Zakiyah Rosidah

Serat Bambu yang “Sesuatu”

Oleh: Zakiyah Rosidah  Sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/ 02 May 2012 

Serat bambu termasuk bahan tekstil baru. Oleh para ahlinya , serat bambu disebut sebagai bahan tekstil yang yang memiliki proses pengembangan paling cerah di abad 21. Disebut juga revolusi ke lima dari industri pertekstilan setelah katun, wool, sutera dan kain lenan. Oleh karena itulah serat yang lain sekarang disebut serat tradisional. Serat bambu bisa digunakan sebagai bahan pembuat produk fashion dan kebutuhan rumah tangga yang lain seperti underwear ( celana dalam,bra, tank top, korset), kaos kaki, dasi, handuk, saputangan (lap), masker ( penutup hidung dan mulut), pakaian sehari-hari ( baju tidur, kemeja,T-shirt , sweeter maupun cardigan ), sepre/ bed cover, diapers ( popok bayi) dsb. Bahkan sekarang ada arang bambu untuk menghilangkan bau dan kamfer arang bambu.

Apa saja fakta dan keunggulan serat bambu hingga saya sebut “sesuatu” ?

1. Mengandung anion ( ion negatif ) kepadatannya mencapai 6000bh/m3, ion negatif adalah ion-ion yang mempunyai muatan oksigen, tidak berwarna dan tidak berasa. Ion ini berfungsi memberi asupan oksigen yang cukup bagi tubuh kita oleh karena itulah bisa memberikan efek menyegarkan (memperbaiki system pernafasan), menenangkan dan meringankan rasa sakit. Ion negative juga mampu menetralkan ion positif (asap rokok,debu, asap kendaraan dsb)

2. Memiliki FIR ( far infrared rays), tingkat emisi sinar infrared panjang serat bambu mecapai 0,87 lebih tinggi dibanding serat tradisional. Serat ini bisa memperbaiki aliran darah. Oleh karena itu serat bambu mampu meningkatkan metabolism tubuh, mengeluarkan racun, menjaga kebugaran, tidur lebih nyenyak, menjaga sistem syaraf, mengurangi kadar keasaman darah, menjaga suhu tubuh dsb.

3. Mengandung zat kinon ( bamboo quinone), zat ini memilki fungsi anti bakteri, anti tungau, anti kutu dan anti jamur. Oleh karena itu serat ini cocok bagi penderita alergi. Menurut penelitian dari para ahli di China dan Jepang , pada serat bambu bakteri tidak mengandakan diri secara pesat seperti yang terjadi pada serat katun dan serat kayu. Bakteri yang terdapat pada serat bambu justru mati sebanyak 75% dalam waktu 24 jam. Oleh karena itu, untuk mencuci produk serat bambu tidak memerlukan deterjen, cukup dengan air dan di kucek dengan ringan atau digoyang-goyangkan di air, bau dan kotoran mudah sekali hilang. Bahkan serat bambu ( biasanya dalam bentuk sapu tangan atau lap) bisa sebagai pengganti sabun mandi dan sabun wajah karena sifat anti bakteri dan kemampuan mengangkat minyak dengan baik. Karena anti bakteri ini pula serat bambu tidak mudah bau seperti pada serat yang lain.

4. Kapilaritas tinggi, dibawah mikroskop electron dengan pembesaran 2000 kali, pada permukaan serat bambu banyak terdapat cekungan dan cembungan, membentuk lubang-lubang berbentuk oval dan besar. Hal inilah yang memnunjukkan daya kapilaritas serat bambu tinggi. Mampu menyerap dan menguapkan air dengan baik. Tidak mengherankan bila serat ini disebut “serat yang bisa bernafas” dan bagus sebagai pengompres demam. Selain memiliki daya serap yang tinggi terhadap air, serat bambu juga mampu menyerap minyak, mengangkat noda atau kotoran dengan baik dan mencucinya juga mudah. Daya kapilaritas yang tinggi ini juga membuat produk serat bambu nyaman dipakai, menyejukkan saat panas dan menghangatkan saat dingin.

5. Anti Ultraviolet, maksudnya mampu menangkal ultraviolet dengan baik melebihi serat yang lain, yaitu 417 kali lipat lebih banyak.

6. Mengandung pectin, madu bambu, tyrosine, vitamin E dan berbagai asam amino. Semua zat tersebut bermanfaat menghalau radikal bebas, meningkatkan kekebalan tubuh, melembabkan kulit dan anti lelah.

7. Serat yang lembut

Berdasarkan fakta diatas tidak mengherankan serat bambu makin diminati . Saya salah satu peminatnya. Walau saya sebagai penderita alergi merasa agak terlambat mengenal serat yang satu ini. Namun bukan berarti saya mengganti semua pakaian dan keperluan rumah tangga dengan serat bambu lho, kalau mau begitu wah masih terlalu mahal untuk ukuran kantong saya karena termasuk barang impor yang masih agak langka di Indonesi hehe. Sementara ini hanya beberapa produk saja yang saya gunakan antara lain underwear, handuk, masker dan saputangan (lap).

Semoga kedepannya negara kita tercinta mampu memproduksi sendiri dan berani bermain di pasar yang tergolong masih kosong ini.

Semoga bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: