Workshop

TOR WORKSHOP “Bambu Punya Cerita”  Festival Desa, 25 Maret 2012

Dowload file: TOR+Workshop+Bambu+@DesaFest   

LATAR BELAKANG

Bambu  termasuk family rumput-rumputan anggota sub family Bambusoideae. Diperkirakan keanekaragam jenis bambu di dunia berkisar antara 1250 – 1500 jenis. Indonesia memiliki kurang lebih 160 jenis bambu atau setara 10% dari keragaman jenis bambu dunia, dimana 88 diantaranya merupakan jenis endemik  yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (Widjaja et al, 2004).

Bambu berguna sebagai penahan erosi, pengikat air tanah, dan menghasilkan banyak oksigen. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal dan memanfaatkan tumbuhan bambu ini untuk kehidupan sehari-hari, antara lain dimanfaatkan sebagai bahan pangan (rebung), alat kebutuhan rumah tangga (besek, bakul), konstruksi bangunan, alat musik, mainan anak-anak, hingga upacara adat. Di kawasan Asia Pasifik, bambu juga memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal (INBAR, 1999).

Selain itu, tumbuhan ini dapat menjadi alternatif untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Tumbuhan  ini menjadi alternatif  penghijauan dan penahan erosi di bantaran sungai selain juga menangkap air, memberikan alternatif pendapatan masyarakat dan memelihara harmoni budaya dan sosial masyarakat.

Sayangnya, kondisi bambu di Indonesia sangat memprihatinkan. Tanaman bambu kian menurun, baik dari sisi kuantitas jenis maupun jumlah populasinya. Selain, akibat tingginya alih fungsi lahan, tumbuhan ini dianggap tak bernilai karena kurangnya pengetahuan mengenai peran dan manfaat tanaman bambu baik dari sisi ekologi, ekonomi, maupun sosial sehingga dengan mudah orang akan menebangi. Diperkirakan, 10-15 tahun lagi, bambu akan punah di Indonesia. Kurangnya innovasi dalam pemanfaatan bambu pun juga menjadi salah satu faktor utama yang mengakibatkan turunnya nilai bambu di mata masyarakat.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai keragaman dan manfaat bambu, terutama kepada generasi muda karena peran generasi muda terhadap pelestarian keanekaragaman hayati sangatlah besar. Tingginya tingkat kreatifitas pada generasi muda juga diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran inovatif dalam pemanfaatan dan pelestarian bambu di Indonesia.

Hal inilah yang mendorong Yayasan KEHATI dan ALSTOM Indonesia untuk menyelenggarakan workshop “Bambu Punya Cerita” dan sebagai salah satu bentuk partisipasi Yayasan KEHATI pada kegiatan Festival Desa, 23-25 Maret 2012

TUJUAN

1. Memberikan informasi mengenai manfaat bambu dilihat dari aspek :

a.  Ekonomi dan social masyarakat : sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat, sejarah bamboo, dll

b. Green lifestyle : penggunaan barang – barang berbahan dasar bambu

c.  Ekologi : kemampuan ekologis bambu bagi pelestarian lingkungan

2. Meenyampaikan pentingnya upaya pelestarian keanekaragaman hayati bambu kepada generasi muda dan mendorong mereka untuk ikut terlibat aktif dalam upaya pelesatrian tersebut.

TARGET PESERTA

Sasaran utama penyelenggaraan workshop ini adalah komunitas anak muda, pengunjung festival, media, dan komunitas/individu  yang memiliki concern pelestarian dan pemanfaatan bambu. Target jumlah peserta yang diharapkan adalah sebanyak 100 orang.

PELAKSANAAN

Workshop ini akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal     : Minggu, 25 Maret 2012

Waktu                  : (dalam konfirmasi)

Tempat               : Bumi Perkemahan Ragunan

 NARASUMBER (tentative)

  1. Jatnika (Ketua Harian Yayasan Bambu Indonesia)
  2. H. Chaeruddin (Babe Idin)
  3. Hambali (Lindung Harapan)
  4. Elizabeth A. Widjaja (Peneliti LIPI)
  5. Komunitas Cinta Bambu (KOCIBA)
  6. Sadhiya Hanindita (Lulusan Desain Produk ITB)
  7. Karinding Attack

FESTIVAL DESA            

Workshop ini diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI dan ALSTOM Indonesia sebagai salah satu bentuk partisipasi pada rangkaian kegiatan Festival Desa, 23-25 Maret 2012. Festival Desa diinisiasi oleh Aliansi Desa Sejahtera dengan tema utama “Saling Jaga, Saling Dukung”.

Festival Desa bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada warga kota tentang pentingnya peran desa bagi kehidupan perkotaan. Di pasar tradisional, 45% produk segar yang beredar berasal dari hasil kerja para produsen pangan kecil. Dari bumbu hingga, ikan dan ayam potong. Bahkan kerja para produsen kecil ini terkenal hingga ke tingkat global lewat produk-produknya diantaranya sejumlah kopi special Indonesia yang terpampang di gerai-gerai kopi internasional. Faktanya sebagian besar produsen pangan ataupun berbagai jenis produk lainnya yang hidup di pedesaan merupakan kelompok miskin. Mereka merupakan sebagian besar dari 70 juta yang menerima program beras untuk orang miskin.

Festival Desa akan menghadirkan serangkaian acara seperti workshop tentang bambu, pangan, berkebun dll. Juga akan ada ruang – ruang pameran untuk mempromosikan produk – produk komunitas masyarakat desa. Dan berbagai kegiatan interaktif lainnya seperti yoga, bersepeda pagi, nonton film bareng, dll.

KONTAK 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Workshop “Bambu Punya Cerita” dapat menghubungi:

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI),  Jl. Bangka VIII No. 3B Pela Mampang Jakarta Selatan 12720 , Telp. 021-718 3185  Fax. 021-719 6131; Website. www.kehati.or.id  Email. kehati@kehati.or.id;          PIC : Rina Kusuma, Hp. 0811 913 885  Email. rina@kehati.or.id 

Bambu Kaya Manfaat

Sumber: http://sains.kompas.com/ 25 Maret 2012 

JAKARTA, KOMPAS.com — Bambu masih dinilai material tradisional. Banyak orang mengidentikkan bambu sebagai bahan kursi lincak, material bangunan etnik, serta semua yang masih jadul.

Idham Musthopa, lulusan jurusan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, mengubah kesan tersebut. Ia mengubah bambu menjadi bagian dari fashion.

Salah satu yang menarik karya Idham berupa tas yang khusus diperuntukkan untuk membungkus Macbook. Tas tersedia dalam ukuran 13 dan 15 inchi.

Tas didesain dengan bentuk kotak, sepenuhnya berbahan bambu dan berwarna coklat cerah. Bagian handle terbuat dari kulit. Sementara, di bagian samping, terdapat lubang berbentuk apel pada tas.

“Jadi akan kelihatan eksklusifnya,” kata Idham yang ditemui dalam diskusi “Bambu Punya Cerita” yang diselenggarakan Yayasan KEHATI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Minggu (25/3/2012).

Idham mendesain sebaik mungkin sehingga para pengguna Macbook tetap bisa narsis. Tas tak bakal menenggelamkan eksklusivitas dengan menyembunyikan lambang Apple, tapi justru menonjolkannya.

Tas sudah diproduksi massal. Bekerja sama dengan ITB, Idham kini tengah memenuhi pesanan sebanyak 80 buah dan akan dijual di Bandung lebih dulu. Namun, siapa pun yang berminat sudah bisa memesannya.

Ke depan, Idham akan mengembangkan laptop dengan material bambu. Casing, keyboard, dan seluruh bagian laptop kecuali layar dan komponen di dalamnya akan terbuat dari bambu.

Ia kini tengah berusaha menggerakkan sekolah menengah kejuruan dan pemerintah daerah di kampung halamannya, Garut, untuk bekerja sama mewujudkan impian tersebut.

Bambu kaya manfaat

Sandhiya Hanindita yang lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) punya cara berbeda mengolah bambu. Ia mengubah bambu menjadi bagian dari furnitur rumah tangga. Salah satu produknya adalah lampu baca.

Produk lampu baca karya Sandhiya terbuat 100 persen dari bahan bambu yang telah diproses sehingga awet. Sekilas, lampu baca hanya tampak seperti bambu yang dibengkokkan, namun desainnya cukup trendy.

Sandhiya juga menunjukkan produk kursi pantai. Bagian dudukan kursi itu terbuat dari bilah bambu lebar yang disusun pararel. Lekukan desain sesuai dengan posisi tubuh saat rileks.

Peneliti bambu dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Elizabeth A Widjaja, menyebutkan bahwa bambu memang kaya manfaat. Ia mengatakan bahwa bambu pun bisa jadi material pakaian.

“Kita bisa ubah bambu menjadi kaus kaki. Saya sendiri sudah memakainya. Bambu ini punya anti bakteri, jadi kalau kita pakai kaus kaki bambu tidak akan bau,” kata Elizabeth.

Dalam bidang lain, Purwito, seorang peneliti bambu untuk konstruksi, mengatakan bahwa bambu lebih kuat dari beton dan lebih tahan gempa. Karenanya, bambu cocok diaplikasikan bagi rumah-rumah di Indonesia.

Bambu pun bermanfaat untuk makanan. Selain rebung yang telah dikenal sebagai isi lumpia. bambu ternyata juga bisa diolah menjadi cuka. Sampai saat ini, Indonesia sebagai negeri kaya bambu belum banyak memanfaatkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: