Vinegar Bambu

Analisis Pasar Dan kelayakan Industri Arang Bambu Dan Bambu Vinegar

Pengarang Rochaman, M.M. dkk

Penerbit Balai Besar Industri Agro, Bogor, 2008

Sumber: http://118.97.104.179/  

Abstrak

Menimpisnya cadangan energi dunia yang berasal dari minyak bumi,membuat para peneliti didunia mengalihkan perhatian ke sumber energi yang terbarukan (renewable energy). Bambu yang mempunyai sifat spesifik berbeda dengan tanaman lainnya,merupakan salah satu alternatif bahan sumber yang terbarukan. Melalui teknilogi yang cukup sederhana dan sudah tersedia di masyarakat, bambu bisa dijadikan sumber energi yaitu dibuat arang. Selain hal tersebut bambu dapat juga dibuat vinegar, sebagai produk tambahan.

Teknologi pembuatan arang dan vinegar dari bambu perlu disosialisasikan dan diterapkan kepada masyarakat. Kegagalan penerapan suatu teknologi tertentu harus juga diikuti oleh adanya analisis pasarnya dan studi kelayakannya. Sekalipun teknologi yang diterapkan mudah dicerna oleh masyarakat, namun apabila tidak diikuti dengan analisis pasar dan kelayakannya, tidak akan berjalan dengan layak secara ekonomi. Sering juga terjadi bahwa apabila pasar dari suatu produk tidak terbentuk namun tidak dapat bersaing, maka penerapan teknologi tersebut tidak akan berkembang atau bahkan akan gagal juga. Untuk penerapan teknologi pembuatan arang dan vinegar bambu, maka dilakukan juga Penelitian analisis pasar dan kelayakan untuk produk olahan arang bambu dan vinegar bambu tersebut.

Penelitian ini merupakan bagian yang tidak terpisah dari penelitian proses pembuatannya untuk arang bambu dan vinegar bambu. Penelitian analisis pasar dan kelayakan ini dimaksudkan untuk melakukan kajian dan penelitian penerimaan pasar dan kelayakan usahanya terhadap produk hasil penelitian arang bambu dan vinegar bambu. Sejalan dengan maksud tersebut dengan maksud tersebut maka tujuan yang hendak dicapai dari studi ini adalah untuk mengetahui hasil penelitian dari berbagai aspek.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan akan arang dan vinegar masih terbuka luas untuk keperluan pangan maupun non pangan baik untuk pasar dosmetik maupun ekspor. Permintaan akan arang dan vinegar ini dapat dipenuhi dengan mengusahakan dari bahan baku bambu yang potensinya terdapat banyak di Indonesia. Analisis pasar produk arang dan vinegar bambu dilakukan untuk mengetahui daya terima kasih.

Hasil analisis pasar menunjukkan hal-hal sebagai berikut : 1. Dibanding filter rokok standar maka filter arang bambu andong dapat melewatkan nikotin 3,07 ug/ml larutan penyerap, dan melewatkan nikotin 4,69 ug/ml larutan penyerap, dan melewatkan tar 0,01 gram. Arang bambu tidak bisa diaplikasikan untuk menjernihkan minyak goreng. Namun demikian arang bambu dapat mengurangi nilai kekeruhan dari air sungai yang disaring dengan arang tersebut. 2. Vinegar yang diaplikasikan kepada produk tahu daya terima panelisnya mendekati normal/biasa khususnya terhadap warna,tekstur dan rasa. Namun vinegar ternyata mempengaruhi daya terima konsumen dalam hal aroma atau bau tahu. Tahu yang dicampur dengan 0,8% (konsentrasi terendah dalam penelitian) vinegar bambu mempengaruhi aroma tahu yaitu bau asap yang tidak disukai oleh konsumen ataupun produsen tahu. Tidak seperti halnya penggunaan vinegar terhadap tahu, penggunan kepada sosis dan ikan masih dapat diterima pasar,karena menimbulkan aroma khas ikan dan sosis yang disukai dan sekaligus mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, sehingga sosis dan ikan yang diikuti dengan pengeringan daya tahan simpannya lebih lama.

Berdasarkan analisis kelayakan unit usaha pengolaha arang dan vinegar bambu dengan kapasitas input 300 kg bambu per hari dengan nilai investasi mesin dan peralatan Rp. 150.000.000,- layak untuk dijalankan. Parameter kelayakan penggusahaan arang dan vinegar bambu menunjukan nilai Payback Period (PBP) sebesar 3,92 tahun setara 47,01 bulan. Berdasarkan nilai PBP tersebut berarti proyek akan kembali modal setelah umur proyek 47,01 bulan. Bedasarkan analisis sensitifitas, pengusahaan arang dan bambu sangat sensitif terhadap harga bahan baku bambu, harga produk vinegar, dan rendemen vinegar. Rendemen dan harga barang arang, harga alat dan mesin, upah kerja, jumlah tenaga kerja, harga bahan bakar, jumlah hari kerja per tahun tidak sensitif terhadap kelayakan.

Memanfaatkan Sisa Tebangan, Produksi Minyak Bambu Berkembang di Bandung Utara

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/ 03 Januari 2012 

KODAR SOLIHAT/”PRLM”
POHON bambu kini bisa menghasilkan minyak.*

BANDUNG, (PRLM).- Sejumlah masyarakat pemelihara pohon bambu di Bandung utara memperoleh banyak peningkatan pendapatan sejak lima bulan terakhir, seiring berkembangnya usaha produksi minyak bambu. Produksinya dilakukan memanfaatkan sisa tebangan bambu, yang dibakar lalu diambil tetesan minyaknya, yang sangat banyak dipesan sejumlah perajin olahan ikan di Kab. Indramayu.

Perajin minyak bambu asal Awiligar, Yayan, Selasa (3/1) menyebutkan, saat ini minyak bambu rata-rata digunakan untuk mengolesi masakan ikan, baik untuk diolah maupun ikan bakar. Para pengguna rata-rata menggunakan minyak bambu, untuk memunculkan aroma khas dari ikan-ikan yang diolesi minyak tersebut sehigga lebih menarik selera makan.

Menurut Yayan dan rekannya, Daud, oleh pembeli saat ini minyak bambu rata-rata dihargai sekitar Rp 500.000,00/kg. Harga jual tersebut dinilai memadai, karena untuk menghasilkan sekilo minyak bambu memang memerlukan banyak bambu, yang biasanya digunakan dari sisa-sisa tebangan atau potongan sisa bahan keperluan membuat saung, dll.

Karena berkembangnya usaha ini, kata mereka, banyak tunggul bekas tebangan pohon bambu kini banyak dicari oleh para perajin minyak bambu. Namun cara ini justru dinilai membantu pertumbuhan tunas-tunas bambu yang baru, sehingga antara peremajaan tanaman dengan produksi olahan minyak bambu seiring untuk peningkatan nilai tambah usaha bambu. (A-81/A-147) ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: