Koran Jakarta

Desain Rumah Bambu Minimalis Modern 

Sumber: http://koran-jakarta.com/  26 Mei 2012

Dari aspek material, bisa jadi rumah tinggal dari bambu bukanlah yang pertama Anda pikirkan. Pasalnya, bambu jelas tidak akan bertahan lama kendati sesungguhnya bambu merupakan material yang cukup kuat dan lentur.

Fakta yang cukup akurat terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan Forestry Department University of Beijing, Cina, terkait kekuatan bambu. Ternyata konstruksi bangunan rumah yang menggunakan material bambu memiliki kekuatan yang sama dengan rumah kayu.

“Kuat tekan bambu yang berkualitas baik sama dengan kayu. Bahkan kuat tariknya lebih baik daripada kayu,” tutur Morgan Lee, profesor di universitas tersebut.

Dengan dijadikan material konstruksi, tentu bambu memiliki kelebihan, yakni mudah digunakan dan murah. Cara penyambungannya pun cukup dengan baut atau dapat menggunakan pengikat ijuk.

Material bambu sangat lentur dan dapat dengan mudah kita bentuk sesuai keinginan. Tetapi material itu juga memiliki kekurangan, yaitu waktu keawetannya terbatas. “Di dalam bambu terdapat kanji atau serbuk bambu yang sangat disukai rayap. Kita juga perlu memperhatikan mutu bambu, yang biasanya dipengaruhi oleh masa potong bambu, perawatan, pengeringan bambu, dan pengawetan,” tambah Lee.

Beberapa daerah di Indonesia telah memiliki patokan waktu pemotongan batang bambu agar mendapatkan kualitas bambu yang baik. Bila tidak menggunakan patokan waktu tersebut, bambu tidak awet. Selain perlu memperhatikan masa potong bambu, bambu perlu diawetkan.

Banyak cara pengawetan bambu, ada cara tradisional dengan direndam air atau lumpur, tetapi ada juga yang direndam menggunakan bahan pengawet kimia. Bahan kimia cair dibiarkan masuk ke pori-pori bambu dan dibiarkan hingga cairan mengalir. (apr/R-1)

Mampu Ikuti Gerakan Gempa

Pengaruh gempa terhadap struktur bangunan secara vertikal dan horizontal, yakni terjadi gerakan yang terus-menerus dengan intensitas kuat, menyebabkan sambungan di antara elemen struktur bangunan akan mudah lepas, bahkan menjadi patah. Sambungan yang lepas akan terjadi bila jenis sambungan tersebut tidak bertaut dengan baik. Tetapi sambungan yang sangat kuat tautannya, pada saat terjadi gempa, tidak memungkinkannya bergerak mengikuti gerakan gempa, dan akhirnya terjadi patahan pada titik sambungan.

“Lebih baik sambungan berupa tautan yang kuat, tetapi pada saat ada gerakan gempa, sambungan tersebut dapat mengikuti akibat dari gerakan gempa. Sambungan ini dapat menggunakan baut 12 mm yang menciptakan konstruksi yang tidak kaku sehingga tahan terhadap gempa,” ungkap Sunarya Gitawardhana, arsitek dari Woeloenx.ArcArt, Jakarta.

Konstruksi akan bergerak mengikuti arah getar gempa. Apalagi bambu merupakan material yang memiliki bobot ringan sehingga berat keseluruhan struktur tidaklah besar. Selain baut, sambungan material bambu dapat menggunakan pasak yang diikat dengan ijuk. Pengikat rotan dapat digunakan untuk produk interior.

Sunarya menjelaskan bambu sebagai kolom struktur lebih baik tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Tiang bambu berdiri di atas fondasi setempat atau umpak. Fondasi dapat dibuat menggunakan material beton umpak atau diletakkan di atas batu.

“Jenis bambu petung berdiameter 14–15 cm digunakan untuk kolom struktur, sedangkan kuda-kuda menggunakan jenis bambu gombong atau bambu andong berdiameter 12 cm. Diameter 10 cm jenis bambu legi digunakan untuk gorden. Diameter yang lebih kecil lagi, yaitu 6 cm, jenis bambu tali atau bambu apus dapat digunakan untuk kasau dan reng,” papar dia.

Persoalannya kemudian, bagaimana bila bambu digunakan sebagai material penutup atap? Bambu yang digunakan adalah bambu tua yang dipotong pada ruasnya, kira kira 40 cm. Potongan bambu dibelah memanjang selebar 4 cm, kemudian diruncingkan pada salah satu sisinya. Punggung bilah bambu tersebut disayat memanjang, seperti lidah, yang berfungsi sebagai penjepit antara bilah-bilah bambu dan batang reng bambu.

Susunan bilah-bilah bambu itu disusun rapi berjajar sehingga menjadi satu lajur penutup atap sepanjang bidang atap yang ada. Selanjutnya, lajur penutup atap itu dirangkai dengan lajur penutup atap lainnya sampai memenuhi seluruh bidang atap.

Seluruh bidang atap sudah ditutup menggunakan lajur-lajur penutup atap, dan perlu ada pengulangan penutupan seluruh bidang atap sehingga seluruh permukaan atap ditutup berlapis-lapis, sampai enam lapis sirap bambu.

“Material penutup bambu ini cukup kuat terhadap cuaca, dapat digunakan untuk atap rumah tinggal, dapur, lumbung padi, bahkan bangunan serbaguna. Selain memberikan kesan eksotik, tradisional, kuat, juga tahan lama,” tambah dia.

Bagaimana dengan Anda? Apakah tertarik membuat rumah dari bambu? Selain harganya murah, bambu termasuk salah satu tanaman khas Indonesia, jenis rumput-rumputan yang berongga dan beruas pada batangnya. Waktu pertumbuhannya paling cepat karena memiliki rhizome-dependen unik, yaitu dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 sentimeter (cm) bergantung pada iklim dan kondisi tanah.

Diperkirakan, terdapat 159 spesies bambu, dari 1.250 jenis bambu yang terdapat di dunia, tersebar di seluruh Indonesia. Kita dapat menjumpai tanaman bambu, misalnya di Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatra, Maluku, dan Papua.

Selain digunakan sebagai pengobatan, instrumen musik, kerajinan, kuliner, bambu dapat digunakan untuk konstruksi yang baik. Beberapa arsitek sudah menggunakan bambu sebagai material struktur yang kuat karena bambu memiliki serat lebih elastis dan liat. Dengan spesifikasi bambu yang demikian, bambu sangat baik menahan beban tarik, tekan, geser, dan tekuk. (ger/R-2)

Jangan Pandang Sebelah Mata

Apa yang Anda pikirkan apabila mendengar rumah yang terbuat dari bambu? Mungkin terdengar asing, dan mungkin sebagian orang beranggapan bahwa rumah yang terbuat dari bambu hanya untuk orang yang tak mampu dan terkesan tak layak dihuni. Tak selamanya anggapan orang itu benar.

Sekarang, rumah yang terbuat dari bambu tersebut dapat disulap menjadi sesuatu yang menarik dan modern. Apalagi rumah tersebut didesain minimalis, maka dapat dibayangkan hasil yang didapat dari penggabungan desain tersebut.

Memang bagi kebanyakan orang Indonesia, bambu dipandang sebelah mata dan hanya dianggap hama oleh sebagian orang. Bahkan ada anggapan bambu adalah materialnya orang-orang tak mampu karena bambu digunakan sebagai bahan bangunan bagi orang yang tidak mampu membeli batu bata, semen, genteng, dan lain-lain. Kebanyakan orang melihat bahan baku rumah menunjukkan status sosial seseorang, dan mungkin juga untuk menunjukkan gengsi seseorang.

Maka, lengkaplah anggapan bahwa hanya orang miskin yang mau membeli bambu dan hanya mampu mewujudkan desain rumah bambu. Namun, para ahli asing berpendapat bahwa bambu merupakan material masa depan yang berpotensi menggantikan kayu karena makin tipisnya hutan tropis yang merupakan penghasil kayu yang utama untuk saat ini.

Sekadar informasi, untuk desain rumah bambu, Anda bisa menggabungkan dengan kombinasi bebatuan atau material alami lainnya supaya unsur alaminya tetap ada dan kesan menarik dari rumah yang terbuat dari bambu tersebut dapat keluar.

Selain itu, Anda dapat menjadi pelopor orang yang membangun rumah tanpa bahan dari kayu sehingga secara tak langsung Anda melindungi hutan dari penebangan liar. (berbagai sumber/apr/R-1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: