Seminar

Seminar Nasional dan Pameran
“Perkembangan Perbambuan di Indonesia”

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/lsai/message/1787  

 Kerjasama:

* Bamboo Center Pusat Studi Ilmu Teknik UGM,
* Program Magister Teknologi Bahan Bangunan (MTBB) UGM, dan
* Perhimpunan Pecinta Bambu Indonesia (Perbindo) Yogyakarta

Tempat:  Gedung Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Waktu: 17-18 Januari 2005

Latar Belakang:

Akhir – akhir ini pemanfaatan hasil hutan yang berupa kayu, baik untuk keperluan bahan bangunan maupun industri perkayuan sudah sedemikian besar, sehingga melampaui kemampuan alam untuk menyediakan sumber bahan baku kayu tersebut. Hal ini membawa dampak kerusakan hutan dan ekosistem hutan. Untuk itu perlu dicari terobosan dalam bidang pemanfaatan bahan alami lain yang dapat menggantikan kayu. Bambu merupakan bahan alami yang sangat prospektif untuk menggantikan atau sebagai substitusi kayu.

Penelitian teknologi bambu di Indonesia sudah dilakukan oleh para peneliti dan pemerhati bambu, baik di lingkungan perguruan tinggi, LIPI, BPPT maupun di lembaga swasta atau lembaga non-profit (LSM) di Indonesia. Sebagai puncaknya telah diselenggarakan Konggres Bambu Internasional di Ubud tahun 1994.

Namun setelah konggres tersebut dirasa kurang nampak aktivitas lanjutannya.  Dalam rangka untuk membangkitkan lagi semangat para peneliti bambu, maka Bamboo Center di Pusat Studi Ilmu Teknik UGM bekerjasama dengan Program Magister Teknologi Bahan Bangunan (MTBB) UGM dan Perhimpunan Pecinta Bambu Indonesia (Perbindo) Yogyakarta bermaksud menyelenggarakan seminar nasional “Perkembangan Perbambuan di Indonesia” dengan tema antara lain mencakup perkembangan:

a. Budidaya Bambu
b. Teknologi Pengawetan Bambu
c. Teknologi Konstruksi Bangunan Bambu
d. Aspek sosial-ekonomi kerakyatan berbasis bambu
e. Kerajinan tangan yang berbahan dasar bambu.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu saudara untuk dapat berpartisipasi pada kegiatan seminar tersebut sebagai pemakalah, dengan mengirimkan abstrak artikel ilmiah tentang perbambuan, ataupun sebagai peserta seminar. Selama Seminar akan diselenggarakan pula pameran perbambuan di tempat seminar dan ’field trip’ di sekitar Yogyakarta.

Tujuan Seminar:

Seminar ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian perbambuan dan sebagai forum komunikasi antar peneliti perbambuan di Indonesia. Dengan seminar ini diharapkan kegiatan penelitian di bidang perbambuan dapat lebih terarah dan dapat memberikan andil dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia.

Cara Pendaftaran:
Pendaftaran sebagai pemakalah dilakukan dengan mengirimkan formulir pendaftaran dan judul serta abstrak makalah (maksimum 200 kata, spasi rapat) ke secretariat paling lambat 5 Desember 2004. Makalah lengkap harus sudah diterima oleh secretariat sebelum tanggal 31 Desember 2004. Format makalah akan dikirimkan bersamaan dengan pemberitahuan penerimaan abstrak makalah. Makalah yang diterima sebelum 31 Desember 2004 akan dimasukkan dalam prosiding.

Pendaftaran sebagai peserta dilakukan dengan mengirimkan formulir pendaftaran ke sekretariat paling lambat 5 Januari 2005. Pengiriman formulir pendaftaran tersebut dapat melalui pos, fax atau email.

Biaya Pendaftaran:
Biaya pendaftaran seminar (termasuk sertifikat, alat-tulis, makan siang dan snack, tidak termasuk prosiding):

Peserta Umum/PTN/PTS Rp. 200.000,00
Pemakalah Rp. 200.000,00
Mahasiswa Rp. 75.000,00

Acara:

Seminar diselenggarakan pada tanggal 17 Januari 2005, sedang untuk  pameran pada tanggal 17 dan 18 Januari 2005. Selain itu Peserta dapat mengikuti acara ’field trip’ pada tanggal 18 Januari 2005 dengan obyek perbambuan di pedesaan sekitar Yogyakarta, dengan cara mendaftarkan diri ke sekretariat.

Keterangan lebih lanjut dapat ditanyakan ke sekretariat.

Kepanitiaan:
Ketua: Ir. Morisco, Ph.D.
Sekretaris: Dr. Ir. Fitri Mardjono, M.Sc.

Sekretariat:
Pusat Studi Ilmu Teknik UGM
Jl. Teknika Utara, Barek
Yogyakarta 55281
INDONESIA

Contact Person:
Sri Widyastuti, Rosa Tri Karyati
Phone: 0274-565834, 0274-902287
Fax: 0274-565834
E-mail: pauitugm@…

Bamboo Center UGM Gelar Seminar Teknologi Terkini Bambu 

Sumber:http://ugm.ac.id/  12 Juli 2006

Bamboo Center Pusat Studi Ilmu Teknik UGM bekerjasama dengan Program Magister Teknologi Bahan Bangunan (MTBB) serta Perhimpunan Pecinta Bambu Indonesia (Perbindo) menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Bambu Terkini, hari Rabu (12/7) di ruang Jurusan Teknik Sipil UGM.

Kegiatan yang didukung para praktisi, peneliti dan pengrajin bambu ini bertujuan untuk menyebar luaskan informasi tentang hasil-hasil penelitian dan pemanfaatan bambu baik yang dilakukan kalangan Perguruan Tinggi, LIPI, BPPT, Lembaga Swasta maupun LSM.

Selain itu, dari seminar ini diharapkan semakin menggalakkan kegiatan penelitian, budidaya dan pemanfaatan bambu hingga mampu memberikan kontribusi yang lebih banyak dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping Marzuki Usman sebagai Keynote Speaker , seminar ini juga menghadirkan sejumlah pembicara antara lain, Morisco PhD, Dyah Patmasuri ST MT, Dr Ir Fitri Mardjono MSc, Purwito Dip E Eng, Nor Intang Setyo ST MT, Drs Eko Suwarno Med, Drs Karyadi MT, Erniwati, YS Hadi, MY Massijaya, N Nugroho, Gina Bachtiar, S Surjokusumo, Ir Kuntjoro Sukardi, Denny Willy, Fathurahman ST MSc, Jauhar Fajrin ST MSc, Ir Rochyati Joedodibroto MSc PhD dan Ir Y Suranto MP. Sementara itu, bertindak selaku moderator Prof Dr Ir TA Prayitno M For, Dr Ir Muslikh MSc M Phil, Ir Y Suranto MP, Dr Ir Fitri Mardjono MSc serta Dr Ir Sri Nugroho Marsoem M Agr (Humas UGM).

SEMINAR NASIONAL REKAYASA BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN (16 – 17 MARET 2009)

Sumber:   http://wancik.wordpress.com/2009/01/30

 

International Seminar 

Download file: BalaiLitbang_leaflet International Seminar bambu_200911  


Simposium Nasional Rekayasa dan Budidaya Bambu

Sumber: http://www.duniajogja.com/ 30 Januari 2012 

Dalam rangka memperingati HUT PTT ke-66, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fak. Teknik UGM berkolaborasi dengan Fak. Kehutanan UGM serta Perhimpunan Pecinta Bambu Indonesia menyelenggarakan Simposium Nasional Rekayasa dan Budidaya Bambu I (biasa disingkat sebagai SINARBAMBU I) dengan tema Rekayasa Bambu Sebagai Solusi Pelestarian Lingkungan.

Penyelenggaraan simposium ini didedikasikan kepada Prof. Ir. Morisco, Ph.D dan Dr. Ir. Fitri Mardjono, M.Sc yang telah memberikan karya-karya terbaiknya untuk kemajuan bambu dalam bidang kontruksi di Indonesia.

Ruang lingkup SINARBAMBU I meliputi konstruksi bambu mencakup mitigasi dan penanggulangan bencana alam, mekanika bambu, teknologi pengawetan bambu, desain inovatif bambu ramah lingkungan serta budidaya bambu.

Acara ini digelar pada hari Senin 30 Januari di Ruang Sidang Biru, Lantai 3 Gedung Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, FT UGM. Para peserta terdiri dari para praktisi ketekniksipilan, arsitektur dan beberapa mahasiswa S2 dari berbagai universitas.

Sebagai keynote speaker adalah Dr. Ir. Anita Firmanti, MT yang menjabat sebagai Kapuslitbang Pemukiman PU dan Mr. John Hardi founder dari Green School Bali. Berhubung Mr. John berhalangan hadir, maka diwakilkan kepada putrinya Elora.

Elora Hardy sebenarnya bukanlah seorang praktisi dalam bidang bangunan, dia adalah seorang designer fashion di New York. Namun saat ini, dia menjabat sebagai CEO dan lead designer untuk perusahaan konstruksi dan desain bambu yang berpusat di Bali.

Bapak dan anak ini bekerja sama untuk mewujudkan bangunan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan dasar bambu. Penulis sempat menemukan sebuah galeri karya mereka berdua, silahkan untuk menengok galeri mereka di greenvillagebali.com. Semoga dapat memberikan aspirasi kepada Anda.

“Even sustainable timber can’t begin to compare with bamboo as a conscientious building material. With very few resources or attention a bamboo shoot can become a structural column within three years, and that house could stand strong for a lifetime.”

Ujar Elora, terkait dengan rekayasa dan budidaya bambu. Serta harganya yang relatif lebih murah. Elora menampilkan beberapa photo tentang bangunan-bangunan yang telah dibuat menggunakan bambu. Pada saat layar proyektor menampilkan sebuah cekungan besar dari bambu, dia berkata “This is the first bamboo pool in the world, and we made it happened”. Ternyata cekungan tersebut adalah sebuah kolam renang berbentuk laguna. Seluruh bahannya menggunakan bambu, agar air tidak merembes, kolam bambu tersebut dilapisi bahan plastik pada bagian dasarnya.

Sesi pertama pada acara simposium nasional rekayasa dan budidaya bambu ini ditutup dengan penyerahan tanda kasih kepada Ibu Morisco dan Ibu Fitri Mardjono.

Setelah sesi ke IV, acara tersebut akan ditutup pada pukul 4 sore hari ini.

Pringsewu Ingin Kembalikan Kejayaan Bambu

Sumber: http://lampung.tribunnews.com/ 27 Maret 2012 

TRIBUNLAMPUNG.co.id – Pemerintah Kabupaten Pringsewu berupaya mengembalikan kejayaan Bumi Jejama Secancanan dengan tanaman bambu. Untuk memberi pengetahuan masyarakat melalui Festival Bambu Seribu, Pemkab Pringsewu menggelar seminar tentang bambu di pendopo, Selasa (27/3/2012).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Warsito yang membuka seminar juga menghadirakan pembicara Johannes dari Magelang yang juga keturuan Belanda.

Warsito mengatakan spesies bambu di Indonesia mencapai sekitar 140 jenis dari total jumlah spesies bambu di seluruh dunia mencapai 1.250 jenis. Tetapi, lanjutnya, perkiraan para ahli spesies bambu ada yang menyatakan mencapai 50 ribu jenis.

“Tanaman bambu saat ini memang sudah mulai sulit di dapat, sebab masyarakat mengkonversi lahan bambu menjadi lahan permukiman. Padahal bambu merupakan tanaman yang memiliki propektif ekonomi tinggi,” katanya.(Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: