Berita

Mei 2012 

Mahasiswa Yogyakarta olah daun bambu jadi kerupuk

Sumber:  http://www.antaranews.com/ 24 Mei 2012 

Yogyakarta (ANTARA News) – Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memanfaatkan daun bambu dengan mengolah daun berkhasiat obat itu menjadi kerupuk yang diberi nama Kedapring.

Ayu Siti Rochmah dan dua kawannya dari UNY mengolah daun bambu menjadi kerupuk supaya daun yang selama ini hanya berakhir jadi limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi.

“Kami melihat tumbuhan bambu yang melimpah di Indonesia dan daun bambu yang jarang sekali dimanfaatkan serta minat orang terhadap makanan gorengan,” katanya.

“Kami mencoba mengolah daun bambu menjadi camilan sehat agar mudah dikonsumsi, kemudian timbul ide untuk mengolah daun bambu menjadi kerupuk,” katanya.

Ia menjelaskan, kandungan zat aktif seperti flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, dan mikroelemen pada daun bambu baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol.

“Daun bambu juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular,” katanya.

Di China, lanjut dia, daun bambu dimanfaatkan sebagai ramuan obat untuk meredakan batuk, dan sesak napas, serta mencegah penyakit jantung, kanker, dan asam urat.

Berdasarkan pengetahuan tentang manfaat daun bambu tersebut, Ayu dan dua temannya membuat kerupuk daun bambu dengan cara mencampurkan daun bambu muda yang sudah digiling dengan campuran tepung tapioka, tepung terigu, garam, gula pasir, bawang putih, kapur sirih, dan air.

“Daun yang dibuat untuk kerupuk sebaiknya yang masih muda berwarna hijau. Sebelum mengolah daun bambu, bulu daun bambu harus dibersihkan dengan merebusnya dalam air mendidih kemudian daun tersebut dihaluskan menggunakan blender dengan sedikit campuran air,” katanya.

Campuran adonan itu kemudian dicetak, dikukus sampai matang, didinginkan, lalu dipotong-potong tipis, dan dikeringkan. “Jika kerupuk mudah patah berarti sudah kering dan siap digoreng,” katanya.(H010)

Enaknya Nasi Bambu Kampung Batek

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/ 29 Mei 2012 

POS KUPANG/EGY MOA
Rusmini Jafar penjual nasi bambu

POS KUPANG.COM, RUTENG — TAK terasa Rusmini Jafar (52) sudah 27 tahun menjual nasi bambu. Dari usia anak-anaknya yang masih balita sampai dia punya cucu, jual nasi bambu tak dilepasnya.

Jatuh bangun usaha itu mulai dirintis sekitar tahun 1985. Awalnya, tak banyak orang yang mempedulikan pondok nasi bambu yang terletak di depan rumahnya di Km 5 ruas Jalan Reo-Ruteng di Kampung Batek, Desa Selama, Kecamatan Reo. Selain Rusmini, masih ada dua pondok lain di kampung itu menjual nasi bambu.

Sejalan waktu pula, nasi bambu bikinan Rusmini dan warga lain di kampung itu mulai punya peminat. Harga Rp 5.000/batang, cukup untuk seorang makan sekali.

Bagi segelintir orang yang kembali dari Reo, mereka sealu tak lupa membawa oleh-oleh nasi bambu. Bahkan, makin hari nasi bambu bikinan Maria makin laris.

Ada pembeli yang daang dari Kabupaten Manggarai Timur. Mereka itu biasanya bertolak dari Pota, Kecamatan Sambi Rampas atau dari Dampek, Kecamtan Lambaleda melintas ruas Reo-Ruteng. Singgah di pondoknya membeli panganan dibuatnya dibawa pulang.

Ibu lima anak dan delapan orang cucu ini rutin membakar nasi bambu setiap hari. Sehari dihabiskan 10 kg beras ketan yang dibelinya Rp 15.000/kg, 10 butir buah kelapa kering dan delapan batang bambu mentah sebesar lengan orang dewas dibeli dari warga Rp 1.500/batang. Kalau tak ada beras ketan, bisa juga menggunakan beras jenis lain dengan kualitas terbaik.

Adonan nasi bambu sangat sederhana. Beras ketan dicampur santan kelapa dan garam yang secukupnya sampai terasa. Kemudian beras diisi di dalam bambu sepanjang satu ruas dan siap dibakar pada api yang menggunakan bambu kering. Bambu berisi beras dibakar sempai hitam mirip arang, maka ketika itu juga beras di dalam bambu tersebut telah matang.

“Nasi bamboo ini nikmat di lidah bila dimakan dengan ikan kuah, opor ayam rendang. Enak pula dengan sayuran lawar,” Rusmini, mempromosikan usahanya ketika ditemui Pos Kupang, pekan lalu dipondoknya.(egy moa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: