Penulis lain

Pembibitan Bambu dengan Cara Stek

Oleh: Komunitas Cinta Bambu

Sumber: http://green.kompasiana.com/  21 Januari 2011 

Membuat Bibit Bambu

Menanam bambu dengan cara stek merupakan salah satu metode propagasi bambu yang paling disukai karena cepat, sederhana, ekonomis, dan tidak memerlukan banyak ruang.

Jenis bambu berdinding tebal seperti betung memiliki cabang utama menonjol. Cabang-cabang dapat diekstraksi tanpa merusak rumpun induk dan merupakan bahan tanam yang sangat baik.

Cabang yang sesuai untuk bibit sebaiknya dipotong ketika usia masih relatif muda (1-2 tahun) untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Pemotongan Bambu

* Pilih batang yang memiliki kematangan menengah dan potong dari cabang utama. Buang bagian atas dengan meninggalkan 2-3 node . Potongan bambu ini biasanya sekitar 30cm panjang.

* Atau (untuk memberikan hasil yang lebih cepat) mencelupkan potongan bambu dalam campuran pengatur hormon pertumbuhan atau rooting selama 24 jam, dan tutup ujung dipotong atas dengan lilin untuk mencegah pengeringan.

* Tanam potongan-potongan bambu tersebut secara vertikal (lebih disukai di sudut sedikit), baik di polybag dengan menempatkan sedemikian rupa sehingga rhizomatous satu node berada di bawah permukaan tanah dan setidaknya satu atau dua buku di atas permukaan.

* Letakan polybag dibawah naungan paranet (jaring naungan agro memberikan naungan 75%) dan siram air secukupnya setiap hari.

* Tumbuhnya tunas pertama dan perakaran mungkin akan muncul 3-5 minggu setelah tanam. Namun Anda harus menempatkan bibit tanaman bambu tersebut di polibag selama 6 bulan maksimal 1 tahun sampai sepenuhnya berakar. Tanaman bambu yang baru tersebut akan siap untuk tanam pada musim hujan berikutnya.

Budidaya Bambu Bisa Dilakukan pada Lahan-lahan Marginal dan Tidak Produktif

Oleh: Ir. Andrey Subiantoro

Sumber: http://green.kompasiana.com/ 27 January 2011 

1. Bagi yang ingin mencari bibit bambu dengan kualitas seragam (sistem kultur jaringan) silahkan menghubungi Bamboo Verde, sebuah perusahaan yang khusus bergerak dalam pembuatan bibit bambu.

2. Bagi yang berminat menanam/membudidayakan bambu, populasi per ha bisa anda pakai 500-550 bibit/ha, menggunakan sistem untu walang (jawa), atau zigzag, karena sekaligus akan sangat bermanfaat untuk konservasi air dan tanah diluar sisi ekonomis yang akan diraih.

3. Bagi yang ingin membudidayakan dalam satuan luasan skala luas, pembuatan bibit akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan sistem vegetatif, sehingga akan memiliki waktu yang relatif pendek untuk siap diproduksi. Namun bila ingin dijadikan tabungan plasma nutfah jangka panjang, asal bibit dari generatif akan lebih pas karena umur tanaman mulai dari nol, sehingga akan memiliki masa yang sangat panjang umurnya sebelum mati (30 – 100 th lebih).

Salam sukses: Ir. Andrey Subiantoro
merapiku2911mt[at-sign]gmail.com

Bambu, Bisnis dan Budidaya 

Sumber: http://diajengsurendeng.blogspot.com/2011/06/  

Bambu. Bisnis dan Budidayanya telah sedikit terlupakan. Bambu merupakan tanaman serbaguna yang mempunyai potensi Bisnis dan Budidaya yang sangat besar. Dengan budidaya dan pengolahan yang tepat, bambu akan dapat menjadi sumber pendapatan yang baik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sejak zaman dahulu kala, Bambu mempunyai peranan penting dalam perkembangan peradaban manusia. Bambu merupakan tanaman yang memiliki banyak kegunaan. Mulai dari akar, batang, daun dan rebungnya semua bisa dimanfaatkan. Selain itu karena dalam pertumbuhannya tidak terlalu menuntut persyaratan baik kondisi tanah maupun kondisi geografis maka tanaman banbu ini dapat di jumpai di berbagai tempat dipenjuru dunia. Terutama di China yang kemudian di kenal sebagai negara Tirai Bambu.

Pemanfaatan banbu di Indonesia sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Selain sebagai bahan bangunan rumah, juga di manfaatkan sebagai peralatan rumah tangga, pagar, jembatan, alat angkutan (rakit bambu), saluran air dan alat musik (angklung, seruling).

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, kegunaan dan manfaat bambu semakin berkembang. Bambu juga telah menjadi komoditas ekspor dalam bentuk kerajinan tangan. Setelah diolah bambu juga bisa dijadikan untuk bahan pembuatan kertas, sumpit (chopstick) plybamboo serta furniture.

Rebung bambu atau tunas muda juga dapat di olah menjadi bahan makanan. Jenis bambu tertentu rebungnya enak dimakan dan dapat dijadikan bahan makanan olahan yang du jual kalengan. Daun bambu pun dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan seperti maknan ba’chang dari China.

Bisnis dan budidaya bambu harus tetap dilestarikan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Diperlukan usaha, pengetahuan dan teknologi terapan yang bisa mendukung Bisnis dan Budidaya Bambu agar dapat bejalan seiring perkembangan zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: