Zumrotun Silichah

Menikmati Indahnya Alam Hutan Bambu Lumajang

Oleh Zumrotun Silichah

Sumber: http://bamboosaindonesia.multiply.com/ 

Lumajang – Semua orang tentu sudah mengetahui bahwa Gunung Semeru memiliki keindahan memukau, gunung tersebut merupakan salah satu gunung aktif yang terletak pada ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut dan merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa.

Namun, tidak banyak orang yang tahu kalau di lereng Gunung Semeru terdapat salah satu obyek wisata yang asri dan alami dengan rerimbunan ribuan batang bambu berbagai jenis, yakni obyek wisata Hutan Bambu yang terletak di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Lokasi Hutan Bambu sekitar 30 kilometer dari kota Lumajang dan perjalanan sekitar 1 jam ke arah selatan melewati Kecamatan Tempeh, kemudian Kecamatan Pasirian dan masuk ke Kecamatan Candipuro.

Pelestari Hutan Bambu Lumajang, Hery Gunawan, mengatakan, hutan bambu merupakan tiang penyangga sumber air di sekitar lereng Gunung Semeru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dulu, hutan bambu banyak dijarah oleh warga sekitar karena bambunya digunakan untuk membuat kerajinan anyaman bambu, sehingga debit air di lereng Semeru semakin berkurang,” ungkap aktivis lingkungan di Lumajang ini.

Menurut Hery, mata air “Sumber Deling” di Hutan Bambu merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di lereng Gunung Semeru, sehingga Hutan Bambu harus dilestarikan dan dijaga oleh semua pihak.

“Saya ingin menjadikan Hutan Bambu sebagai salah satu obyek wisata alam yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara,” kata pria yang pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru pada tahun 2002.

Menurut Hery, Hutan Bambu bisa menjadi obyek wisata berwawasan lingkungan (agrowisata) yang banyak dikunjungi wisatawan, namun untuk mewujudkan impian itu tidak semudah membalik telapak tangan.

Obyek wisata tersebut, sangat cocok untuk wisata keluarga dan pecinta lingkungan serta bisa dijadikan wisata pendidikan, karena terdapat banyak hamparan pohon bambu yang luas dan beberapa jenis satwa.

“Di Hutan Bambu terdapat ratusan kera dan kelelawar, namun mereka tidak mengganggu pengunjung yang sedang menikmati asrinya obyek wisata itu,” tuturnya.

Yang membedakan hutan bambu dengan hutan-hutan lain di lereng Semeru adalah vegetasi yang tumbuh di sekeliling mata air sumber deling yang tidak lain adalah pepohonan bambu seluas 9 hektare (ha).

Puluhan jenis bambu tumbuh subur di sana di antaranya jenis apus, jajang, petung, rampal dan ampel. Selain itu, puluhan jenis tanaman keras yang berumur ratusan tahun tumbuh di sana.

“Seluruh tanaman di Hutan Bambu tetap terjaga dan terpelihara karena kepedulian masyarakat sekitar untuk melestarikan mata air sumber deling dan mewariskannya kelak bagi generasi yang akan datang,” ucap Hery.

Panorama di Hutan Bambu makin terasa keindahannya saat pagi hari. Hawa sejuk, sinar matahari yang menerobos masuk di sela-sela batang dan dedaunan bambu, membuat keelokan alam yang sangat indah.

Saat ini, kata Hery, beberapa fasilitas pelengkap obyek wisata Hutan Bambu sedang dalam proses pembangunan, berupa gapura masuk, irigasi dan tangkis jalan untuk mencegah erosi.

Beberapa gazebo dan kolam renang anak juga tersedia, sehingga pengunjung bisa menikmati air yang jernih di kawasan obyek wisata Hutan Bambu Lumajang.

Untuk masuk kawasan wisata Hutan Bambu, pengunjung tidak dipungut biaya atau tiket masuk pada hari kerja, sedangkan pada hari Mingggu dan hari libur, pengunjung diimbau membayar Rp2 ribu untuk sumbangan pembangunan masjid di desa setempat.

Ritual 1 Muharam

Hutan Bambu menjadi salah satu saksi ritual yang digelar oleh warga lereng Semeru, sehingga tradisi itu juga merupakan daya tarik untuk potensi wisata di “Kota Pisang” tersebut.

Setiap 1 Muharam, ratusan warga lereng Semeru membawa sesaji yang berisi tumpeng nasi kuning, hasil perkebunan, hasil pertanian dan seekor kepala sapi yang diarak dari balai Desa Sumbermujur menuju sumber mata air di Hutan Bambu tersebut.

Ritual “Larung Pendem Sesaji” tersebut, dilakukan warga desa Sumbermujur untuk keselamatan warga Lumajang khususnya di lereng Gunung Semeru.

“Dengan ritual 1 Muharam yang digelar di Hutan Bambu diharapkan sumber mata air di lereng Semeru tetap mengalir,” paparnya.

Ia menjelaskan, menanam kepala sapi di atas sumber mata air di Hutan Bambu tersebut, dipercaya menjadi sumber kehidupan warga sekitar lereng Semeru.

Untuk menuju ke lokasi Hutan Bambu, anda dapat turun di Terminal Menak Koncar Lumajang, diteruskan dengan naik bus jurusan Malang yang lewat Dampit, kemudian turun di Pasar Candipuro. Setelah sampai di Pasar Candipuro, anda bisa naik ojek menuju ke lokasi wisata Hutan Bambu.

Bagi anda yang berkunjung ke Kabupaten Lumajang, obyek wisata Hutan Bambu merupakan salah satu tempat yang harus anda kunjungi karena suasananya yang sejuk dan alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: