Firdaus

Melongok Aneka Aksesori ala Pengrajin Bambu Cibinong

Modal Nekat, Sukses Jadi Eksportir Bambu

Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/ 9 Mei 2012

BERAGAM: Seorang pembeli sedang memilah aksesori bambu di Kelurahan Sukahati, kemarin.

Meski produksinya laris manis hingga ke belahan dunia Eropa, kesuksesan yang dinikmati Firdaus bukan tanpa kerja keras dan perjuangan. Percaya atau tidak, suami dari Masnah (30) ini memulai usaha dari berkeliling dan menawarkan kursi bambu. Ia membopong kursi bambu itu di pundaknya, dan berjalan kaki mengelilingi perkampungan-perkampungan warga.

Laporan: RICKI NOOR RACHMAN

FIRDAUS tak pernah malu melakoni pekerjaannya, membopong kursi bambu dan menawarkannya dari rumah ke rumah. Sembari berjualan, Firdaus mempelajari seluk-beluk industri bambu.

Berbulan-bulan ia terus mengamati. Berkat keuletannya, akhirnya Firdaus memberanikan diri untuk memproduksi sendiri aneka aksesori dan berbagai produk berbahan dasar bambu.

“Kalau orang bilang, saya ini modal nekat. Tapi, sebenarnya gak nekat-nekat amat. Sebelumnya saya pelajari dulu seluk-beluk bambu hingga paham betul,” ujarnya.

Bertempat di bengkel sekaligus galerinya, di kawasan Desa Muaraberes, Kecamatan Cibinong, setiap harinya Firdaus memproduksi berbagai jenis produk dan aksesori dari bambu. Di galeri bernama Sanggar Tunas Bambu ini, Firdaus memajang berbagai jenis aksesori bambu. Dan yang menjadi andalannya adalah berbagai jenis rumah dan saung bambu.

“Produk bambu di sanggar saya ini yang termurah mulai Rp4 ribu sampai yang termahal Rp40 juta,” ucapnya.

Ia menuturkan, kini rumah bambu tengah mengalami tren atau dalam masa kejayaannya. Banyak warga yang khusus memesan rumah bambu, baik untuk ditempatkan di kediaman pribadi atau dijadikan saung di penginapan, tempat rekreasi dan hotel-hotel mewah. Karenanya, dalam penggarapan rumah saung,Firdaus turun langsung mulai dari pembuatan model hingga proses finishing. Ia ingin memastikan produknya benar-benar dapat memuaskan pelanggan.

“Alhamdulillah saya sekarang dibantu 20 orang pegawai. Saya juga membeli produk para pengrajin mikro dari berbagai wilayah, untuk dijual di sanggar ini,” ungkapnya. (ric)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: