut dan patah, serta memiliki kutu
bubuk dan hama penggerek yang lebih banyak. Bambu yang dipanen pada umur 3 tahun atau
lebih akan lebih kuat dan tahan hama.
3. Waktu Panen
Waktu pemanenan yang baik adalah selama musim kemarau. Pilihlah
waktu ketika tunas baru yang ada di rumpun berada dalam kondisi
ketinggian maksimum dan mulai mengembangkan daun-daunnya
di bagian atas. Pada saat seperti ini batang bambu dewasa dalam
kondisi yang paling kuat.
Ada suatu kebiasaan umum di Asia, yaitu melakukan pemanenan
bambu di saat bulan purnama. Ini bertujuan untuk membantu
mencegah hama penggerek pada bambu dan juga bambu berkurang
kadar airnya ketika bulan purnama. Kebiasaan ini akan menghasilkan
bambu yang berkualitas baik. Hindari pemanenan di saat musim rebung karena
bambu sedang ‘menyusui’ anaknya pada waktu ini. Saat ini kandungan air dan gula pada bambu
sedang tinggi. Di samping itu, penebangan bambu akan merusak rebung-rebung tersebut.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 2 0 9
4. Perawatan dan Penyimpanan
Bambu memerlukan waktu pengeringan selama 4-8 minggu sebelum
siap digunakan. Jika penyimpanannya secara vertikal, waktu
pengeringannya sekitar 4 minggu, sementara jika penyimpanannya
secara horisontal, waktu pengeringannya sekitar 8 minggu. Bambu
harus dirawat dan disimpan di tempat yang teduh, tidak menyentuh
tanah dan tidak kehujanan.
5. Pengawetan
Penggerek, jamur, dan rayap merupakan masalah besar yang dihadapi
bambu. Anda harus mengawetkan bambu untuk mengatasi serangan hamahama
tersebut. Penting untuk mengetahui bagaimana cara penggerek itu bekerja.
Penggerek merupakan kumbang kecil yang menempatkan telurnya pada bagian bambu yang
kulitnya rusak. Ini bisa diujung potongan, ditempat pembuangan cabang, dan di mana kulit
bambu telah tergores. Telur kumbang itu akan menetas pada berbagai saat dan kemudian
akan memakan bubuk gula/bubuk pati yang ada dalam bambu. Oleh karenanya, serangan
penggerek dapat dicegah dengan pengelolaan yang baik dan tidak merusak batang bambu.
Langkah pertama dalam pengawetan bambu adalah mengurangi kadar gula dalam bambu.
Karena itulah sebaiknya Anda memanen bambu hanya di saat musim kemarau dan hanya saat
bambu telah berumur 3 tahun atau lebih. Jumlah kandungan gula dalam bambu paling rendah
pada musim kemarau dan pada batang yang tua.
Langkah berikutnya adalah mengurangi kandungan gulanya lebih jauh lagi. Ini bisa dilakukan
dengan berbagai macam cara, antara lain:
• Pengeringan dalam Rumpun. Kita dapat memotong batangnya dan membiarkannya
di dalam rumpun selama 4-6 minggu hingga daunnya rontok. Batang itu harus diletakkan
di atas batu sehingga tidak menempel atau menyentuh tanah. Daun akan menghabiskan
banyak gula yang terdapat dalam batang dan batang akan mengering secara perlahan
tanpa memberi tempat yang bisa dipakai oleh penggerek untuk menempatkan telurnya.
• Pengawetan dengan Air. Batang dapat direndam dalam air mengalir selama 2-3
minggu. Air akan menghilangkan hampir semua kandungan gula. Setelah perendaman,
batang bambu harus dikeringkan secara perlahan pada tempat yang teduh. Jangan
menjemurnya di terik matahari karena batang bambu bisa pecah atau retak.
• Pengawetan dengan Air Laut. Pengawetan ini adalah dengan merendam bambu
ke dalam air laut. Ikatlah kuat-kuat bambu dengan pemberat batuan sehingga tidak
mengapung atau hanyut. Jangan biarkan bambu-bambu itu terpapar dan terjemur ketika
air surut untuk melindunginya dari keretakan.
Suatu cara yang lainnya, mungkin ini merupakan
metode yang lebih mudah, yaitu dengan menggali
sebuah lubang parit pada lahan pinggir pantai. Parit
ini secara alami akan dipenuhi dengan air laut bila
Anda menggalinya dengan kedalaman di bawah
permukaan laut.
Untuk kedua metode ini, biarkan bambunya
terendam selama 2 minggu. Setelah itu angkatlah
dan keringkan di tempat yang teduh.
2 1 0 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
• Perlakuan Secara Kimiawi. Ada sejenis tanaman yang biasa
disebut ‘tuba’ yang bisa dipakai untuk mengawetkan bambu. Tuba
beracun bagi manusia maupun hewan sehingga harus digunakan
secara hati-hati. Untuk menggunakan tuba, buatlah larutan 1
ember tuba yang dicampur dengan 200 liter air. Anda dapat
menggunakan sebuah drum bekas untuk melakukannya.
Potongan-potongan bambu yang pendek bisa diawetkan dalam
drum, begitu pula batang bambu yang baru saja dipotong dapat
dimasukkan dalam drum bersama dengan daunnya yang masih
menempel pada batangnya. Cairan tuba dalam drum akan diserap
melalui batang hingga ke daunnya. Tambahkan lebih banyak cairan
tuba ke dalam drum sesuai kebutuhan, dan biarkan selama seminggu.
Kemudian buanglah daunnya, angkat batang dari drum dan keringkan di tempat teduh dan
tidak menempel pada tanah.
Atau Anda juga dapat menggunakan tangki atau bak yang dibuat khusus untuk
mengawetkan bambu. Bak ini dapat dibuat di atas atau dalam tanah tapi harus
mempunyai penutup untuk mencegah air hujan masuk dan mencegah anak-anak atau
hewan masuk ke dalamnya. Potong bambu memanjang dan bersihkan buku-bukunya
dari cabang-cabang. Masukkan ke dalam bak yang berisi larutan tuba selama 4-6 minggu.
Setelah itu angkat bambu dan keringkan di tempat teduh hingga siap digunakan. Jika Anda
menggunakan perlakuan dengan memendam dalam air terlebih dahulu, maka perlakuan
pengawetan dengan tuba hanya akan memerlukan waktu selama 2 minggu.
• Minyak dan Pernis. Furnitur atau barang kerajinan dari bambu yang telah diselesaikan,
dapat diminyaki atau dipernis untuk mencegah jamur, memperpanjang umur barang, serta
meningkatkan nilai produk tersebut.
• Pengawetan dengan Borak. Bambu dapat juga diawetkan dengan menggunakan
borak, sejenis bahan kimia yang dapat membunuh hama penggerek dan telur-telurnya.
Borak paling baik digunakan untuk mengawetkan
bambu dalam jumlah besar dengan cepat dan
biasanya untuk keperluan ekspor. Hampir semua
negara tidak mau mengimpor bambu yang tidak
diawetkan dengan borak atau bahan kimia lainnya
terlebih dahulu. Cara mengawetkannya tinggal
merendam batang bambu ke dalam larutan
air yang sudah diberi borak selama 2 minggu,
kemudian keringkan di tempat teduh dan tidak menempel di tanah.
WASPADALAH!
• Borak merupakan bahan kimia yang sangat kuat. Saat menggunakan borak,
Anda harus menggunakan pakaian pelindung dan setelahnya, Anda harus
segera membersihkan diri.
• Larutan borak harus dibuang secara hati-hati. Jika dilarutkan dengan air, maka
larutan ini bisa disiramkan di sekitar tanaman buah-buahan. Sebarkan seluas
mungkin. Larutan ini mengandung sifat pestisida dan herbisida yang tidak
begitu kuat. Jika dilarutkan 1%-nya (1 bagian borak dilarutkan dalam 100
bagian air), akan dapat dipakai pada kebun sayuran. Jangan buang larutan ini
ke sungai atau saluran air.
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 211
Memanfaatkan Bambu
Bahan Bangunan
Bambu dapat dimanfaatkan untuk membuat rumah, dinding,
lantai, atap, kandang ternak dan banyak lagi. Bambu
merupakan bahan yang kuat, ringan dan mudah diolah.
Bambu juga sangat dekoratif dan dapat dimanfaatkan untuk
membuat rumah nampak lebih indah.
Bahan Furnitur
Furnitur dari bambu sangat indah dan tahan lama, apalagi jika menggunakan bambu yang telah
melalui proses pengawetan. Kursi, meja, tempat tidur, panel dinding, penyekat dan lebih banyak lagi.
Untuk mempelajari dan membentuk furniture diperlukan pelatihan, peralatan serta daya kreasi.
Makanan
Makanan bagi Manusia
Bambu merupakan makanan dengan kandungan gizi yang tinggi, antara lain: air,
karbohidrat, asam amino, serta vitaman dan mineral lainnya, yang dapat dimasak
dengan berbagai macam cara. Bambu ini umum dikonsumsi di negara-negara
Asia. Beberapa jenis bambu menghasilkan rebung yang dapat dikonsumsi, tapi ada
beberapa jenis lainnya yang rebungnya tak bisa dikonsumsi. Beberapa jenis bambu
yang rebungnya bisa dikonsumsi adalah bambu petung/betung, bambu hitam, dan bambu tabah/
tawar. Pada musim hujan, di rumpun bambu akan muncul tunas-tunas baru dari dalam tanah. Tunastunas
inilah yang disebut rebung. Potonglah rebung tersebut di bagian bawah yang agak mengeras.
Bagian yang terlalu keras memiliki rasa
yang agak pahit. Bagian rebung yang
dikonsumsi adalah bagian dalamnya,
yang berwarna keputihan. Bagian ini
lunak dan memiliki rasa yang enak
serta mudah diolah untuk masakan apa
saja. Rebung bambu dapat juga dibuat
asinan, dikeringkan atau difermentasikan
sehingga bisa bertahan lebih lama.
IDE CERDAS!
Jangan memanen rebung bambu sebelum rumpun pohonnya berusia 3 tahun.
Sebelum usia ini, pemotongan rebung akan menyebabkan kerusakan sistem
perakaran dan menyebabkan pertumbuhan bambu menjadi lamban.
Pakan Ternak
Rebung bambu juga dapat menjadi pakan yang sangat baik untuk ternak, khususnya untuk ternak babi.
Masaklah bersama dengan bahan-bahan lain, seperti: ketela pohon, ubi jalar, dedaunan dan sebagainya.
Daun dan dahan bambu juga menjadi pakan ternak yang berkualitas, khususnya untuk kambing dan
sapi, yang akan mendapatkan manfaat dari kandungan silika pada daun dan dahan bambu.
212 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
Sebagai Pagar
Bambu umum digunakan sebagai bahan pagar, baik pagar hidup ataupun pagar mati. Untuk
pagar mati, sebaiknya bambu digunakan menjadi bagian yang melintang, bukan yang tegak
karena bagian yang terpendam dalam tanah akan mudah lapuk.
Pagar Hidup
Tanaman bambu juga dapat difungsikan sebagai pagar hidup.
Akan membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum bambu
itu menjadi cukup lebat sehingga diperlukan pagar sementara
di depan rumpun bambu tersebut. Pagar hidup dari tanaman
bambu sangat baik bagi pekarangan ternak, seperti: ayam,
bebek, sapi kerbau dan babi. Bambu ini bisa memberikan
naungan, pakan dan dapat berfungsi sebagai penahan angin.
Bambu ini bisa ditanam di sekeliling kebun buah-buahan, tetapi
tidak baik bila ditanam dekat dengan tanaman sayuran karena
akar bambu akan banyak menyerap air dan unsur hara dan
kemungkinan akan memberi terlalu banyak naungan.
Teralis
Bambu mudah diolah untuk bahan apa saja,
termasuk bahan teralis karena ringan dan
mudah dipindahkan. Teralis ini dapat dibuat
dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan
Anda.
Bambu juga bersifat dekoratif, yang bisa
menambah keindahan pada kebun Anda.
Penahan Angin
Tanaman bambu secara perlahan akan membentuk suatu pagar jika ditanam berdekatan.
Rumpun bambu dapat berfungsi sebagai penahan angin yang baik.
Pipa Irigasi
Ada banyak cara yang menggunakan bambu untuk kepentingan irigasi:
• Bambu yang dibelah dan dibersihkan buku bagian dalamnya, sangat umum dipakai sebagai
cara sederhana untuk mengalirkan air.
• Bambu dapat dipotong menjadi bagian-bagian berukuran hingga 1 meter panjangnya
dan masukkan ke dalam tanah untuk menyirami pohon buah-buahan dan sayuran.
Buatlah lubang di bagian dalamnya hingga memungkinkan air bisa masuk. Teknik ini
akan menghemat banyak air sekaligus
meningkatkan pertumbuhan.
• Bambu juga dapat digunakan sebagai pipa,
yang bisa dipakai untuk tujuan apa saja.
(Untuk informasi lebih lanjut tentang irigasi, bacalah
Modul 6 – Kebun untuk Rumah Tangga dan Pasar).
Mo d u l 8 : H u t a n , Pe n a n a m a n Po h o n & B a m b u 213
Briket Arang Bambu untuk Memasak
Briket arang dapat dibuat dan digunakan untuk memasak sebagai ganti kayu bakar. Ini dibuat
dari potongan-potongan arang bambu, sejumlah tepung garut, dan air. Briket arang dapat
memberikan panas dengan baik tanpa menimbulkan banyak asap. Penggunaan briket arang,
akan jauh lebih mudah daripada mencari dan mengumpulkan kayu bakar. (Untuk informasi
lebih lanjut tentang briket arang, bacalah Modul 12 – Teknologi Tepat Guna).
Alat Musik
Bambu merupakan bahan yang baik untuk membuat berbagai
macam alat musik, seperti seruling, kentongan, dan angklung.
Bahan Wadah
Wadah untuk Memasak
Bambu secara tradisional dapat digunakan sebagai wadah untuk memasak daging dan sayur.
Ember Bambu
Bambu yang besar dapat digunakan sebagai ember dan wadah untuk menyiram. Wadah atau
ember dari bambu dapat bertahan lebih lama jika sebelumnya dipernis.
Wadah Penyimpanan
Bambu mudah diolah sebagai bahan wadah apa saja, seperti wadah perhiasan, alat-alat tulis,
alat-alat dapur, pot bunga hingga wadah benih. Bambu juga bisa digunakan sebagai alat
penerangan berupa obor. Wadah-wadah tersebut mudah dihias, diukir, atau dibentuk, serta
mudah diperdagangkan. Selain itu mereka awet dan tahan lama.
Jika wadah digunakan untuk benih, bambu sebaiknya melalui proses pengawetan agar bisa
mencegah hama. Namun, jangan menggunakan bambu yang telah diproses dengan tuba untuk
menyimpan makanan karena tuba beracun.
Koker/Pot Tanaman
Bambu yang kecil dapat dipotong menjadi beberapa bagian dan dapat dipakai untuk tempat
menanam bibit. Bambu yang lebih besar bisa dipakai sebagai pot tanaman bunga-bungaan,
rempah-rempah, dan tanaman hiasan rumah. Jangan lupa untuk membuat beberapa lubang kecil
di dasar pot untuk memungkinkan
air mengalir keluar.
214 Pe r m a k u l t u r , Me n u j u H i d u p L e s t a r i
C a t a t a n . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: