Lokakarya Bambu

Awi Awi Mandiri 2009 goes to Paramadina

Sumber: http://www.paramadina.ac.id/ 13 November 2009

(DPI-Universitas Paramadina 13/11). Awi-Awi Mandiri mungkin tidak asing lagi di telinga para pencinta industri kraetif PRODUK bambu. Pelaksanaan Awi Awi Mandiri tahun lalu pernah diselenggarakan dan untuk mengulang sukses di tahun lalu maka pada tahun 2009 akan dilaksanakan kembali. Awi Awi 2009 adalah kegiatan yang terdiri dari Lokakarya Bambu, Lomba Karya Design Produk Bambu, Pameran Karya, Workshop Bambu dan Malam Penganugrahan Karya Bambu Normal Kreatif akan dilaksanakan terhitung mulai tanggal 10 November s/d 19 Desember 2009.

Rangkaian kegiatan AWI AWI MANDIRI 2009 akan di mulai dengan roadshow lokarkarya dari tanggal 10 – 24 November 2009 di 5 kota masing –masing Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar. Jakarta menjadi kota kedua untuk melaksanakan Lokakarya AWI AWI MANDIRI 2009. Program Studi Desain Produk Industri Universitas Paramadina bekerjasasma dengan Saung Angklung Udjo dan Bank Mandiri akan melakukan Konfrensi Pers dan Lokakarya Awi Awi Mandiri 2009 pada hari Sabtu, 14 Nopember 2009 sebagai bagian dari roadshow yang akan dilaksanakan di Auditorium Universitas Paramadina Jakarta Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang Jakarta 12790 pukul 09.00-13.00 WIB.

Dr. Dwinita Larasati, MA dan Purwito, Dipl. E. Eng akan hadir pada acara roadshow di Universitas Paramadina sebagai nara sumber, pada kesempatan ini akan disampaikan informasi mengenai dunia desain produk bambu. Pada acara ini juga telah di undang Kaprodi Kriya Institut Kesenian Jakarta, Kaprodi Design Interior Universitas Tarumanegara, Dekan Fakultas Design & Teknik Perencanaan Universitas Pelita Harapan, Wakil Dekan IV Bidang Kerjasama Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, serta perwakilan Asosiasi Design Produk Indonesia untuk berbincang bersama media seputar Perkembangan Kriya Produk Indonesia.

Kegiatan ini terbuka untuk umum, jadi bagi yang tidak mau ketinggalan untuk mengikuti perkembangan dunia kreatif Produk Bambu hadirilah Awi Awi Mandiri 2009 di Universitas Paramadina.GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA!!.(rho)

Bank Mandiri Gelar Awi-Awi Mandiri 2009

Sumber: http://economy.okezone.com/ 20 Desember 2009

JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bersama Saung Angklung Udjo menggelar Awi Awi Mandiri 2009 dengan kegiatan yang terdiri dari Lokakarya Bambu, Lomba Karya Design Produk Bambu, Pameran Karya, Workshop Bambu dan Malam Penganugrahan Karya Bambu Kreatif yang pelaksanaannya pada 10 November sampai 19 Desember 2009.

Senior Vice President Micro Business Bank Mandiri Tardi mengatakan Program Awi-Awi Mandiri 2008 merupakan sarana belajar yang sangat bagus bagi generasi muda dan pengrajin bambu sekaligus peningkatan awareness masyarakat terhadap kerajinan bambu.

“Langkah ini juga merupakan wujud kepedulian kami untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kerajinan bambu sebagai salah satu warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan sehingga mendapat pengakuan dunia,” kata Tardi, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Minngu (20/12/2009).

Industri kerajinan hampir seluruhnya berskala usaha kecil dan menengah. Industri ini sangat potensial karena jumlahnya sangat besar dengan sebaran diseluruh pelosok tanah air dan penyerapan tenaga kerja yang banyak. Dari sekitar 3,4 juta unit usaha kecil dan menengah, 30% atau sekitar 1,1 unit usaha bergerak di bidang industri kerajinan.

Direktur Operasional Saung Angklung Udjo Satria Yanuar Anggasana Sastra mengemukakan bahwa perkembangan industri kerajinan selama tiga tahun terakhir cukup menggembirakan khususnya komoditi kerajinan berbahan dasar bambu. Berbagai program kegiatan telah dilaksanakan untuk terus memacu perkembangan industri ini yang salah satunya adalah Awi Awi Mandiri 2009.

Rangkaian kegiatan Awi Awi Mandiri 2009 di mulai dengan roadshow lokarkarya dari 10–24 November 2009 di lima kota masing-masing Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Bandung menjadi kota pertama untuk melaksanakan Lokakarya Awi Awi Mandiri 2009 dengan mengambil lokasi di Kampus ITENAS “Jika ingin tetap eksis, kerajinan dan kesenian bambu tersebut perlu dilestarikan oleh generasi muda Indonesia karena saat ini generasi muda kurang memberikan apresiasi kepada kebudayaan daerah sementara kerajinan dan kesenian bambu sendiri sangat diminati dan dihargai oleh wisatawan asing,” ujar Satria. (css)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: