Berita

Bovember 2011

Penelitian: Bambu bisa jadi bahan konstruksi rumah

Sumber: http://bisnis-jabar.com/  13 November 2011  

reuters

DENPASAR (bisnis-jabar.com): Kepala Badan Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional (BPTPT) pada Kementerian Pekerjaan Umum Iwan Suprijanto mengatakan, berdasarkan hasil penelitian bambu bisa dijadikan pengganti konstruksi bangunan rumah.

“Berdasarkan hasil penelitian dan penghitungan di atas kertas ternyata kuat tarik bambu jauh lebih baik dibandingkan dengan kekuatan besi baja,” katanya di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, bambu yang digunakan untuk konstruksi bangunan itu harus memenuhi persyaratan tertentu dan di bawah pengawasan yang ketat.

Pria lulusan Universitas Brawijaya jurusan arsitektur itu mengatakan, bambu tersebut hanya jenis tertentu saja, seperti pohon bambu tali. Selain itu umurnya juga harus diperhatikan, yakni berusia antara tiga sampai lima tahun.

“Akan tetapi kami dari Kementerian PU tidak merekomendasikan kepada pihak manapun atau masyarakat untuk penggunaan bambu sebagai bahan konstruksi bangunan,” ujar pria yang meraih gelar penguasaan teknologi bangunan dari Jepang itu.

Sebab, Iwan menambahkan, saat pengujian pengawasan kualitas bambu sangatlah ketat sehingga resiko terjadinya kesalahan bisa diminimalisir.

Menurut pria yang menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Gajah Mada itu, hal itu tentunya akan berbeda dengan penerapan di lapangan sebab pengawasan terhadap kualitas bambu pastilah kurang sehingga sangat berisiko.

“Berdasarkan faktor risiko itulah maka kami tidak merekomendasikan penggunaan bambu sebagai bahan konstruksi bangunan,” katanya menandaskan.

Ketika ditanya apakah ada yang sudah menerapkannya, Iwan mengaku, belum mengetahui ada pihak atau kelompok warga yang telah menggunakannya.

Sebelumnya Iwan mengatakan, berdasarkan hasil penelitian LIPI di wilayah Pulau Dewata terdapat 49 spesies bambu yang jumlahnya terbesar di dunia, bahkan ada 17 spesies bambu yang masih belum terindentifikasi.

Iwan menambahkan, semua jenis bambu yang ada di daerah tujuan wisata internasional itu kualitasnya sangat baik untuk bahan bangunan.(fsi)

Terbukti… Bambu Bukan Lagi Material Kaum Udik!

Sumber:http://properti.kompas.com/ 25 November 2011 

Green School
Dengan perawatan yang tepat, rumah bambu bisa bertahan sampai 100 tahun. Namun, tentu saja, ada yang harus diperhatikan dalam merawat bangunan bambu.

KOMPAS.com – Material bambu memiliki kekuatan, kedalaman filosofi, keindahan, dan fleksibel saat digunakan. Perawatan yang tepat membuatnya tahan hingga 100 tahun.

“Sayang atuh, Kang, padahal hampir 90 spesies dari 140 spesies bambu di Indonesia ada di bumi Priangan,” kata Diar Risdiana (32), desainer interior dari Manikmaya, konsultan interior.

Diar menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mengolah bambu dan kayu Salak.

“Untuk beberapa elemen struktur bangunan, saya memilh bambu tertentu, seperti jenis bitung, gombong, dan tamiang. Keduanya mempunyai diameter yang besar, antara 18 sampai 22 cm,” katanya.

Dari pulau Bali, material bambu diolah PT Bamboopure/Ibuku dengan menghasilkan bangunan Greenvillage di Ubud.

“Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. Selain itu, bambu mudah didapat dan termasuk material yang bisa diperbaharui,” kata Effan Adhiwira, yang pernah bekerjasama dengan Bamboopure.

Dengan perawatan yang tepat, rumah bambu bisa bertahan sampai 100 tahun. Namun, tentu saja, ada yang harus diperhatikan dalam merawat bangunan bambu.

“Atap dari bambu harus dirawat untuk melindungi kolom dari kontak dengan aliran air hujan dan sinar matahari,” kata Elora Hardy, Creative Director, PT Bamboopure/Ibuku.

“Kendala di lapangannya adalah kita tidak akan mendapat ukuran bambu yang sama,” ujarnya.

Bambu yang dipasang juga harus langsung dimonitor pada bagian sambungan. Dari Tasikmalaya, Sukabumi, Majalengka, hingga pulau Bali, bambu tak terusik kedudukannya sebagai tanaman habitat asli Indonesia.

Green School
Ungkapan bambu adalah material untuk kaum udik atau orang desa sudah tidak relevan lagi. Bambu digunakan karena filosofi kekuatan, keindahan, dan fleksibilitasnya.

Bangunan Greenvillage, misalnya, adalah karya yang mendefinisikan ulang tentang pemanfaatan bambu sebagai material pendamping. Ungkapan ‘bambu adalah material untuk kaum udik atau orang desa’ sudah tidak relevan lagi. Bambu digunakan karena filosofi kekuatan, keindahan, dan fleksibilitasnya.
(Agah Nugraha Muharam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: